
Akademi Inter Milan kembali melahirkan talenta muda yang menarik perhatian. Setelah sejumlah bek sayap kiri berkembang dari Interello, nama Edoardo Rocca kini mulai mencuri sorotan berkat penampilan impresifnya bersama Inter Primavera.
Inter Primavera asuhan Emiliano Bigica mengawali musim dengan catatan positif. Lima pertandingan pertama membawa Nerazzurri muda berada di papan atas klasemen sekaligus menjadi tim dengan produktivitas gol terbaik.
Di tengah generasi muda yang penuh potensi tersebut, Rocca tampil sebagai salah satu pemain yang paling mencolok.
Debut di Primavera Langsung Bikin Geger
Rocca memberikan dampak luar biasa ketika mendapatkan kesempatan tampil bersama Primavera.
Berposisi sebagai bek kiri, pemain kelahiran Milano tersebut justru menunjukkan kemampuan menyerang layaknya seorang winger atau gelandang serang. Pada laga debutnya, Rocca langsung mencetak gol melalui tendangan bebas.
Tidak berhenti di sana, ia juga menyumbangkan assist dan memperlihatkan sederet aksi individu yang membuat penonton memberikan apresiasi.
Dribel, nutmeg, step-over hingga umpan-umpan berkualitas menjadi bagian dari permainan Rocca. Performanya bahkan mendapatkan nilai sangat tinggi, seolah-olah bukan seorang pemain yang baru menjalani debut di level Primavera.
Menariknya, Rocca bukan seorang penyerang, gelandang serang, ataupun trequartista. Ia adalah bek kiri.
Produk Terbaru “Sekolah Dimarco” Inter
Rocca lahir di Milano pada 26 Oktober 2009 dan masih berusia 16 tahun pada awal musim ini. Meski usianya masih sangat muda, ia sudah dianggap sebagai salah satu produk menarik dari akademi Inter.
Perkembangannya juga semakin memperkuat istilah yang bisa disebut sebagai “sekolah Dimarco” di Interello.
Federico Dimarco sendiri dikenal sebagai bek sayap yang memiliki kemampuan teknis tinggi, agresif membantu serangan, serta memiliki kualitas kaki kiri yang sangat baik. Dalam beberapa tahun terakhir, akademi Inter terus menghasilkan pemain dengan karakteristik serupa.
Sebelum Rocca, terdapat nama-nama seperti Matteo Cocchi kelahiran 2007, serta pemain kelahiran 2008 seperti Marello dan Sorino.
Mereka memiliki sejumlah kesamaan: bermain di sisi kiri, agresif ketika membantu serangan, memiliki kemampuan mengirim umpan berbahaya dan tidak takut mengambil risiko dalam situasi satu lawan satu.
Rocca menjadi generasi terbaru dari pola tersebut.
Fisik Besar Jadi Pembeda Rocca
Ada satu aspek yang membuat Rocca memiliki profil berbeda dibandingkan sejumlah bek sayap muda Inter lainnya.
Selain kualitas teknis, ia memiliki postur fisik yang sangat menjanjikan. Tingginya mendekati 1,90 meter, ukuran yang cukup tidak biasa untuk pemain yang mampu memainkan sepak bola menyerang dari sisi lapangan.
Dengan tubuh tersebut, Rocca mampu menyusuri sisi kiri menggunakan langkah panjang dan kuat.
Namun, kekuatan fisik tersebut tidak membuatnya kehilangan karakter teknis.
Rocca tetap berani melakukan dribel, melakukan gerakan tipuan, mencari umpan akhir dan mencoba tembakan ketika mendapatkan ruang.
Ia juga dikenal memiliki kemampuan dalam situasi bola mati. Gol tendangan bebas pada debutnya di Primavera menjadi salah satu bukti kualitas kaki kirinya.
Musim sebelumnya juga memberikan gambaran mengenai kontribusinya. Rocca tercatat menghasilkan delapan assist, sebuah angka yang menunjukkan bahwa kreativitasnya bukan sesuatu yang baru muncul secara tiba-tiba.
Sudah Merasakan Level Inter U-23
Perkembangan Rocca berjalan cukup cepat.
Pada akhir musim sebelumnya, ia sudah mendapatkan kesempatan merasakan atmosfer Inter U-23. Rocca tampil dalam pertandingan persahabatan setelah musim berakhir menghadapi Ravenna.
Setelah itu, ia mengikuti persiapan pramusim bersama tim U-23 di bawah arahan Stefano Vecchi dan stafnya. Ia berlatih bersama sesama pemain seusianya, Donato dan Matarrese.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses transisinya menuju level sepak bola yang lebih tinggi.
Rocca tidak hanya berkembang melalui pertandingan kelompok usia, tetapi juga mulai mendapatkan paparan terhadap lingkungan yang menuntut intensitas dan kekuatan fisik lebih besar.
Juara Eropa U-17 Bersama Italia
Menariknya, perkembangan Rocca di level klub berjalan beriringan dengan pencapaiannya bersama Timnas Italia U-17.
Sebelum mengikuti persiapan bersama Inter U-23, Rocca menjadi bagian dari skuad Italia yang menjuarai Kejuaraan Eropa U-17.
Ia tampil dalam seluruh lima pertandingan Italia sepanjang turnamen tersebut.
Salah satu momen penting terjadi di semifinal melawan Spanyol. Rocca dipercaya mengambil penalti dan berhasil mencetak gol yang menjadi bagian penting dalam kemenangan Azzurrini.
Pengalaman bermain di turnamen internasional tersebut tentu menjadi modal berharga bagi seorang pemain yang masih sangat muda.
Bisa Bermain di Banyak Posisi
Salah satu alasan Rocca menarik perhatian Inter adalah fleksibilitas posisinya.
Posisi utamanya adalah bek kiri dalam sistem dengan empat pemain bertahan. Namun, karakter permainannya membuat ia dapat ditempatkan lebih tinggi sebagai wing-back maupun winger.
Bahkan, Rocca juga memiliki kemampuan bermain sebagai mezzala.
Kemampuan tersebut memberikan banyak pilihan bagi pelatih. Ia dapat beroperasi sebagai pemain yang menjaga lebar lapangan, menyerang ruang dari sisi kiri, atau masuk ke area tengah untuk membantu membangun serangan.
Profil seperti ini semakin relevan dalam sepak bola modern, ketika bek sayap tidak hanya dituntut bertahan, tetapi juga menjadi salah satu sumber kreativitas tim.
Ada Kemiripan dengan Fabio Grosso
Dalam penilaian awal terhadap gaya bermainnya, Rocca disebut mengingatkan pada mantan pemain Inter Fabio Grosso.
Perbandingan tersebut tentu tidak berarti Rocca sudah memiliki level atau pencapaian yang sama. Namun, secara karakteristik, terdapat kesamaan dari sisi postur, kemampuan menyerang dari sektor kiri dan kualitas kaki.
Di sisi lain, pengaruh terbesar dalam perkembangannya justru datang dari lingkungan akademi Inter sendiri.
Rocca tumbuh dalam sistem yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengembangkan sejumlah pemain dengan karakteristik bek sayap kiri modern.
Kini, tugasnya adalah menjaga perkembangan tersebut tanpa terburu-buru.
Inter Siapkan Langkah untuk Mengamankan Rocca
Inter menyadari potensi yang dimiliki Rocca dan terus memberikan perhatian terhadap perkembangannya.
Setelah mendapatkan pengalaman bersama Inter U-23, menjadi juara Eropa U-17, kemudian langsung memberikan dampak besar di Primavera, jalur perkembangan Rocca bergerak cukup cepat.
Klub pun disebut ingin memberikan perlindungan lebih terhadap aset mudanya tersebut pada masa mendatang.
Untuk saat ini, tantangannya sederhana: terus berkembang dan membuktikan kualitasnya di level yang lebih tinggi.
Jika konsistensinya terjaga, Edoardo Rocca berpotensi menjadi nama berikutnya yang keluar dari akademi Inter dengan bekal kaki kiri, kemampuan menyerang, fleksibilitas posisi dan fisik yang kuat.
“Sekolah Dimarco” Interello tampaknya belum selesai melahirkan talenta. Rocca adalah nama terbaru yang mulai mengetuk pintu menuju panggung yang lebih besar.

Leave a Reply