
Inter Milan akan menghadapi salah satu ujian penting dalam perjalanan mereka di Serie A musim ini. Menghadapi Roma di Olimpico dalam laga pekan ke-5, Cristian Chivu tampaknya tidak ingin mengambil terlalu banyak risiko dalam menentukan komposisi lini depan.
Pelatih Nerazzurri disebut akan mengandalkan duet andalannya, yakni Lautaro Martinez dan Marcus Thuram, atau yang akrab disebut sebagai Thu-La.
Jika benar dimainkan sejak menit pertama, pertandingan melawan Roma akan menjadi kesempatan pertama musim ini bagi kedua penyerang tersebut untuk menjadi starter bersama di Serie A.
Chivu Kembali Percayakan Thu-La
Menurut laporan Il Giorno, Chivu memilih opsi yang sudah teruji untuk menghadapi Roma.
“Chivu memilih jalan aman: Thu-La kembali bermain sejak menit pertama dan untuk pertama kalinya musim ini di Serie A,” tulis Il Giorno.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Chivu ingin memasang kekuatan terbaiknya dalam pertandingan yang diperkirakan berlangsung ketat.
Lautaro dan Thuram memiliki karakteristik yang saling melengkapi. Lautaro mampu bermain lebih dekat dengan kotak penalti sekaligus turun membantu menghubungkan lini tengah dan serangan. Sementara Thuram menawarkan kecepatan, kekuatan fisik, serta kemampuan membawa bola dalam transisi.
Kombinasi tersebut telah menjadi salah satu senjata utama Inter dalam beberapa musim terakhir.
Thu-La Kembali Bersama di Serie A
Salah satu hal menarik dari keputusan Chivu adalah momen kembalinya duet tersebut sebagai starter di Serie A.
Pada awal musim, Chivu melakukan sejumlah penyesuaian di lini depan. Kondisi pemain, rotasi, serta kebutuhan taktik membuat Lautaro dan Thuram tidak tampil bersama sejak menit pertama di Serie A.
Namun, menghadapi Roma, situasinya berbeda.
Pertandingan besar membutuhkan pengalaman dan kualitas pemain yang sudah memahami satu sama lain. Karena itu, Chivu tampaknya memilih formula yang lebih familiar dengan menempatkan Lautaro dan Thuram sebagai ujung tombak.
Keputusan tersebut juga memberikan pesan jelas mengenai status keduanya dalam proyek permainan Inter.
Saatnya Menghapus Label “Mal di Big”
Selain persoalan taktik, pertandingan Roma vs Inter juga membawa isu lain bagi Nerazzurri.
Il Giorno menyebut terdapat satu label yang ingin dihapus secara permanen dari Inter, yakni “mal di big” atau kesulitan menghadapi tim-tim besar.
Label tersebut muncul karena hasil Inter ketika menghadapi lawan-lawan papan atas pada musim sebelumnya.
Namun, Inter sudah mulai memberikan respons.
“Remontada melawan Napoli turut membantu menghapusnya,” tulis Il Giorno.
Kemenangan atau hasil positif dalam pertandingan besar menjadi penting untuk membangun kembali keyakinan bahwa Inter mampu menghadapi lawan dengan kualitas tinggi tanpa kehilangan identitas permainannya.
Karena itu, pertandingan di Olimpico kali ini memiliki konteks tambahan bagi Inter.
Nerazzurri bukan hanya ingin mendapatkan tiga poin dari salah satu pesaing di papan atas. Mereka juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa masalah ketika menghadapi tim besar tidak lagi menjadi bagian dari identitas mereka.
Dengan Lautaro dan Thuram berada di lini depan sejak awal, Chivu tampaknya ingin mengirimkan sinyal bahwa Inter datang ke Roma dengan pendekatan maksimal.

Leave a Reply