
Marcus Thuram mengakui kondisi fisiknya belum mencapai 100 persen setelah membantu Inter Milan bangkit dan meraih hasil imbang 2-2 di markas AS Roma pada pekan ke-5 Serie A, Sabtu (19/9/26) malam WIB.
Thuram menjadi salah satu pemain penting dalam upaya kebangkitan Nerazzurri setelah tertinggal dua gol pada babak pertama. Seusai pertandingan di Olimpico, penyerang asal Prancis tersebut berbicara mengenai respons Inter, kondisinya, hingga peran penting Lautaro Martinez sebagai kapten.
Menurut Thuram, para pemain Inter menyadari bahwa mereka harus melakukan perubahan setelah tampil di bawah tekanan Roma sepanjang babak pertama.
Thuram: Kami Harus Bereaksi
Inter memasuki ruang ganti saat turun minum dengan kondisi tertinggal 0-2. Manu Koné mencetak kedua gol Roma pada babak pertama dan membuat Nerazzurri kembali harus melakukan comeback.
Thuram mengungkapkan bahwa ada pembicaraan penting di ruang ganti sebelum Inter tampil lebih agresif pada babak kedua.
“Kami mengatakan beberapa hal satu sama lain pada jeda babak pertama. Kami harus bereaksi dan kami berhasil melakukannya,” ujar Thuram.
Respons tersebut kemudian terlihat di lapangan. Inter meningkatkan intensitas permainan dan mulai memberikan tekanan lebih besar kepada pertahanan Roma.
Hasilnya, Lautaro Martinez mencetak dua gol pada babak kedua untuk membawa Inter pulang dengan satu poin.
Kondisi Thuram Belum 100 Persen
Thuram juga berbicara mengenai kondisi fisiknya. Penyerang berusia 29 tahun itu mengakui bahwa dirinya masih dalam proses mengembalikan kebugaran terbaik.
“Saya belum berada di kondisi 100 persen, tetapi tenaga di kaki saya perlahan mulai pulih,”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Thuram masih berusaha mencapai kondisi fisik optimal setelah periode yang membuat kebugarannya belum sepenuhnya berada di level terbaik.
Meski demikian, ia tetap mampu memberikan kontribusi dalam pertandingan sulit menghadapi Roma.
Kondisi Thuram menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan Inter mengingat jadwal pertandingan yang padat. Kehadiran penyerang Prancis tersebut sangat penting bagi sistem permainan Cristian Chivu, terutama ketika Inter membutuhkan kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan bermain di ruang terbuka.
Lautaro Kembali Jadi Penyelamat Inter
Thuram kemudian memberikan pujian khusus kepada Lautaro Martinez.
Menurutnya, Lautaro bukan hanya kapten, tetapi juga pemimpin penting bagi skuad Nerazzurri.
“Dia adalah pemimpin kami, kapten, pemain yang fantastis. Dia menyelamatkan kami lagi malam ini,”
Lautaro memang kembali menunjukkan perannya sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Kapten Inter tersebut mencetak dua gol pada babak kedua untuk membatalkan keunggulan Roma. Gol keduanya pada menit ke-79 bahkan menjadi penentu yang memastikan Nerazzurri membawa pulang satu poin dari Olimpico.
Bagi Lautaro, brace tersebut sekaligus mempertegas kontribusinya sebagai pemain yang sering menjadi tumpuan Inter ketika tim berada dalam situasi sulit.
Thuram Akui Roma Tampil Spektakuler
Meski Inter berhasil melakukan comeback, Thuram tidak menutup mata terhadap kualitas permainan Roma.
Menurutnya, masalah Inter pada babak pertama bukan hanya karena kesalahan sendiri. Roma juga tampil sangat baik dan mampu membuat para pemain Nerazzurri kesulitan menemukan solusi.
“Babak pertama Roma sangat spektakuler. Kami tidak menemukan solusi, mereka tampil fantastis,”
Komentar tersebut menunjukkan apresiasi Thuram terhadap performa tim asuhan Gian Piero Gasperini.
Roma mampu menekan Inter sejak awal dan menciptakan sejumlah situasi berbahaya. Manu Koné kemudian membawa tuan rumah unggul dua gol sebelum Inter mengubah permainan setelah turun minum.
Inter Masih Harus Berbenah
Meski berhasil mendapatkan satu poin, Thuram menyadari bahwa Inter masih memiliki sejumlah hal yang harus diperbaiki.
“Ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan saya pikir kami akan melakukannya.”
Pernyataan tersebut sejalan dengan evaluasi Cristian Chivu setelah pertandingan. Pelatih Inter sebelumnya juga mengakui bahwa timnya harus meningkatkan pendekatan terhadap pertandingan dan kemampuan membaca permainan lawan.
Comeback dari ketertinggalan 0-2 kembali menunjukkan karakter Inter. Namun, terlalu sering memberikan keuntungan besar kepada lawan sejak babak pertama juga menjadi persoalan yang perlu segera diperbaiki.

Leave a Reply