
Nicolò Barella kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu pemain paling penting di Inter Milan.
Mengenakan ban kapten saat Lautaro Martinez absen, Barella menjadi simbol perjuangan Nerazzurri ketika menghadapi Udinese di pekan ke-4 Serie A 2026-27.
Jatuh di kotak penalti, bangkit, lalu mencetak gol penyama kedudukan yang membuka jalan bagi comeback Inter Milan.
Ada satu sosok yang seolah mampu menggambarkan perjalanan Inter Milan dalam sepekan terakhir, yakni Nicolò Barella.
Seperti timnya, Barella jatuh, bangkit, kembali mendapat tekanan, lalu berdiri lagi. Ketika keadaan terlihat buruk, gelandang asal Italia itu justru menemukan energi untuk mengubah situasi.
Itulah yang terjadi ketika Inter menghadapi Udinese.
Nerazzurri sempat tertinggal Dua gol. Namun, mereka kembali menemukan karakter dan membalikkan keadaan hingga menang 5-3. Di tengah comeback tersebut, Barella memainkan peran yang sangat penting.
Barella Jatuh, Lalu Bangkit untuk Menyamakan Skor
Inter mengawali pertandingan dengan situasi yang tidak ideal. Dua gol Udinese membuat Nerazzurri kembali harus melakukan comeback, setelah sebelumnya melakukan hal serupa ketika mengalahkan Napoli.
Namun, Barella tidak membiarkan situasi tersebut membuat Inter kehilangan arah.
Gelandang berusia 29 tahun itu sempat terjatuh di kotak penalti. Tetapi beberapa detik kemudian dia bangkit dan melepaskan tembakan keras yang mengubah skor menjadi 2-2.
Gol tersebut bukan sekadar penyama kedudukan.
Itu adalah ledakan emosi yang menggambarkan bagaimana Inter mencoba menemukan kembali dirinya setelah berada dalam posisi sulit.
Barella seperti menyulut api yang kemudian membakar semangat seluruh tim.
Setelah gol tersebut, permainan Inter berubah. Tim asuhan Cristian Chivu mulai menemukan kembali intensitas, keberanian dan ketenangan dalam menguasai pertandingan.
Kemudian gol-gol berikutnya datang.
Thuram membawa Inter berbalik unggul, Pio Esposito menambah gol keempat, dan Ange-Yoan Bonny melengkapi pesta gol Nerazzurri menjadi 5-2 sebelum Udinese memperkecil ketertinggalan.
Ban Kapten Membuat Barella Semakin Berpengaruh
Pada pertandingan tersebut, Chivu memberikan waktu istirahat kepada Lautaro Martinez.
Artinya, ban kapten Inter berpindah ke lengan Barella.
Dan sang wakil kapten menjawab kepercayaan tersebut dengan performa yang sangat lengkap.
Corriere dello Sport menilai bahwa gol penyama kedudukan yang dicetak Barella menggambarkan keseluruhan pertandingan yang dimainkan sang gelandang.
Dalam situasi paling sulit, Barella tampil semakin dominan. Ia bermain di seluruh area lapangan, memenangkan duel, membantu pertahanan, menghubungkan lini tengah dengan serangan, sekaligus menjadi penggerak ketika Inter membutuhkan respons.
Menariknya, kontribusinya tidak berhenti setelah mencetak gol.
Barella menjadi bagian penting dalam proses terciptanya gol Thuram. Ia mengirim bola dengan tepat kepada Andy Diouf yang kemudian memberikan assist kepada penyerang Prancis tersebut.
Ketika Bonny mencetak gol kelima Inter, Barella kembali memperlihatkan kualitas distribusinya melalui umpan ke sisi kiri yang mengarah kepada Federico Dimarco.
Dengan kata lain, Barella tidak hanya mencetak gol.
Dia menjadi pemain yang membantu menghidupkan kembali seluruh mesin Inter.
Serie A adalah Perlombaan Tahap demi Tahap
Sebelum pertandingan melawan Udinese, Barella sudah menunjukkan mentalitas yang ingin dia bawa sepanjang musim.
“Serie A adalah perlombaan tahap demi tahap. Kami harus fokus pada setiap pertandingan, meskipun ada pertandingan yang memiliki daya tarik lebih besar dan ada yang tidak. Semuanya tetap memberikan tiga poin. Keinginan kami selalu sama: berusaha menang,” ujarnya.
Pesan tersebut mencerminkan mentalitas Inter sebagai juara bertahan.
Barella juga menegaskan bahwa Inter tidak ingin membuat perjalanan tim-tim lain untuk merebut Scudetto menjadi mudah.
“Kami memiliki Scudetto yang terjahit di dada. Kami tidak ingin membuatnya mudah bagi siapa pun yang mencoba merebutnya dari kami,”
Kalimat tersebut semakin relevan setelah Inter tertinggal dua gol dari Udinese.
Juara bertahan tidak boleh panik hanya karena sebuah pertandingan berjalan di luar rencana.
Dan Barella menunjukkan bagaimana seorang pemimpin harus bereaksi.
Barella, Pemain yang Selalu Ada di Mana-Mana
Salah satu alasan mengapa Barella menjadi pemain yang sangat dipercaya Chivu adalah konsistensinya.
Dia bukan hanya gelandang yang mampu mencetak gol atau memberikan assist. Barella mampu melakukan hampir semuanya.
Ketika Inter membutuhkan tekanan dari lini tengah, dia maju.
Ketika pertahanan membutuhkan bantuan, dia turun.
Ketika serangan membutuhkan pemain tambahan, dia masuk ke kotak penalti.
Ketika tim membutuhkan seseorang untuk mengangkat mental rekan-rekannya, dia berada di sana.
Karena itu, julukan “uomo ovunque” atau pemain yang ada di mana-mana sangat cocok untuk menggambarkan Barella.
Pada malam ketika Hakan Calhanoglu juga tidak tersedia, peran Barella menjadi semakin penting.
Dia menjadi salah satu sumber energi utama Inter di lini tengah.
Jatuh Saat Lawan Napoli, Bangkit Lagi Saat Hadapi Udinese
Ini bukan pertama kalinya Barella memperlihatkan kemampuan untuk merespons kesalahan.
Saat menghadapi Napoli, dia juga sempat melakukan kesalahan yang berujung pada gol Matteo Politano.
Namun, Barella tidak tenggelam dalam kesalahan tersebut.
Dia kembali memberikan reaksi dan membantu Inter memenangkan pertandingan.
Situasi yang sama kembali terjadi ketika menghadapi Udinese.
Ada kesalahan, ada tekanan, tetapi kemudian muncul reaksi.
Jatuh bukan masalah bagi Barella. Yang penting adalah bagaimana dia bangkit.
Dan karakter tersebut juga sedang ditunjukkan oleh Inter.

Leave a Reply