
Inter Milan berhasil meraih kemenangan dalam laga pramusim bergengsi melawan Manchester City. Bermain di Hong Kong, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 90 menit sebelum Nerazzurri menang melalui drama adu penalti.
Meski meraih hasil positif, pelatih Inter Cristian Chivu menegaskan bahwa pertandingan tersebut bukan menjadi ukuran utama kekuatan timnya. Menurut sang pelatih, fokus utama saat ini adalah membangun kondisi fisik, memahami ide permainan, dan mempersiapkan skuad menghadapi musim baru.
Dalam wawancara bersama Sky Sport, Chivu juga berbicara mengenai perkembangan pemain muda, perubahan taktik, hingga kebutuhan Inter di bursa transfer.
Chivu: Inter Menang Penalti, Bukan Menang dalam 90 Menit
Chivu memberikan penilaian realistis terhadap kemenangan Inter atas Manchester City. Ia menilai laga tersebut hanyalah bagian dari proses persiapan setelah tim baru menjalani sekitar dua setengah pekan latihan.
“Pertama-tama kami bermain imbang, bukan menang. Kami menang lewat penalti,” ujar Chivu.
Pelatih asal Rumania itu menjelaskan bahwa kondisi fisik pemain belum berada di level terbaik karena faktor latihan yang masih awal dan pengaruh perjalanan jauh.
“Kaki para pemain masih belum sepenuhnya siap, kondisi belum optimal, ditambah faktor perbedaan waktu. Kami harus mengelola semua pemain dengan baik,”
Dalam laga tersebut, beberapa pemain hanya bermain 45 menit atau 60 menit untuk menjaga kebugaran. Yann Bisseck menjadi salah satu pemain yang mendapatkan menit bermain lebih panjang.
Chivu menegaskan bahwa hasil akhir bukan prioritas utama saat ini.
“Kami tidak melihat hasil pertandingan. Kami tahu kemampuan kami sebagai tim dan tahu apa yang harus kami tingkatkan. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,”
Adaptasi Taktik dan Perubahan Formasi Jadi Evaluasi
Dalam pertandingan melawan Manchester City, Inter sempat melakukan perubahan pendekatan di babak kedua dengan menggunakan struktur empat pemain bertahan.
Chivu menjelaskan bahwa timnya selalu berusaha beradaptasi berdasarkan karakter lawan, namun tetap mempertahankan prinsip utama permainan.
“Kami menyesuaikan diri berdasarkan lawan. Kami memiliki prinsip yang harus dihormati dan dikembangkan,”
Menurutnya, Inter mencoba menekan lebih tinggi untuk mengurangi ruang permainan Manchester City, meski tidak selalu berjalan sempurna karena faktor stamina.
“Dengan energi yang terbatas, kami mencoba menghilangkan permainan mereka melalui tekanan tinggi. Terkadang berhasil, terkadang tidak,”
Chivu juga mengakui bahwa pemain muda yang masuk pada babak kedua mengalami kesulitan menghadapi intensitas pertandingan level tinggi.
Namun, pengalaman tersebut dinilai sangat penting untuk perkembangan mereka.
“Ini menjadi tes bagus bagi semua pemain, terutama para pemain muda agar memahami apa artinya bermain di level seperti ini,”
Chivu Puji Aleksandar Stankovic
Salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam pertandingan tersebut adalah Aleksandar Stankovic.
Gelandang muda Inter itu tampil impresif di babak pertama dan mendapatkan pujian langsung dari sang pelatih.
Chivu mengaku puas dengan perkembangan Stankovic, terutama dari sisi mentalitas dan kualitas bermain.
“Dia menjalani pertandingan yang bagus. Kami semua senang dengan cara dia berlatih,”
Menurut Chivu, Stankovic memang belum mencapai kondisi fisik terbaik, tetapi mampu menunjukkan kualitas ketika menghadapi lawan dengan level tinggi.
“Dari sisi komitmen, kualitas, dan kemampuannya membaca permainan serta mendistribusikan bola, dia tampil sangat baik,”
Bursa Transfer Inter: Posisi Wing-back Masih Jadi Perhatian
Selain membahas pertandingan, Chivu juga memberikan gambaran mengenai kebutuhan Inter di bursa transfer.
Ketika ditanya apakah posisi bek sayap kanan menjadi prioritas utama, Chivu meminta semua pihak melihat kondisi skuad secara keseluruhan.
“Jika kalian menghitungnya, kalian akan melihat bahwa memang seperti itu. Tergantung bagaimana kalian melihatnya, mungkin juga di sisi kiri, semuanya bergantung pada cara kalian menilainya. Saat ini kami memiliki tiga pemain yang bisa berperan sebagai wing-back. Tiga setengah bisa dibilang, karena Carlos (Augusto) juga bisa bermain di posisi tersebut, tetapi saya lebih memilihnya sebagai bek tengah,”
Carlos Augusto Tetap Diproyeksikan Sebagai Bek Tengah
Komentar Chivu mengenai Carlos Augusto cukup menarik. Meski pemain asal Brasil itu mampu bermain sebagai wing-back kiri, sang pelatih lebih menyukai perannya sebagai bek tengah dalam sistem Inter.
Hal ini menunjukkan bahwa Chivu memiliki rencana khusus terhadap komposisi lini belakang Nerazzurri musim depan.
Dengan hadirnya John Stones dan kemungkinan tambahan pemain baru lainnya, Inter ingin memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menerapkan berbagai skema permainan.
Chivu Minta Kesabaran dalam Bursa Transfer
Menutup pembicaraan mengenai pasar transfer, Chivu menegaskan bahwa Inter tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru.
“Bursa transfer masih panjang. Kami harus bersabar dan memilih dengan baik.”
Inter saat ini memang masih mencari beberapa tambahan pemain untuk memperkuat skuad, terutama di posisi wing-back kanan, gelandang, dan kemungkinan bek tengah.
Kemenangan atas Manchester City menjadi sinyal positif, tetapi Chivu memahami bahwa perjalanan Inter untuk mempertahankan ambisi besar musim depan masih membutuhkan banyak pembenahan.

Leave a Reply