Mbappé Waspadai Inter: “Pertandingan Ini Akan Sulit”

Kylian Mbappé begitu antusias kembali berlaga di Liga Champions bersama Real Madrid. Penyerang asal Prancis tersebut berbicara kepada media dalam konferensi pers menjelang duel Real Madrid vs Inter di Santiago Bernabéu pada Rabu (9/9/26) pukul 02.00 WIB.

Mbappé mengakui bahwa pertandingan melawan Inter tidak akan mudah. Namun, bermain di Liga Champions dan terlebih lagi di hadapan publik Bernabéu memberikan motivasi tambahan bagi Real Madrid.

“Saya sangat senang bisa kembali bermain di Liga Champions. Kami selalu bahagia dan termotivasi untuk bermain di kompetisi ini, terlebih di Bernabéu. Itu memberikan motivasi ekstra. Besok akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujar Mbappé, seperti dikutip oleh FCInter1908.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana Mbappé memandang duel melawan Inter. Real Madrid memiliki ambisi besar di Eropa, tetapi Inter datang dengan modal identitas permainan yang semakin matang.

Mbappé dan Vinicius Disebut Tidak Cocok

Memasuki musim ketiganya bersama Real Madrid, Mbappé kembali mendapatkan pertanyaan mengenai hubungannya dengan Vinicius Junior.

Ada pihak yang menilai kedua pemain tersebut tidak cocok karena sama-sama memiliki kecenderungan bermain di area kiri.

Mbappé memilih tidak mempermasalahkan opini tersebut.

“Itu hanya salah satu opini dari banyak opini lainnya. Kami sebagai pemain tidak bisa mengontrol apa yang dikatakan orang lain. Tujuan kami adalah memenangkan trofi. Kami bisa mendengarkan orang lain untuk berkembang, lalu terus melangkah,”

Bagi Mbappé, perdebatan mengenai kompatibilitas dirinya dengan Vinicius tidak boleh mengganggu fokus utama Real Madrid.

Trofi tetap menjadi tujuan.

Daripada terlalu memikirkan opini eksternal, Mbappé ingin dirinya dan rekan-rekannya terus mencari cara untuk berkembang sebagai sebuah tim.

Mbappé Puji Mourinho: Tahu Cara Membuat Tim Menang

Mbappé juga memberikan pandangannya mengenai José Mourinho yang kini menangani Real Madrid.

Menurutnya, Mourinho membawa pengalaman dan pengetahuan yang sangat penting, terutama dalam membangun mentalitas tim yang ingin memenangkan pertandingan.

“Mourinho membawa pengetahuannya. Dia tahu bagaimana cara menang dan bagaimana membuat tim bermain dengan motivasi yang sangat tinggi. Kami berada di arah yang tepat untuk meraih kemenangan,”

Mbappé juga menegaskan bahwa suasana di ruang ganti Real Madrid tetap positif.

Para pemain bekerja keras untuk mempersiapkan setiap pertandingan.

Namun, ia mengakui ada satu masalah yang perlu diperbaiki: Real Madrid belum mencetak cukup banyak gol meski mampu bermain dengan baik.

Dan Mbappé tidak ingin lari dari tanggung jawab.

“Kami bermain dengan baik, tetapi tidak mencetak banyak gol. Jadi, itu juga menjadi kesalahan saya karena mencetak gol adalah tanggung jawab saya,”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mbappé sadar ekspektasi terhadap dirinya sangat tinggi.

Mourinho Sebut Mbappé Layak Raih Ballon d’Or

Sebelumnya, Mourinho menyebut Mbappé sebagai salah satu pemain yang pantas bersaing memperebutkan Ballon d’Or.

Mbappé tidak menghindar dari pembicaraan tersebut.

Menurutnya, bermain untuk Real Madrid secara otomatis membuat seorang pemain mendapatkan perhatian lebih besar dalam penghargaan individu.

“Ketika bermain untuk Real Madrid, klub terbaik di dunia, wajar jika orang-orang berpikir kami juga bisa bersaing untuk penghargaan individu,”

Selalu Menganggap Diri yang Terbaik

Ketika ditanya apakah dirinya merasa sebagai pemain terbaik di dunia, Mbappé memberikan jawaban penuh keyakinan.

“Saya selalu berpikir begitu, tetapi itu adalah sesuatu yang bersifat pribadi,”

Ia memahami bahwa setiap orang mempunyai penilaian masing-masing.

Ada yang menganggapnya sebagai pemain terbaik dunia, sementara sebagian lainnya memiliki pilihan berbeda.

Menurut Mbappé, musim ini memang bisa menjadi tahun yang bagus untuk memenangkan Ballon d’Or. Namun, suara para jurnalis tetap akan menentukan siapa yang akhirnya mendapatkan penghargaan tersebut.

Mbappé Tak Masalah Jika Harus Mengorbankan Gol Demi Trofi

Mbappé juga mendapatkan pertanyaan mengenai perbandingannya dengan Cristiano Ronaldo, legenda Real Madrid yang memiliki catatan gol luar biasa bersama klub tersebut.

Jawaban Mbappé cukup menarik.

“Saya berharap mencetak lebih sedikit gol jika setelah itu kami memenangkan trofi,”

Baginya, statistik individu bukan tujuan utama.

Ia tentu ingin terus mencetak gol sebanyak mungkin, tetapi jumlah gol tidak otomatis menjamin keberhasilan sebuah tim.

“Angka-angka bukan hal yang paling penting. Jika saya mencetak 40 gol, kami bisa saja memenangkan gelar, tetapi kalau saya mencetak lebih banyak gol, bukan berarti kami pasti akan menang. Tentu saya ingin mencetak lebih banyak gol, tetapi saya ingin memenangkan trofi,”

Mentalitas tersebut menunjukkan perubahan perspektif yang penting.

Mbappé tidak ingin hanya dikenal sebagai mesin gol. Ia ingin kesuksesannya diukur dari trofi yang berhasil dimenangkan bersama Real Madrid.

Peran di Real Madrid Berbeda dengan Timnas Prancis

Mbappé juga menjelaskan mengapa perannya bersama Real Madrid tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan tugasnya bersama tim nasional Prancis.

“Berbeda bermain untuk tim nasional dan Real Madrid. Di tim nasional saya adalah kapten,”

Namun, terlepas dari status tersebut, Mbappé menegaskan bahwa dirinya selalu ingin berkembang sebagai pemain.

Ia mengaku pernah bekerja dengan banyak pelatih yang memiliki visi berbeda.

Menurutnya, semua pengalaman tersebut membantu dirinya menjadi pemain yang lebih lengkap karena ia harus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi.

“Saya harus beradaptasi dengan situasi yang berbeda untuk selalu menjadi lebih baik,”

Dua Liga Champions PSG Tanpa Mbappé

Salah satu pertanyaan paling sensitif dalam konferensi pers adalah mengenai Paris Saint-Germain.

PSG berhasil memenangkan dua trofi Liga Champions setelah Mbappé meninggalkan klub tersebut. Apakah Mbappé setuju jika ada pihak yang menghubungkan kesuksesan tersebut dengan kepergiannya?

Jawabannya sangat tegas.

“Itu hanya pendapat seseorang, saya tidak peduli,”

Mbappé menilai dirinya memahami sepak bola dengan cukup baik untuk mengetahui bahwa kesuksesan sebuah klub tidak bisa disederhanakan hanya pada satu pemain.

Ia juga menyindir pemberitaan yang menurutnya terkadang lebih mengutamakan judul yang menarik daripada konteks sebenarnya.

“Saya tahu bahwa saya tidak mengetahui semuanya tentang sepak bola, tetapi saya memahaminya jauh lebih baik daripada banyak orang lainnya. Sering kali ada kata-kata dan judul yang dibuat untuk menjual, tetapi saya tidak tertarik,”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mbappé tidak ingin terjebak dalam narasi bahwa PSG baru sukses di Eropa setelah dirinya pergi.

Baginya, perjalanan sebuah tim dipengaruhi banyak faktor dan tidak bisa dijelaskan hanya melalui satu hubungan sebab-akibat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*