Pavard: “Jones dan Stones Pemain Hebat, Saya Akan Berikan 100 Persen Untuk Inter”

Benjamin Pavard mengaku sangat bahagia bisa kembali memperkuat Inter Milan. Bek asal Prancis itu bahkan merasakan merinding ketika kembali menginjakkan kaki di Stadion San Siro dan bertemu lagi dengan rekan setim serta para pendukung Nerazzurri.

Benjamin Pavard akhirnya kembali menjadi bagian dari skuad Inter Milan setelah menjalani musim lalu bersama Marseille. Kepulangannya membawa energi baru bagi lini belakang Nerazzurri, sekaligus membuka kemungkinan bagi Cristian Chivu untuk memanfaatkannya dalam beberapa peran berbeda.

Dalam wawancara bersama DAZN, Pavard berbicara mengenai persiapannya menghadapi Napoli dalam laga pekan ke-3 Serie A 2026-27, emosinya saat kembali ke San Siro, keberhasilan Inter musim lalu, hingga kesannya terhadap dua rekrutan anyar dari Premier League, Curtis Jones dan John Stones.

Tak ketinggalan, Pavard juga memberikan pujian tinggi kepada Francesco Pio Esposito yang dinilainya memiliki kombinasi fisik dan kualitas yang sangat menjanjikan.

Pavard Siap Hadapi Napoli di San Siro

Inter akan menghadapi Napoli dalam salah satu pertandingan paling menarik di awal musim. Pavard menyadari bahwa pertandingan tersebut tidak akan mudah karena Napoli selalu menjadi lawan yang sulit dihadapi.

“Kami tentu memperkirakan pertandingan yang sulit, seperti biasanya melawan Napoli. Ini pertandingan penting yang ingin ditonton semua orang dan ingin dimainkan semua pemain,” ujar Pavard.

Bek Prancis tersebut menilai Inter memiliki keuntungan besar karena pertandingan akan berlangsung di hadapan pendukung sendiri.

“Kami beruntung bisa bermain di depan suporter. Kami sedang dalam kondisi yang baik dan akan melakukan segalanya untuk menang,” lanjutnya.

Dukungan San Siro diyakini menjadi salah satu faktor penting bagi Inter ketika menghadapi Napoli. Terlebih, pertandingan tersebut mempertemukan dua tim yang sama-sama memiliki ambisi besar di Serie A.

Kembali ke San Siro, Pavard Sampai Merinding

Salah satu bagian paling emosional dari wawancara Pavard adalah ketika ia menceritakan perasaannya saat kembali ke San Siro.

Setelah menjalani musim bersama Marseille, Pavard akhirnya kembali mengenakan seragam Inter. Momen tersebut ternyata memberikan pengalaman emosional yang kuat bagi sang pemain.

“Saya sangat bahagia, sangat bahagia. Terutama ketika kembali ke San Siro untuk pertandingan melawan Monza, saya merinding,” ungkap Pavard.

Ia mengaku sangat senang dapat kembali bertemu rekan-rekan setimnya, merasakan atmosfer stadion, dan melihat lagi para pendukung Inter.

“Saya benar-benar bahagia bisa kembali, bertemu rekan-rekan, stadion ini, dan para suporter. Saya berharap bisa menjalani musim yang hebat secara pribadi maupun bersama tim,” tambahnya.

Bagi Pavard, San Siro bukan sekadar tempat pertandingan. Stadion tersebut memiliki ikatan emosional tersendiri setelah dirinya menjadi bagian dari perjalanan Inter dalam beberapa musim sebelumnya.

Tetap Merasa Bagian dari Scudetto Inter

Meski bermain jauh dari Italia pada musim lalu, Pavard ternyata tetap mengikuti perjalanan Inter.

Ia mengungkapkan bahwa ketika berada di Marseille, dirinya tetap berusaha menyaksikan pertandingan Nerazzurri setiap kali memiliki kesempatan.

“Saya juga menonton pertandingan Inter dari Marseille kapan pun saya bisa,” kata Pavard.

Pavard merasa sangat bahagia ketika Inter akhirnya berhasil memenangkan Scudetto.

Bahkan, ia menganggap dirinya tetap menjadi bagian dari kesuksesan tersebut karena sempat bermain untuk Inter sebelum meninggalkan klub.

“Saya sangat senang mereka akhirnya memenangkan Scudetto. Bahkan, kami yang memenangkannya karena saya sempat memainkan satu pertandingan sebelum pergi,” ujarnya.

Kini, ia kembali dengan motivasi yang lebih besar.

“Saya kembali untuk memberikan segalanya untuk seragam ini, untuk pelatih, kelompok, dan para suporter,” tegas Pavard.

Pavard Mengaku Sedikit Berubah Setelah Menjadi Ayah

Kembalinya Pavard ke Inter juga diwarnai perubahan dalam kehidupan pribadinya. Ketika ditanya apakah dirinya kini menjadi pemain yang berbeda, ia mengaku tidak banyak berubah.

Namun, ada satu hal yang membuat kehidupannya sedikit berbeda: ia kini telah memiliki seorang putri.

“Tidak terlalu berbeda. Sekarang saya memiliki seorang putri, mungkin itu sedikit mengubah saya,” ujar Pavard.

Sementara itu, Pavard memilih untuk tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi pada musim sebelumnya.

Baginya, semua pengalaman tersebut sudah menjadi bagian dari masa lalu.

“Apa yang terjadi tahun lalu tetap berada di masa lalu. Saya sudah kembali dan siap memberikan segalanya,” katanya.

Sikap tersebut menunjukkan fokus Pavard untuk membuka lembaran baru bersama Inter dan membangun kembali perannya di bawah arahan Chivu.

Siap Dimainkan sebagai Wing-Back

Salah satu aspek menarik dari peran Pavard di Inter musim ini adalah fleksibilitasnya.

Dalam pertandingan melawan Cagliari, Pavard sempat menjalankan peran sebagai pemain kelima di lini belakang atau wing-back. Posisi tersebut bukanlah peran utama yang biasa ia jalankan, tetapi sang pemain memastikan dirinya siap mengikuti kebutuhan pelatih.

“Saya tersedia untuk pelatih dan tim. Jika pelatih memutuskan menempatkan saya sebagai bek sayap, saya akan memberikan 100 persen,” tegas Pavard.

Ia mengakui bahwa posisi naturalnya lebih berada di lini belakang. Namun, pengalaman sebelumnya membuatnya tidak asing dengan peran sebagai wing-back.

“Biasanya saya bermain lebih ke belakang, tetapi sebelumnya saya juga pernah bermain sebagai pemain kelima,” jelasnya.

Fleksibilitas tersebut bisa menjadi aset penting bagi Chivu. Dengan kemampuan bermain sebagai bek tengah maupun wing-back, Pavard dapat memberikan lebih banyak pilihan taktis kepada pelatih Inter.

Curtis Jones dan John Stones Dapat Pujian Pavard

Inter juga mendapatkan tambahan kualitas dari Premier League pada musim panas ini melalui Curtis Jones dan John Stones.

Pavard memberikan penilaian positif terhadap kedua pemain tersebut.

“Pemain-pemain hebat. Stones sudah bermain bertahun-tahun di City, sementara Curtis di Liverpool, dua klub besar di Inggris,” kata Pavard.

Menurutnya, pengalaman yang dibawa keduanya dapat memberikan dampak positif bagi Inter, bukan hanya dari sisi teknis tetapi juga dalam kehidupan kelompok.

“Mereka akan membawa seluruh pengalaman mereka dan kami sudah melihat dalam latihan maupun pertandingan betapa pentingnya mereka bagi kelompok,” lanjutnya.

Kehadiran Stones memberikan tambahan pengalaman di lini belakang, sementara Jones menghadirkan alternatif baru di sektor tengah.

Bagi Inter, kemampuan beradaptasi kedua pemain tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi jadwal kompetisi yang semakin padat.

Pio Esposito Disebut Penyerang dengan Fisik Mengesankan

Pavard juga tidak lupa memberikan perhatian kepada pemain muda Inter, Francesco Pio Esposito.

Striker muda tersebut terus mendapatkan sorotan berkat perkembangan fisiknya dan potensi yang dimilikinya.

Pavard bahkan mengakui bahwa menghadapi Pio Esposito dalam situasi duel satu lawan satu bukan perkara mudah.

“Dia penyerang hebat, masih muda dan seperti semua pemain muda, masih memiliki ruang untuk berkembang. Tetapi dia memiliki fisik yang luar biasa,” ujar Pavard.

Menurut Pavard, ukuran tubuh Pio Esposito membuatnya menjadi penyerang yang sulit dikawal.

“Ketika menjaganya, sangat sulit melihat bola,” tambahnya.

Namun, bukan hanya kemampuan fisik yang membuat Pavard terkesan. Ia juga menyukai karakter Pio Esposito di luar lapangan.

“Saya suka karena dia anak yang baik sekaligus pemain hebat. Saya berharap dia bisa mencetak banyak gol,” tutur Pavard.

Pujian tersebut menjadi sinyal positif bagi Pio Esposito. Dukungan dari pemain senior seperti Pavard dapat membantu sang striker muda dalam proses berkembang dan beradaptasi dengan tuntutan sepak bola level tinggi.

Pavard Siap Membuka Babak Baru Bersama Inter

Kembalinya Benjamin Pavard memberikan Inter tambahan pengalaman, fleksibilitas, dan kedalaman skuad. Sang bek tidak hanya siap menjalankan peran utamanya di lini belakang, tetapi juga bersedia mengikuti kebutuhan taktis Chivu.

Di sisi lain, kehadiran pemain seperti Curtis Jones dan John Stones membuat Pavard melihat masa depan Inter dengan optimistis. Ia juga menyaksikan potensi besar yang dimiliki Pio Esposito.

Kini, tantangan terbesar Pavard adalah membuktikan kembali kualitasnya di tengah persaingan internal yang semakin ketat.

Pertandingan melawan Napoli di San Siro menjadi salah satu panggung ideal untuk memulai babak baru tersebut.

Setelah merasakan “merinding” ketika kembali ke rumahnya, Pavard kini memiliki satu target sederhana: memberikan segalanya untuk Inter, pelatih, rekan setim, dan para suporter.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*