
Cristian Chivu tidak menutupi kekecewaannya terhadap penampilan Inter pada babak pertama saat menghadapi AS Roma. Namun, pelatih Nerazzurri itu memilih tidak membongkar isi pembicaraan di ruang ganti dan menegaskan bahwa evaluasi tersebut merupakan urusan internal tim.
Inter akhirnya bermain imbang 2-2 melawan Roma di Stadion Olimpico setelah sempat tertinggal dua gol. Manu Koné mencetak brace untuk tuan rumah pada babak pertama, sebelum Lautaro Martinez mencetak dua gol pada babak kedua untuk membawa Inter pulang dengan satu poin.
Berbicara kepada DAZN seusai pertandingan, Chivu secara khusus menyoroti perbedaan besar antara penampilan Inter pada dua babak.
Chivu: Isi Pembicaraan di Ruang Ganti Tetap Rahasia
Chivu memilih memulai analisisnya dari babak kedua. Menurutnya, apa yang perlu disampaikan kepada para pemain mengenai penampilan buruk di 45 menit pertama sudah dibicarakan saat jeda.
Namun, ia tidak berniat mengungkapkannya kepada publik.
“Saya mulai dari babak kedua. Apa yang harus saya katakan tentang babak pertama sudah saya sampaikan saat jeda dan tetap menjadi urusan saya dan mereka,”
Chivu bahkan menegaskan bahwa apa yang disampaikannya kepada pemain merupakan sesuatu yang benar-benar ia pikirkan.
“Itu adalah kebenaran mutlak dan itulah yang saya pikirkan. Saya yakin mereka juga mengetahuinya,”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Chivu melihat ada persoalan yang cukup jelas dalam penampilan Inter sebelum jeda. Akan tetapi, sang pelatih memilih menjadikan evaluasi tersebut sebagai bagian dari dinamika internal ruang ganti.
Inter Berubah Total Setelah Jeda Babak Pertama
Jika babak pertama menjadi sumber kekecewaan, Chivu justru memberikan apresiasi besar terhadap respons anak asuhnya setelah turun minum.
Menurutnya, Inter menunjukkan peningkatan dalam beberapa aspek penting, mulai dari sikap, semangat, kualitas hingga kepribadian.
“Di babak kedua, dari segi sikap, semangat juang, kualitas dan kepribadian, kami memainkan pertandingan yang hebat,”
Perubahan tersebut terlihat dari cara Inter meningkatkan tekanan dan menciptakan lebih banyak situasi berbahaya di pertahanan Roma.
Lautaro kemudian menjadi pemain yang paling menentukan. Kapten Inter itu mencetak gol pada menit ke-46 dan 79 untuk menghapus keunggulan 2-0 Roma.
Bagi Chivu, respons tersebut memperlihatkan bahwa Inter mampu mengeluarkan sesuatu yang lebih dibandingkan penampilan mereka pada awal musim.
“Kami mengeluarkan sedikit lebih banyak dibandingkan awal musim. Saya akan mulai dari situ, lalu kami akan bekerja untuk memperbaiki beberapa hal yang tetap menjadi urusan kami,”
Chivu Akui Inter Harus Memperbaiki Awal Pertandingan
Hasil imbang tersebut membuat Inter harus kembali membayar mahal karena gagal memulai pertandingan dengan pendekatan yang tepat.
Chivu menilai salah satu pekerjaan rumah Nerazzurri adalah meningkatkan cara mereka memasuki pertandingan dan membaca karakter lawan sejak awal.
“Kami harus lebih baik dalam pendekatan dan dalam memahami lawan,”
Menurut Chivu, hal tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran. Inter harus mampu membaca situasi pertandingan dengan lebih cepat agar tidak kembali berada dalam posisi tertinggal.
“Hal seperti itu bisa terjadi, kami belajar dan terus melangkah,” ujar Chivu.
Catatan tersebut menjadi penting mengingat Roma mampu mengejutkan Inter pada babak pertama melalui dua gol Koné.
13 Poin dari Lima Pertandingan
Meski kecewa dengan beberapa aspek permainan, Chivu tetap melihat sisi positif dari perjalanan Inter sejauh ini.
Hasil imbang di Olimpico membuat Inter mengoleksi 13 poin dari lima pertandingan Serie A.
Pelatih asal Rumania tersebut juga membandingkan situasi saat ini dengan musim sebelumnya. Menurutnya, Inter berada dalam posisi yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kami berada di titik yang baik dibandingkan musim lalu. Kami berada dalam kondisi yang lebih buruk saat itu,”
Chivu juga menyoroti dua pertandingan besar yang sudah dijalani Inter melawan Napoli dan Roma.
“Kami sudah menghadapi dua pertandingan langsung melawan Napoli dan Roma. Kami memiliki 13 poin, itu adalah hasil yang bagus,”
Namun, ia tidak ingin terlalu cepat merasa puas.
“Masih ada perjalanan panjang yang harus ditempuh, tetapi saya mengambil hal positif dari babak kedua,”
Permainan Tanpa Bola Masih Harus Diperbaiki
Salah satu poin menarik dari pernyataan Chivu adalah penekanannya terhadap fase permainan ketika Inter tidak menguasai bola.
Menurut sang pelatih, sepak bola memiliki dua fase dan Inter masih harus meningkatkan performa ketika berada dalam fase bertahan atau tanpa penguasaan bola.
“Dalam sepak bola ada dua fase dan kami harus berkembang ketika tidak memiliki bola,”
Pernyataan ini menjadi evaluasi yang relevan setelah Inter kebobolan dua gol pada babak pertama.
Masalah Inter bukan hanya soal bagaimana mereka membangun serangan, tetapi juga bagaimana mereka merespons ketika lawan menguasai bola, memenangkan duel, mencari ruang dan melakukan transisi.
Chivu tampaknya melihat aspek tersebut sebagai bagian dari pekerjaan yang harus terus diperbaiki sepanjang musim.

Leave a Reply