
Tepat 100 tahun lalu, sebuah stadion yang kemudian menjadi salah satu ikon terbesar sepak bola Italia resmi dibuka. San Siro merayakan satu abad sejarah pada 19 September 2026, sekaligus memasuki babak baru dengan rencana pembangunan stadion modern di kawasan yang sama.
Selama satu abad, San Siro telah mengalami berbagai perubahan besar. Stadion yang awalnya dibangun dengan kapasitas hanya 35.000 penonton kini dikenal sebagai salah satu arena sepak bola paling ikonik di dunia.
Kini, perhatian kembali tertuju pada kawasan tersebut. Inter dan AC Milan berharap stadion baru yang direncanakan di area San Siro dapat mulai dibangun dan akhirnya diresmikan pada 2030.
San Siro Dibuka pada 19 September 1926
Stadion ini pertama kali dibuka pada 19 September 1926. Nama San Siro diambil dari nama kawasan di Milan tempat stadion tersebut berdiri.
Pertandingan pembuka merupakan laga Derby Milan antara AC Milan vs Inter. Pada masa awal berdirinya, San Siro memiliki desain yang jauh lebih sederhana dibandingkan bentuknya sekarang.
Stadion tersebut hanya memiliki empat tribun lurus dengan kapasitas sekitar 35.000 penonton.
Namun, perkembangan sepak bola dan meningkatnya minat masyarakat membuat stadion tersebut terus mengalami perluasan.
Kapasitas San Siro Terus Bertambah
Perubahan besar pertama terjadi pada 1935. Empat sektor sudut atau curve dibangun untuk menghubungkan tribun-tribun yang sebelumnya berdiri terpisah.
Dengan pembangunan tersebut, kapasitas San Siro meningkat menjadi sekitar 55.000 penonton.
Dua dekade kemudian, tepatnya pada 1955, stadion kembali diperluas dengan pembangunan tingkat kedua. Pada era ketika stadion belum diwajibkan menggunakan sistem seluruhnya dengan kursi, jumlah penonton yang dapat hadir bahkan mencapai sekitar 85.000 orang.
Transformasi tersebut perlahan mengubah San Siro menjadi salah satu stadion terbesar dan paling terkenal di Eropa.
Dari San Siro Menjadi Stadio Giuseppe Meazza
Nama stadion juga mengalami perubahan.
Pada 1980, San Siro secara resmi berganti nama menjadi Stadio Giuseppe Meazza, sebagai penghormatan kepada Giuseppe Meazza, salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Italia.
Meazza memiliki hubungan khusus dengan dua klub Milan. Ia pernah mengenakan seragam Inter maupun Milan sepanjang kariernya.
Meski demikian, nama San Siro tetap sangat melekat dalam kehidupan sepak bola kota Milan dan hingga kini masih menjadi sebutan yang paling populer untuk stadion tersebut.
Transformasi Besar Menjelang Piala Dunia 1990
Perubahan paling signifikan dalam sejarah modern San Siro terjadi menjelang Piala Dunia 1990 di Italia.
Stadion tersebut mendapatkan tingkat ketiga sekaligus atap yang menutupi bagian atas stadion. Setelah renovasi, kapasitasnya mencapai sekitar 85.700 penonton.
Upacara pembukaan Piala Dunia 1990 juga digelar di San Siro pada 8 Juni 1990.
Namun, renovasi besar tersebut menjadi pekerjaan signifikan terakhir yang mengubah struktur utama stadion.
Lebih dari tiga dekade kemudian, kebutuhan sepak bola modern membuat kondisi San Siro kembali menjadi bahan perdebatan panjang.
Inter dan Milan Bangun Stadion Baru
Usia bangunan menjadi salah satu alasan mengapa Inter dan Milan selama bertahun-tahun mendorong pembangunan stadion baru.
Kedua klub membutuhkan arena yang lebih modern, terutama dari sisi fasilitas, pengalaman penonton, komersial, dan pemanfaatan ruang.
Namun, proses menuju pembangunan stadion baru tidak berjalan mudah.
Selama sekitar satu dekade, rencana tersebut menghadapi berbagai proposal, perdebatan, proses hukum, serta pembahasan dengan pemerintah dan otoritas lokal.
Kini, proyek tersebut memasuki fase yang lebih konkret.
Stadion baru direncanakan dibangun di area yang berada di sekitar San Siro, yang secara efektif berada di kawasan yang kini digunakan sebagai area parkir Stadio Meazza.
Stadion Baru Ditargetkan Rampung pada 2030
Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, pembangunan stadion baru dapat dimulai dalam waktu dekat dan diresmikan pada Desember 2030.
Target tersebut memiliki arti penting bukan hanya bagi Inter dan Milan, tetapi juga bagi sepak bola Italia.
Italia bersama Turki akan menjadi tuan rumah EURO 2032, sehingga stadion baru di Milan berpotensi menjadi salah satu arena pertandingan turnamen tersebut apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Dengan demikian, San Siro baru berpotensi memasuki era berbeda hanya beberapa tahun setelah stadion lama merayakan satu abad keberadaannya.

Leave a Reply