
Kiper Inter Milan, Josep Martinez kembali menuai kritik. Setelah melakukan kesalahan fatal saat menghadapi Real Madrid di Liga Champions, kiper asal Spanyol itu kembali tampil kurang meyakinkan ketika Nerazzurri mengalahkan Udinese 5-3 dalam laga pekan ke-4 Serie A 2026-27.
Kondisi tersebut mulai dianggap sebagai persoalan serius menjelang duel melawan AS Roma.
Kemenangan 5-3 atas Udinese memang membawa Inter Milan meraih tiga poin penting di Serie A.
Namun, pertandingan tersebut juga kembali memperlihatkan satu persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan: performa Josep Martinez di bawah mistar gawang.
Hanya beberapa hari setelah kesalahan yang berujung pada gol Real Madrid di Liga Champions, Martinez kembali berada dalam sorotan.
Menurut analisis Gazzetta dello Sport, Josep Martinez menunjukkan penampilan yang belum memberikan rasa aman, baik ketika menguasai bola maupun saat berada di antara tiang gawang.
Situasi ini menjadi perhatian serius bagi pelatih Cristian Chivu. Sebab, persoalan seorang kiper tidak hanya berkaitan dengan penyelamatan yang dilakukan. Rasa percaya diri penjaga gawang juga dapat memengaruhi ketenangan dan stabilitas seluruh lini pertahanan.
Martinez Kembali Tampil Kurang Meyakinkan
Saat menghadapi Udinese, Inter memang mampu mencetak lima gol dan membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal 0-2. Namun, di sisi lain, Nerazzurri kembali kebobolan tiga gol.
Sorotan terutama mengarah kepada Martinez yang dianggap belum mampu memberikan ketenangan maksimal dari belakang.
Masalah tersebut semakin terasa karena performanya terjadi tidak lama setelah kesalahan ketika menghadapi Real Madrid. Dalam pertandingan di Santiago Bernabeu, Martinez menjadi salah satu pemain yang mendapat kritik setelah kesalahan individu ikut berkontribusi terhadap kekalahan Inter.
Kini, performa yang kembali diragukan membuat posisi Martinez semakin berada di bawah tekanan.
Gazzetta dello Sport bahkan menggambarkan situasi sang kiper sebagai persoalan yang mulai mendesak bagi Inter.
“Dengan masalah Martinez di posisi penjaga gawang yang kini sudah mendesak, dia sedang mengalami semacam drama pribadi akibat rasa tidak percaya diri, dengan perilaku yang bisa dibilang ekstrem dan sangat tidak seimbang. Ketika menyerang, Inter mampu membuat lawan ketakutan, tetapi begitu kebobolan, mereka terlihat seperti tim yang tidak berdaya. Dan lawan mereka adalah Udinese. Mari kita lihat bagaimana mereka tampil melawan Roma, yang belakangan ini tidak mengenal ampun,” tulis Gazzetta dello Sport.
Penilaian tersebut menunjukkan adanya kontras besar dalam permainan Inter saat ini. Ketika menyerang, tim asuhan Chivu terlihat sangat agresif dan produktif.
Namun ketika kehilangan momentum atau melakukan kesalahan di belakang, pertahanan mereka bisa terlihat rapuh.
Masalah Bukan Hanya Soal Penyelamatan
Kiper modern dituntut memiliki kemampuan lebih dari sekadar menghentikan tembakan. Martinez juga harus mampu menjadi pemain pertama dalam pembangunan serangan Inter.
Dalam sistem Chivu, penjaga gawang memiliki peran penting ketika tim mencoba memainkan bola dari belakang. Karena itu, kualitas umpan, pengambilan keputusan, keberanian keluar dari sarang, serta ketenangan ketika berada di bawah tekanan menjadi aspek yang sangat penting.
Di sinilah Martinez kembali mendapat sorotan.
Ketika distribusinya tidak akurat atau keputusan yang diambil terlihat ragu-ragu, tekanan tersebut dapat merembet kepada para pemain bertahan di depannya. Bek menjadi lebih berhati-hati, garis pertahanan bisa kehilangan keberanian untuk naik, dan lawan mendapatkan peluang untuk memberikan tekanan lebih tinggi.
Dengan kata lain, persoalan Martinez bukan semata-mata berapa banyak penyelamatan yang dia lakukan.
Rasa aman yang diberikan kepada pertahanan juga menjadi ukuran penting bagi seorang penjaga gawang.
Provedel Menunggu Kesempatan
Di tengah situasi tersebut, nama Ivan Provedel mulai kembali diperhatikan.
Kiper Italia itu berada di belakang Martinez dan tentu akan menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan Chivu apabila masalah kepercayaan diri Martinez terus berlanjut.
Kehadiran Provedel membuat persaingan di posisi penjaga gawang Inter menjadi semakin menarik. Chivu memiliki dua pilihan: tetap memberikan kepercayaan kepada Martinez untuk membangun kembali mentalnya atau memberikan kesempatan kepada Provedel untuk mengubah situasi.
Namun, keputusan tersebut tidak sederhana.
Mengganti penjaga gawang setelah beberapa kesalahan bisa memberikan tekanan tambahan kepada Martinez. Sebaliknya, terus mempertahankannya tanpa adanya peningkatan performa juga berisiko membuat rasa tidak aman semakin menyebar ke lini pertahanan.
Chivu harus menemukan keseimbangan antara menjaga kepercayaan pemain dan memastikan Inter memiliki fondasi pertahanan yang cukup kuat.
Jika menghadapi Udinese saja Inter masih memberikan ruang untuk kritik di lini belakang, tantangan berikutnya akan jauh lebih berat.
Inter dijadwalkan menghadapi Roma, lawan yang memiliki kualitas dan kemampuan memberikan tekanan lebih tinggi.
Inilah alasan mengapa persoalan Martinez menjadi semakin penting.

Leave a Reply