Inter Bangkit Lawan Roma, Lautaro: “Mentalitas Kami Berubah di Babak Kedua”

Lautaro Martinez kembali menunjukkan statusnya sebagai pemimpin Inter Milan. Kapten Nerazzurri itu mencetak dua gol dalam comeback melawan AS Roma pada pekan ke-5 Serie A 2026-27 di Stadio Olimpico, sekaligus menyelamatkan timnya dari kekalahan setelah tertinggal 0-2 pada babak pertama.

Performa Lautaro menjadi sorotan utama pertandingan. Dua golnya menjadi bukti bahwa penyerang asal Argentina tersebut kembali tampil sebagai pemain yang mampu muncul ketika tim berada dalam situasi sulit.

Lautaro Jadi Motor Comeback Inter

Inter memasuki babak kedua dalam kondisi tertinggal dua gol. Manu Koné menjadi mimpi buruk Nerazzurri dengan mencetak dua gol pada babak pertama dan membuat tim asuhan Cristian Chivu berada dalam tekanan besar.

Namun, situasi berubah setelah jeda.

Inter meningkatkan intensitas permainan dan mulai memberikan tekanan lebih besar kepada Roma. Lautaro kemudian mengambil peran utama dalam kebangkitan tersebut.

Gol pertamanya lahir pada menit ke-46, sementara gol kedua tercipta pada menit ke-79. Gol terakhir bahkan menjadi penentu yang membawa Inter menyamakan kedudukan setelah sebelumnya tertinggal dua gol.

Bagi Lautaro, perubahan tersebut bukan sekadar soal taktik, tetapi juga mentalitas dan sikap tim di atas lapangan.

“Kami memainkan babak pertama yang harus dilupakan, tetapi di babak kedua kami mengubah mentalitas dan sikap,” ujar Lautaro.

Pernyataan tersebut menggambarkan evaluasi Lautaro terhadap permainan Inter. Sang kapten mengakui bahwa ketika sebuah tim kehilangan satu babak, pekerjaan untuk mengejar ketertinggalan menjadi jauh lebih sulit.

“Ketika Anda menjalani satu babak dengan buruk, menjadi sulit untuk mengejar ketertinggalan. Tetapi kami mendapatkan satu poin penting untuk perjalanan kami,” lanjutnya.

Lautaro: Roma Memang Layak Mendapat Apresiasi

Hasil imbang di Olimpico tidak dianggap Lautaro sebagai dua poin yang hilang begitu saja. Sang kapten justru mengakui kualitas Roma, terutama melihat performa mereka pada awal musim.

Menurut Lautaro, satu poin tetap memiliki nilai penting mengingat Roma mampu memberikan perlawanan kuat.

“Melihat bagaimana Roma bermain, ini adalah satu poin yang sangat bagus,”

Hasil tersebut juga memperlihatkan karakter Inter yang kembali menolak menyerah meski berada dalam posisi sulit.

Nerazzurri kembali menunjukkan kemampuan untuk bangkit setelah tertinggal dua gol. Sebelumnya, Inter juga sempat menghadapi situasi serupa dalam beberapa pertandingan musim ini.

Kali ini, Lautaro menjadi pemain yang memastikan comeback tersebut benar-benar terjadi.

Masalah Inter Bukan Persiapan Pertandingan

Menariknya, Lautaro tidak menilai persoalan Inter terletak pada persiapan sebelum pertandingan.

Kapten Nerazzurri tersebut mengatakan tim sebenarnya mempersiapkan pertandingan dengan benar. Namun, persoalan muncul ketika rencana tersebut tidak diterjemahkan dengan sikap yang tepat saat pertandingan berlangsung.

“Ini masalah sikap. Kami mempersiapkan pertandingan dengan benar, tetapi sikap kami tidak menunjukkannya. Setelah itu kami harus melakukan comeback,”

Komentar tersebut menjadi evaluasi penting setelah Inter kembali harus mengejar ketertinggalan.

Bagi tim dengan ambisi besar di Serie A dan Liga Champions, kemampuan melakukan comeback memang menjadi modal penting. Namun, dari sudut pandang Lautaro, situasi seperti ini juga menunjukkan bahwa Inter harus mampu mempertahankan konsistensi sejak menit pertama.

Lautaro Bicara soal Kondisi Fisik

Selain membahas pertandingan, Lautaro juga menjelaskan persiapannya secara fisik untuk musim ini.

Penyerang Argentina tersebut mengaku memberikan perhatian khusus terhadap kondisi tubuhnya setelah pengalaman berat pada musim sebelumnya, termasuk ketika tampil di Piala Dunia Antarklub.

“Saya menjaga kondisi fisik saya. Piala Dunia Antarklub merupakan pukulan yang sangat berat bagi saya tahun lalu,”

Lautaro kemudian menjelaskan bahwa dirinya sengaja melakukan persiapan dengan lebih serius agar bisa mengawali musim dalam kondisi terbaik.

“Karena itu, untuk musim ini saya sangat memperhatikan kondisi fisik agar bisa langsung berada dalam kondisi terbaik,”

Bagi seorang striker yang menjadi pusat permainan sekaligus kapten tim, kondisi fisik Lautaro tentu menjadi salah satu faktor penting bagi Inter.

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak pertandingan yang dijalani dalam kondisi harus mengejar ketertinggalan, termasuk ketika membela Argentina di Piala Dunia Antarklub.

Namun, fokusnya tetap jelas: memberikan seluruh kemampuan untuk Inter.

“Bagi saya, hal yang paling penting adalah memberikan segalanya untuk Inter,”

Penghormatan Lautaro untuk Sandro Mazzola

Pertandingan di Olimpico juga memiliki dimensi emosional bagi keluarga besar Inter. Sebelum laga, dunia Nerazzurri berduka atas meninggalnya Sandro Mazzola, salah satu legenda terbesar dalam sejarah klub.

Lautaro secara khusus memberikan penghormatan kepada Mazzola setelah pertandingan.

“Sandro Mazzola adalah legenda Inter dan sepak bola Italia. Dia adalah sosok besar dalam sejarah kami dan saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya pada saat seperti ini.”

Penghormatan tersebut menjadi semakin bermakna karena Lautaro mengenakan ban kapten Inter dalam pertandingan yang berlangsung tidak lama setelah kepergian legenda tersebut.

Di tengah suasana emosional, Lautaro kemudian menjadi pemain yang paling menentukan bagi Nerazzurri di atas lapangan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*