
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu menegaskan kesiapan timnya menjelang pertandingan berat melawan Real Madrid dalam laga pembuka Liga Champions 2026-27 di Santiago Bernabéu, Rabu (9/9/26) pukul 02.00 WIB.
Bagi Chivu, pertandingan ini menjadi awal dari perjalanan Inter untuk mengejar target mereka di Liga Champions musim ini.
Berbicara kepada Inter TV sehari sebelum laga, Chivu mengingatkan bahwa Liga Champions merupakan kompetisi yang berbeda dibandingkan Serie A.
Menurutnya, Inter harus menghadapi turnamen dengan pendekatan tersendiri karena formatnya terdiri dari delapan pertandingan pada fase liga.
“Ini adalah kompetisi yang berbeda. Ini seperti turnamen mini dengan delapan pertandingan,” ujarnya.
Pertandingan pertama langsung membawa Inter ke salah satu stadion paling ikonik di dunia. Mereka akan menghadapi Real Madrid di Bernabéu, markas yang dikenal sangat sulit ditaklukkan oleh tim tamu.
Chivu Tak Ingin Inter Kehilangan Identitas
Meski menyadari besarnya tantangan, Chivu tidak ingin anak asuhnya bermain dengan rasa takut. Fokus utama Inter adalah tetap menjadi diri mereka sendiri dan mempertahankan identitas permainan yang sudah dibangun.
“Kami akan melakukan yang terbaik untuk mempertahankan identitas kami. Saya yakin kami akan memainkan pertandingan yang hebat,” lanjutnya
Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan Chivu menghadapi laga besar. Real Madrid memiliki kualitas individu luar biasa, tetapi Inter tidak ingin mengubah karakter mereka hanya karena menghadapi lawan sekelas Los Blancos.
Bagi Chivu, keberanian untuk tetap memainkan sepak bola mereka sendiri akan menjadi salah satu faktor penting di Bernabéu.
Inter Sudah Terbiasa Bermain di Panggung Besar
Chivu juga menegaskan bahwa para pemain Inter tidak datang ke Madrid dengan pengalaman minim. Sebaliknya, sebagian besar pemain Nerazzurri sudah terbiasa tampil dalam pertandingan dengan tekanan tinggi.
“Saya yakin tim dalam kondisi tenang dan terbiasa bermain di panggung seperti ini. Mereka sudah bertahun-tahun bermain di level tersebut dan bahkan dua kali berhasil mencapai final,” kata Chivu.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Inter. Dalam beberapa musim terakhir, Nerazzurri memang telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing jauh di kompetisi Eropa.
Karena itu, Chivu melihat pertandingan melawan Real Madrid bukan sebagai sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sebagai ujian yang harus dihadapi dengan ketenangan.
Lautaro dan Pemain Internasional Jadi Modal Inter
Chivu juga menyoroti status para pemainnya yang sudah memiliki pengalaman internasional. Menurutnya, skuad Inter memiliki banyak pemain yang terbiasa menghadapi pertandingan dengan level tekanan tertinggi.
Salah satu contoh paling jelas adalah Lautaro Martinez. Kapten Inter tersebut bahkan telah merasakan atmosfer pertandingan terbesar di sepak bola internasional setelah tampil di final Piala Dunia beberapa bulan sebelumnya.
“Para pemain kami adalah pemain internasional. Lautaro bermain di final Piala Dunia beberapa bulan lalu,” ujar Chivu.
Pengalaman seperti itu penting ketika Inter harus bermain di Bernabéu. Tekanan dari stadion, kualitas lawan, serta besarnya sorotan media merupakan bagian dari pertandingan yang harus bisa dikelola oleh para pemain.
Chivu Tak Ingin Membebani Tim dengan Target Besar
Menariknya, Chivu tidak berbicara mengenai target akhir secara berlebihan. Ia justru memilih membagi perjalanan Inter menjadi sejumlah target kecil yang harus dicapai satu per satu.
“Kami ingin kompetitif. Ada target-target kecil yang harus dicapai dan besok target pertama itu dimulai,”
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Chivu ingin Inter berkonsentrasi pada proses, bukan terlalu jauh memikirkan hasil akhir Liga Champions.
Dengan format fase liga yang terdiri dari delapan pertandingan, setiap laga memiliki arti. Namun, Inter tidak perlu memikirkan semuanya sekaligus. Pertandingan pertama melawan Real Madrid menjadi fokus utama.
Real Madrid vs Inter Jadi Ujian Pertama
Pertemuan di Bernabéu sekaligus menjadi ujian awal terhadap ambisi Inter di Liga Champions. Lawannya bukan sembarang tim, melainkan Real Madrid yang memiliki sejarah panjang dan pengalaman luar biasa di kompetisi ini.
Namun, Chivu tampaknya ingin anak asuhnya memasuki pertandingan dengan kepala dingin. Inter harus tetap kompetitif, menjaga identitas, dan memanfaatkan pengalaman para pemainnya.
“Besok kami memulai” menjadi pesan utama Chivu. Bukan sekadar tentang satu pertandingan melawan Real Madrid, tetapi tentang langkah pertama dalam perjalanan panjang Inter untuk mencapai target mereka di Eropa.
Jika Nerazzurri mampu menunjukkan karakter yang sama seperti ketika menghadapi pertandingan besar di level domestik, duel di Bernabéu berpotensi menjadi awal penting bagi perjalanan mereka di Liga Champions musim ini.

Leave a Reply