Lautaro Selebrasi di Pagar San Siro: “Kali Ini Thuram Ikut Naik”

Ada satu pemandangan yang kembali muncul di Stadion San Siro ketika Inter Milan mengalahkan Napoli 3-2 dalam laga pekan ke-3 Serie A 2026-27.

Setelah mencetak gol, Lautaro Martinez kembali memanjat pagar di San Siro untuk merayakan kemenangan bersama para tifosi Inter.

Namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda.

Jika biasanya Lautaro menikmati momen tersebut seorang diri, kali ini Marcus Thuram ikut menyusulnya ke atas pagar. Sang penyerang asal Prancis akhirnya bergabung dalam selebrasi yang selama ini menjadi salah satu ciri khas emosional Lautaro bersama Inter Milan.

Momen tersebut terasa semakin spesial karena terjadi setelah pertandingan yang luar biasa. Inter sempat tertinggal Dua gol dari Napoli, tetapi berhasil melakukan comeback dramatis dan menang 3-2 di San Siro.

Lautaro Kembali Jadi Pahlawan Inter

Pertandingan melawan Napoli menjadi salah satu laga paling menegangkan bagi Inter pada awal musim ini.

Napoli sempat unggul 2-0 setelah gol Matteo Politano dan Rasmus Hojlund. Namun, Inter tidak menyerah. Lautaro Martinez kemudian membuka jalan kebangkitan lewat gol pertamanya sebelum Marcus Thuram menyamakan kedudukan.

Ketika pertandingan tampaknya akan berakhir imbang, Lautaro kembali muncul.

Sang kapten mencetak gol keduanya pada menit-menit akhir dan memastikan Inter membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Dua gol tersebut bukan hanya memberikan tiga poin penting bagi Inter, tetapi juga semakin mempertegas peran Lautaro sebagai pemain yang mampu muncul ketika tim membutuhkan sosok penentu.

Tak mengherankan jika Lautaro kemudian dinobatkan sebagai MVP pertandingan.

Lautaro Naik ke Posisi Ketiga dalam Sejarah Inter

Brace melawan Napoli juga membawa Lautaro Martinez semakin dekat dengan jajaran legenda terbesar Inter di Serie A.

Dengan tambahan dua gol tersebut, Lautaro kini telah mencetak 134 gol di Serie A bersama Inter.

Catatan tersebut membuatnya menempati peringkat ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak Inter sepanjang sejarah di ajang Serie A.

Di atas Lautaro masih terdapat dua nama besar dalam sejarah Nerazzurri, yakni:

  1. Benito Lorenzi – 138 gol
  2. Giuseppe Meazza – 197 gol
  3. Lautaro Martinez – 134 gol

Artinya, Lautaro hanya membutuhkan lima gol lagi untuk melewati Lorenzi dan naik ke posisi kedua.

Pencapaian ini memperlihatkan betapa besar kontribusi Lautaro sejak bergabung dengan Inter. Ia bukan lagi sekadar striker penting dalam skuad, tetapi perlahan mulai menempatkan namanya di antara para legenda klub.

Kali Ini Marcus Mengikutiku!

Selebrasi di atas pagar Curva kembali menjadi bahan pembicaraan setelah pertandingan.

Dalam wawancara seusai laga, Lautaro bercanda mengenai kehadiran Marcus Thuram dalam selebrasi tersebut.

“Hari ini Marcus mengikutiku. Dia selalu bilang aku gila karena naik ke sana, karena dia tidak mau naik. Tapi hari ini dia ikut,” ujar Lautaro.

Pernyataan tersebut menggambarkan hubungan erat antara Lautaro dan Thuram.

Keduanya bukan hanya menjadi duet penting di lini depan Inter, tetapi juga memiliki kedekatan di luar lapangan. Selebrasi tersebut menjadi gambaran sederhana mengenai chemistry yang telah terbentuk di antara keduanya.

Selama ini, Thuram memang kerap melihat Lautaro memanjat pagar setelah mencetak gol. Namun kali ini, penyerang Prancis tersebut memilih ikut merasakan langsung atmosfer yang tercipta bersama para pendukung Inter.

Dan tentu saja, momen itu menjadi semakin bermakna setelah Inter berhasil melakukan comeback.

Lautaro: Banyak Bermain Membantu Mengembalikan Kondisi

Selain membahas selebrasinya, Lautaro juga berbicara mengenai kondisi fisik dirinya dan Thuram.

Menurut sang kapten, mendapatkan menit bermain secara konsisten sangat penting untuk mengembalikan kondisi terbaik setelah kembali dari Piala Dunia.

“Kami sedang menemukan kembali performa terbaik dengan mendapatkan menit bermain. Banyak menit bermain membantu kami kembali ke kondisi setelah pulang dari Piala Dunia,” ujar Lautaro.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Inter masih berada dalam proses membangun kondisi optimal para pemainnya.

Awal musim yang padat membuat rotasi dan kebugaran menjadi faktor penting. Bagi pemain seperti Lautaro dan Thuram, semakin banyak pertandingan yang dimainkan tentu semakin membantu mereka menemukan kembali ritme kompetitif.

Comeback Melawan Napoli Menunjukkan Mentalitas Inter

Hal yang paling penting bagi Lautaro bukan hanya dua gol yang dicetaknya, tetapi bagaimana Inter merespons situasi sulit.

Tertinggal 0-2 dari Napoli di kandang sendiri tentu bukan kondisi ideal. Namun, Inter mampu mengubah jalannya pertandingan dan akhirnya keluar sebagai pemenang.

Menurut Lautaro, kemampuan untuk membalikkan pertandingan seperti inilah yang mungkin sebelumnya masih kurang dari Inter.

“Kami berada dalam situasi tertinggal, tetapi kami berhasil membalikkan keadaan. Mungkin inilah sesuatu yang kurang kami miliki musim lalu,”

Pernyataan tersebut menarik karena menunjukkan bahwa Lautaro melihat kemenangan melawan Napoli bukan sekadar tambahan tiga poin.

Ada aspek mental yang ingin terus dikembangkan.

Inter ingin menjadi tim yang mampu meningkatkan level permainan dari pertandingan ke pertandingan. Bukan hanya ketika keadaan berjalan sesuai rencana, tetapi juga ketika mereka menghadapi tekanan dan harus bangkit dari situasi sulit.

Lautaro Tegaskan Inter Harus Terus Meningkat

Sebagai kapten, Lautaro juga menekankan pentingnya mengikuti instruksi pelatih Cristian Chivu.

Menurutnya, tugas para pemain adalah memberikan kemampuan terbaik dan menjalankan apa yang diminta sang pelatih.

Setelah keberhasilan meraih Scudetto musim lalu, tekanan terhadap Nerazzurri tentu semakin tinggi. Setiap pertandingan akan menjadi ujian untuk membuktikan bahwa kesuksesan tersebut bukan kebetulan.

Comeback melawan Napoli menjadi salah satu contoh bahwa Inter memiliki karakter untuk menghadapi tekanan tersebut.

“Setiap pertandingan, kami selalu berusaha meningkatkan level permainan dan menunjukkannya di atas lapangan. Kami hanya harus memberikan yang terbaik, dengan menjalankan apa yang diminta oleh pelatih.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*