
Real Madrid berhasil mengalahkan Inter Milan dengan skor 2-1 pada laga pembuka Liga Champions 2026/27 di Santiago Bernabéu, Rabu (9/9/26) dini hari WIB.
Meski tampil dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, Inter harus pulang dengan tangan kosong akibat Dua kesalahan yang berujung kebobolan.
Kylian Mbappé dan Federico Valverde membawa Real Madrid unggul 2-0 pada babak pertama. Inter kemudian memperkecil ketertinggalan melalui Carlos Augusto pada menit ke-77, tetapi upaya mengejar gol penyama kedudukan tidak membuahkan hasil.
Hasil ini terasa semakin menyakitkan bagi Inter karena secara permainan mereka sebenarnya mampu memberikan tekanan besar kepada tuan rumah.
Inter Dominan, tetapi Real Madrid Lebih Efektif
Inter mengawali pertandingan dengan sangat baik. Marcus Thuram langsung mendapatkan peluang dari jarak dekat setelah menerima umpan tarik Andy Diouf. Namun, tembakannya masih mampu diamankan Thibaut Courtois.
Dean Huijsen juga harus melakukan dua blok penting untuk menggagalkan upaya Diouf dan Hakan Calhanoglu.
Lautaro Martinez kemudian menguji Courtois melalui tembakan cepat. Akan tetapi, ketika Inter sedang menguasai pertandingan, justru Real Madrid yang berhasil mencetak gol.
Masalahnya, Inter kalah karena kesalahan individu yang sangat mahal.
Kesalahan Curtis Jones Berujung Gol Mbappé
Gol pertama Real Madrid bermula dari kesalahan umpan Curtis Jones.
Umpan yang tidak akurat tersebut membuat Yann Bisseck berada dalam situasi sulit. Brahim Diaz kemudian memanfaatkan celah tersebut dengan mengirimkan bola kepada Kylian Mbappé yang lolos menuju kotak penalti.
Mbappé berhasil menaklukkan Josep Martinez dengan penyelesaian yang melewati kiper Inter.
Gol tersebut menjadi pukulan besar karena tercipta ketika Inter justru sedang terlihat lebih menguasai pertandingan.
Situasi itu menunjukkan betapa tipisnya margin kesalahan di level Liga Champions. Dominasi penguasaan bola tidak akan banyak berarti jika sebuah kesalahan sederhana memberikan lawan kesempatan mencetak gol.
Josep Martinez Juga Membuat Kesalahan Fatal
Jika gol pertama lahir dari kesalahan Jones, gol kedua bahkan lebih sulit diterima.
Josep Martinez mencoba melakukan aksi berisiko ketika berusaha melewati Federico Valverde di dalam area kotak penalti sendiri. Namun, percobaan tersebut gagal total.
Valverde berhasil merebut bola dan dengan mudah memasukkannya ke gawang yang sudah kosong.
Inter pun tertinggal 0-2 hanya dalam waktu sembilan menit setelah gol pertama.
Kesalahan tersebut membuat pekerjaan Inter semakin berat. Terlebih lagi, mereka sebenarnya memiliki kontrol permainan yang cukup besar.
Statistik Menunjukkan Inter Sebenarnya Mampu Mengimbangi Real Madrid
Yang membuat kekalahan ini semakin mengecewakan adalah statistik babak pertama.
Inter menguasai 67 persen penguasaan bola dan mencatat 333 operan, jauh lebih banyak dibandingkan Real Madrid yang hanya membuat 127 operan.
Artinya, Inter bukan bermain pasif di Bernabéu.
Nerazzurri mampu mengontrol bola, membangun serangan dan beberapa kali memasuki area berbahaya. Namun, Real Madrid menunjukkan satu hal yang sangat penting dalam pertandingan besar: efisiensi.
Dua peluang besar yang diberikan Inter berubah menjadi dua gol.
Sementara itu, Inter harus bekerja jauh lebih keras untuk mendapatkan satu gol.
Josep Martinez Menebus Kesalahan dengan Penyelamatan Spektakuler
Meski melakukan kesalahan pada gol kedua, Josep Martinez kemudian tampil luar biasa dan mencegah kekalahan Inter menjadi lebih besar.
Real Madrid memiliki peluang untuk mencetak gol ketiga melalui Kylian Mbappé dan Jude Bellingham.
Martinez terlebih dahulu menggunakan kakinya untuk menggagalkan tembakan Mbappé. Tidak lama kemudian, ia kembali melakukan penyelamatan luar biasa untuk menggagalkan peluang Bellingham.
Brahim Diaz kemudian mencoba memanfaatkan bola muntah, tetapi tembakannya justru membentur tiang.
Babak kedua juga menghadirkan beberapa penyelamatan penting dari Martinez.
Ia kembali menggagalkan peluang Mbappé dari jarak dekat, termasuk ketika penyerang Prancis tersebut mendapatkan kesempatan dari umpan Brahim Diaz.
Tanpa performa Martinez, Inter bisa saja menghadapi defisit yang jauh lebih besar.
Inter Terus Menekan, Courtois Jadi Penghalang
Inter tidak menyerah setelah tertinggal dua gol.
Curtis Jones hampir mencetak gol ketika tendangannya dari dalam kotak penalti hanya melambung tipis dan mengenai bagian atas mistar.
Courtois kemudian menggagalkan peluang Jones lainnya setelah menerima umpan dari Diouf.
Marcus Thuram juga mendapatkan kesempatan dari umpan silang mendatar Calhanoglu, tetapi tendangannya dari jarak dekat masih melambung.
Alessandro Bastoni bahkan hampir mencetak gol melalui tembakan keras mendatar yang memaksa Courtois melakukan penyelamatan.
Dengan kata lain, Inter terus menciptakan peluang.
Masalahnya, Real Madrid memiliki Courtois dan pertahanan yang mampu bertahan ketika tekanan semakin besar.
Carlos Augusto Hidupkan Harapan Inter
Gol Inter akhirnya datang pada menit ke-77.
Lautaro Martinez bergerak hingga garis akhir di sisi kanan sebelum mengirimkan umpan tarik ke tengah kotak penalti.
Carlos Augusto datang dari belakang dan langsung menyapu bola dari jarak sekitar enam meter. Real Madrid 2-1 Inter.
Gol tersebut mengubah suasana pertandingan.
Inter kembali memiliki keyakinan bahwa comeback masih mungkin terjadi. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup bagi pasukan Cristian Chivu untuk menemukan gol kedua.
Curtis Jones Beri Sinyal Positif Meski Melakukan Kesalahan
Curtis Jones mendapatkan kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya bersama Inter.
Gelandang asal Inggris itu memang melakukan kesalahan yang berujung pada gol pertama Real Madrid. Namun, penampilannya secara keseluruhan tidak bisa hanya dinilai dari satu momen tersebut.
Jones tetap berani meminta bola, membantu sirkulasi permainan dan beberapa kali mencoba menciptakan ancaman dari lini kedua.
Bahkan, ia hampir mencetak gol melalui tendangan yang mengenai bagian atas mistar.
Ini menjadi gambaran penting tentang proses adaptasi Jones di Inter. Ia memiliki kualitas untuk bermain di level tertinggi, tetapi pertandingan seperti di Bernabéu juga menunjukkan bahwa kesalahan kecil harus benar-benar diminimalkan ketika menghadapi lawan sekelas Real Madrid.
Inter Kalah, tetapi Bukan karena Kalah Bermain
Jika melihat skor akhir, Real Madrid memang layak disebut sebagai pemenang.
Namun, pertandingan ini tidak menunjukkan Inter sebagai tim yang inferior.
Sebaliknya, Inter mampu menguasai bola dalam jumlah besar, menciptakan peluang dan memaksa Courtois serta lini belakang Real Madrid bekerja keras.
Perbedaan terbesar justru terletak pada efisiensi dan pengambilan keputusan.
Real Madrid menghukum kesalahan Inter dengan sangat kejam.
Sementara itu, Inter membutuhkan terlalu banyak peluang untuk menghasilkan satu gol.
Inilah pelajaran terbesar dari pertandingan tersebut.
Susunan Pemain
REAL MADRID (4-3-3): 1 Courtois; 24 Dumfries, 16 Konaté, 4 Huijsen, 17 Cucurella; 12 Alexander-Arnold (14 Tchouameni 79′), 8 Valverde, 5 Bellingham; 21 Diaz (25 Diomandé 79′), 10 Mbappé (19 Carlos Espi 90+3′), 7 Vinicius (18 Carreras 90′).
Pelatih: José Mourinho.
INTER (3-5-2): 1 J. Martinez; 28 Pavard (6 Stones 46′), 31 Bisseck, 95 Bastoni; 17 Diouf, 23 Barella (8 Sucic 60′), 20 Calhanoglu (7 Zielinski 60′), 21 Jones (22 Mkhitaryan 83′), 30 Carlos Augusto; 9 Thuram (14 Bonny 60′), 10 Lautaro.
Pelatih: Cristian Chivu.

Leave a Reply