
Pelatih Real Madrid, José Mourinho menjadi pusat perhatian menjelang duel panas timnya kontra Inter Milan di Santiago Bernabéu dalam laga perdana Liga Champions 2026-27, Rabu (9/9/26) pukul 02.00 WIB.
Pelatih asal Portugal itu memberikan pandangannya kepada Sky Sport sebelum pertandingan Liga Champions, sekaligus melontarkan sejumlah komentar menarik mengenai mantan klubnya.
Mourinho datang ke pertandingan tersebut dengan ikatan emosional yang sangat kuat terhadap Real Madrid maupun Inter. Ia pernah membawa Nerazzurri meraih sejarah luar biasa pada 2010, ketika Inter memenangkan treble.
Namun kali ini situasinya berbeda.
Mourinho bekerja untuk Real Madrid, sehingga Bernabéu menjadi markasnya. Meski begitu, ia mengaku tetap berharap bisa melihat Inter melangkah jauh di kompetisi Eropa.
“Saat ini stadion ini adalah stadion saya karena saya bekerja untuk Real Madrid, tetapi juga karena 22 Mei 2010. Kita lihat apa yang terjadi besok. Setiap pertandingan penting bagi kami, tetapi juga bagi Inter. Ada delapan pertandingan dan saya berharap bisa melihat Inter lagi di fase berikutnya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan Mourinho dengan Inter masih memiliki tempat khusus dalam dirinya.
Mourinho: Inter Sudah Bermain dengan “Mata Tertutup”
Ketika ditanya mengenai Inter yang akan dihadapi Real Madrid, Mourinho memberikan pujian besar.
Menurutnya, kekuatan Inter bukan hanya berasal dari kualitas individu, tetapi juga konsistensi model permainan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Inter adalah tim yang luar biasa. Selama enam tahun, sejak Antonio Conte, kemudian Inzaghi hingga Chivu, mereka selalu memiliki model permainan yang sama, sistem taktik yang sama, dan banyak pemain yang sama,”
Karena kontinuitas tersebut, Mourinho menilai Inter sudah memiliki tingkat pemahaman yang sangat tinggi di antara para pemainnya.
Bahkan ia menggunakan gambaran yang cukup menarik: Inter bisa bermain dengan mata tertutup.
Artinya, para pemain Nerazzurri sudah sangat memahami posisi, pergerakan, pola serangan, serta mekanisme permainan satu sama lain.
Mourinho juga menyoroti tiga aspek yang menurutnya menjadi kekuatan Inter: kematangan, kualitas, dan fisik.
“Inter dapat bermain dengan mata tertutup, mereka memiliki kematangan dan kualitas, tetapi juga fisik,”
Satu Hal yang Membuat Mourinho Heran
Menariknya, setelah memberikan pujian panjang, Mourinho kemudian melontarkan sebuah sindiran sekaligus pengakuan yang cukup mengejutkan.
Menurutnya, satu-satunya hal yang membuatnya heran dalam beberapa tahun terakhir adalah fakta bahwa Inter belum berhasil memenangkan Liga Champions.
“Satu-satunya kejutan dalam beberapa tahun terakhir adalah mereka belum memenangkan Liga Champions.”
Komentar tersebut cukup tajam.
Inter memang beberapa kali menunjukkan kemampuan untuk bersaing di level tertinggi Eropa. Namun perjalanan mereka di Liga Champions belum berakhir dengan trofi.
Bagi Mourinho, dengan struktur permainan yang stabil, kualitas skuad, pengalaman, dan kontinuitas yang dimiliki Inter, kegagalan meraih Liga Champions menjadi sesuatu yang sulit dipahami.

Leave a Reply