Sandro Mazzola Meninggal Dunia, Inter Berduka: Legenda Besar Nerazzurri Telah Pergi

Dunia sepak bola Italia dan keluarga besar Inter Milan tengah berduka. Sandro Mazzola, salah satu legenda terbesar dalam sejarah Nerazzurri dan ikon sepak bola Italia, meninggal dunia pada usia 83 tahun. Kabar tersebut dikonfirmasi Inter melalui pernyataan resmi klub pada Sabtu, 19 September 2026.

Kepergian Mazzola meninggalkan duka mendalam bagi Inter. Presiden Giuseppe Marotta, Wakil Presiden Javier Zanetti, pelatih Cristian Chivu beserta staf, para pemain, dan seluruh keluarga besar klub menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Mazzola.

Inter tidak sekadar kehilangan mantan pemain. Nerazzurri kehilangan salah satu sosok yang identitasnya melekat begitu dalam dengan perjalanan klub.

Inter: Sandro Mazzola Adalah Sejarah Klub

Dalam penghormatan resminya, Inter menggambarkan Mazzola sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola, bukan hanya dalam sejarah Nerazzurri.

Klub mengenangnya sebagai sosok yang telah menulis sejarah dengan cara yang tak terlupakan.

Inter juga mengingat bagaimana Mazzola masih sering datang ke markas klub dan Appiano Gentile dalam beberapa tahun terakhir, berbagi cerita tentang generasi legendaris seperti Puskas, Herrera, Suarez, dan Corso.

Bagi Mazzola, hubungan dengan Inter tidak pernah benar-benar berakhir setelah ia meninggalkan lapangan.

Ia tetap menjadi bagian dari klub, bahkan ketika karier bermainnya telah lama selesai. Kecintaannya kepada warna hitam-biru terus terlihat setiap kali berbicara mengenai Inter masa lalu maupun generasi baru seperti Lautaro Martinez.

Dari Tragedi Superga hingga Menjadi Legenda Inter

Kisah Sandro Mazzola tidak pernah bisa dipisahkan dari nama besar ayahnya, Valentino Mazzola, kapten legendaris Grande Torino yang meninggal dalam tragedi Superga pada 1949.

Sandro ketika itu masih sangat kecil.

Kehilangan tersebut menjadi bagian dari hidupnya sejak usia dini. Namun, sepak bola kemudian menjadi jalan yang membawanya membangun identitas sendiri.

Mazzola tumbuh di lingkungan sepak bola Inter. Sosok seperti Giuseppe Meazza dan Benito Lorenzi ikut berperan dalam perkembangan dirinya ketika masih muda. Dari sanalah fondasi perjalanan seorang Sandro Mazzola mulai terbentuk.

Ia tidak sekadar mewarisi nama besar Valentino.

Sandro menciptakan sejarahnya sendiri.

Debut pada Usia 18 Tahun dan Lahirnya Sang Bintang

Mazzola mendapatkan kesempatan debut bersama tim utama Inter dalam pertandingan ulangan Juventus-Inter pada 10 Juni 1961.

Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan telak 9-1 bagi Inter. Namun, di tengah malam yang sulit itu, seorang pemain muda berhasil mencetak satu-satunya gol Nerazzurri. Namanya Sandro Mazzola.

Usianya baru 18 tahun. Dari pertandingan tersebut, perlahan lahir salah satu pemain paling ikonik dalam sejarah Inter.

Di bawah arahan Herrera, Mazzola menemukan peran yang membuat kemampuan teknis dan naluri mencetak golnya berkembang maksimal. Ia bisa bermain sebagai mezzala maupun pemain yang lebih dekat dengan lini depan.

Perkembangannya berlangsung sangat cepat.

Dua Gol di Final Piala Champions 1964

Salah satu momen terbesar dalam karier Mazzola datang pada final Piala Champions 1964 menghadapi Real Madrid di Prater, Wina.

Inter meraih kemenangan 3-1 dan mengangkat trofi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Mazzola mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut.

Momen itu semakin istimewa karena sebelum pertandingan ia sempat terpaku melihat para pemain Real Madrid yang selama ini hanya ia kenal sebagai legenda, termasuk Ferenc Puskas dan Alfredo Di Stefano.

Di lapangan, Mazzola justru menjadi salah satu tokoh utama.

Setelah pertandingan, Puskas memberikan pujian kepadanya dan bahkan menghadiahkan kausnya. Sebuah momen yang kemudian menjadi bagian dari cerita abadi perjalanan Mazzola.

Delapan Trofi dan 566 Pertandingan Bersama Inter

Statistik Mazzola bersama Inter menunjukkan betapa besar kontribusinya.

Selama kariernya di Nerazzurri, ia mencatatkan 566 pertandingan resmi dan 162 gol, serta memenangkan delapan trofi bersama klub. Ia juga menjadi bagian penting dari era Grande Inter yang dipimpin Angelo Moratti dan Helenio Herrera.

Mazzola meraih:

  • 4 Scudetto
  • 2 Piala Champions
  • 2 Piala Interkontinental

Ia juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak Serie A pada 1965 dengan 17 gol dan top scorer Piala Champions pada 1964 dengan 7 gol. Pada 1971, Mazzola finis sebagai runner-up Ballon d’Or di belakang Johan Cruyff.

Namanya pun tetap berada di jajaran pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Inter. Dalam catatan resmi klub per September 2026, Mazzola berada di posisi kelima dengan 162 gol dari 566 pertandingan.

Wajah Grande Inter Bersama Herrera

Ketika orang membicarakan Grande Inter, nama Sandro Mazzola hampir selalu muncul.

Ia menjadi bagian dari tim yang dihuni pemain-pemain besar seperti Sarti, Burgnich, Facchetti, Suarez dan para legenda lainnya.

Mazzola bermain di antara lini tengah dan serangan. Ia menciptakan peluang, mencetak gol-gol penting, dan menjadi salah satu wajah utama Inter dalam era kejayaan Eropa.

Salah satu gol yang terus dikenang adalah golnya dalam perjalanan Inter di Piala Interkontinental melawan Independiente.

Ada pula momen ketika ia mencetak gol dalam derby hanya 13 detik setelah pertandingan dimulai.

Kemudian pada 1966, golnya ketika menghadapi Lazio turut membantu Inter meraih Scudetto yang kemudian dikenang sebagai Scudetto pertama menuju bintang di jersey Nerazzurri.

Bukan Hanya Legenda Inter, tetapi Juga Italia

Pengaruh Mazzola tidak berhenti di level klub.

Bersama tim nasional Italia, ia menjadi bagian dari generasi yang memenangkan Piala Eropa 1968.

Ia juga tampil pada Piala Dunia 1970 di Meksiko, dalam periode yang terkenal dengan persaingannya sekaligus kerja samanya bersama Gianni Rivera.

Duel Mazzola-Rivera kemudian menjadi salah satu kisah paling terkenal dalam sejarah sepak bola Italia, termasuk ketika pelatih Ferruccio Valcareggi menerapkan pergantian kedua pemain dalam pertandingan-pertandingan tertentu.

Mazzola juga menjadi bagian dari tim Italia yang mencapai final Piala Dunia 1970.

Setelah Pensiun, Mazzola Tetap Mengabdi untuk Inter

Karier Mazzola bersama Inter tidak berhenti ketika ia gantung sepatu pada 1977.

Ia kemudian menjalani peran di balik layar sebagai pengurus dan direktur olahraga klub. Dari posisinya tersebut, Mazzola ikut terlibat dalam sejumlah keputusan penting.

Salah satu kisah yang paling dikenang adalah keterlibatannya dalam kedatangan Ronaldo Nazário ke Inter.

Sang legenda tetap menjadi bagian dari wajah klub yang telah ia bela sepanjang hidupnya.

Sampai Akhir Hayat, Inter Tetap di Hatinya

Inter adalah bagian dari hidupnya.

Bahkan dalam salah satu pernyataannya yang dikenang klub, Mazzola pernah menggambarkan Inter seperti seorang ibu baginya.

Sandro Mazzola pergi pada usia 83 tahun, tetapi kisahnya tidak akan meninggalkan Inter.

Ia adalah pemain yang lahir dari sebuah tragedi, tumbuh dalam bayang-bayang nama besar sang ayah, lalu menciptakan identitasnya sendiri hingga menjadi salah satu simbol terbesar dalam sejarah Nerazzurri.

Namanya telah menjadi bagian dari sejarah klub dan sepak bola Italia.

Dan ketika generasi baru Inter terus melangkah, kisah tentang Sandro Mazzola akan tetap hidup sebagai bagian dari identitas Nerazzurri.

Selamat jalan, Sandro. Terima kasih untuk semuanya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*