Provedel: “Gabung Inter Mimpi yang Jadi Nyata, Toldo Idolaku”

Penjaga gawang Inter Milan, Ivan Provedel baru-baru ini menceritakan perjalanan kariernya yang luar biasa dalam program Welcome Kit, sebuah format kolaborasi antara Inter Milan dan Betsson.Sport yang tayang di DAZN.

Dari masa kecilnya yang mengidolakan legenda Nerazzurri hingga momen emosional saat mengenakan seragam biru-hitam, Provedel membuka lembaran baru dalam karier profesionalnya.

Panggilan Inter yang Sempat Bikin Tidak Percaya

Bergabung dengan klub sebesar Inter Milan pada bursa transfer musim panas lalu merupakan sebuah pencapaian puncak bagi Provedel.

Ia mengakui bahwa awalnya dirinya sempat merasa tidak percaya ketika mendengar ketertarikan dari klub peraih Scudetto tersebut.

“Saya sedikit tidak percaya, jujur saja sampai saya menandatanganinya, saya tidak ingin berpikir atau menaruh harapan palsu sampai semuanya selesai. Setelah itu, saya sangat bahagia,” ungkap Provedel.

Ketika diminta mendeskripsikan dirinya dalam tiga kata, ia memilih: tenang, pendiam, dan ideal. Sementara sebagai seorang penjaga gawang, ia tetap mendefinisikan karakternya sebagai sosok yang tenang dan tertutup di bawah mistar.

“Tenang, pendiam, ideal,”

Dari Tembok Rumah hingga Terinspirasi Francesco Toldo

Kisah Provedel di dunia sepak bola tidak langsung bermula sebagai seorang penjaga gawang. Ia memulai hobinya sejak kecil dengan menendang bola ke tembok rumah, namun tidak pernah bermain sebagai kiper di rumah.

“Saya mulai bermain sejak kecil, menendang bola ke tembok, dan saya mulai menjadi seorang penjaga gawang pada usia 15 tahun. Di rumah saya tidak bermain di bawah mistar gawang,”

Kecintaannya pada posisi penjaga gawang lahir saat ia menyaksikan aksi gemilang Francesco Toldo.

“Saya jatuh cinta dengan peran penjaga gawang ketika melihat Toldo. Dan sejak saat itu saya mulai berpikir bahwa suatu hari nanti saya ingin menjadi kiper, mungkin bahkan di Inter,” kenang Provedel.

Kecintaannya pada Inter semakin mendalam karena ia memang sudah menjadi seorang pendukung Nerazzurri sejak kecil.

Mengagumi sosok Toldo, ia juga memiliki kenangan khusus terhadap legenda kiper Inter lainnya, Julio Cesar.

Di matanya, Julio Cesar adalah sosok penjaga gawang yang laksana “kucing” karena mampu menjangkau bola di tempat yang tampaknya mustahil, selalu tampil emosional saat melompat, dan selalu menebar senyuman yang menyenangkan untuk disaksikan.

Rencana Cadangan dan Ritual Sebelum Pertandingan

Sebelum mantap meniti karier sebagai pesepak bola profesional, Provedel ternyata sudah menyiapkan rencana cadangan (Plan B) jika dirinya gagal di dunia si kulit bundar. Ia berniat untuk mengambil jalur pendidikan sebagai seorang fisioterapis.

Menghadapi tekanan pertandingan besar, Provedel memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Ia hanya fokus melakukan apa yang harus dikerjakan dengan cara sebaik mungkin.

Selain itu, ia memiliki ritual khusus sebelum berlaga: selalu menyempatkan diri menerima panggilan telepon dari seorang sahabat karib untuk sekadar bertukar obrolan ringan sebelum rapat teknis tim dimulai.

Di luar lapangan, kehidupan kiper bernomor punggung ini sangat sederhana. Selepas dari pusat latihan, ia memilih untuk beristirahat, menghabiskan waktu bersama keluarganya, serta menjalankan peran sebagai seorang ayah bagi kedua anak laki-lakinya. Panggilan pertamanya ke Timnas Italia pun diakuinya sebagai salah satu memori terindah dalam kariernya.

Kenangan Gol Legendaris Toldo ke Gawang Juventus dan Impian Serupa

Salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Inter Milan adalah ketika Francesco Toldo maju ke kotak penalti lawan dan mencetak gol dramatis ke gawang Juventus di detik-detik akhir pertandingan. Provedel masih mengingat jelas momen tersebut meski usianya masih sangat kecil.

“Itu adalah gol yang hebat, dia maju menyambut bola di detik-detik terakhir. Dia memasukkan segalanya ke dalam gol itu. Hebat, sangat hebat. Saya masih kecil, saya tetap terjaga meski sudah larut malam, dan ketika dia mencetak gol, saya membuat kehebohan di rumah,” kenangnya antusias.

Ketika ditanya apakah ia ingin mengulangi momen bersejarah tersebut bersama Inter, Provedel menjawab sambil tersenyum:

“Semoga saja kita tidak perlu sampai maju ke kotak penalti di menit akhir, tetapi jika itu harus terjadi, Mister harus memberi saya izin dan semoga itu berhasil. Semoga beruntung,”

Janji untuk Publik San Siro

Menatap tantangan ke depan, Provedel telah menetapkan target utamanya sebagai pemain Inter Milan. Target pertamanya adalah membuktikan bahwa dirinya memang layak berada di klub ini dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi tim.

Mengenakan seragam Nerazzurri baginya adalah sebuah mimpi yang terwujud, dan ia menutup sesinya dengan sebuah janji sederhana namun tegas kepada para pendukung: memberikan komitmen maksimal dan mengerahkan segalanya di atas lapangan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*