John Stones: “Bangga Bergabung dengan Inter, Saya Datang ke Sini untuk Terus Menang”

Petualangan baru John Stones di Italia resmi dimulai. Setelah diumumkan sebagai rekrutan anyar Inter Milan, bek tim nasional Inggris itu menjalani wawancara perdananya bersama Inter TV dan mengungkapkan antusiasme luar biasa atas kepindahannya ke Giuseppe Meazza.

Usai menghabiskan sepuluh musim penuh kesuksesan bersama Manchester City, Stones kini siap membuka lembaran baru dalam kariernya. Bek berusia 32 tahun itu mengaku keputusan bergabung dengan Inter merupakan pilihan yang sudah lama ia impikan.

“Saya merasakan begitu banyak emosi. Saya sangat bahagia, bangga, dan bersemangat memulai babak baru ini. Saya tidak bisa membayangkan tempat yang lebih baik untuk memulai perjalanan baru selain di Inter,” ujar Stones.

Keputusan Besar Setelah 32 Tahun di Inggris

Bagi John Stones, kepindahan ke Inter bukan sekadar pergantian klub, tetapi juga perubahan besar dalam hidupnya.

Untuk pertama kalinya sepanjang karier profesionalnya, ia akan bermain di luar Inggris.

Namun, keputusan tersebut tidak dibuat dengan ragu.

Menurut Stones, ia dan keluarganya langsung sepakat menerima tawaran Inter ketika kesempatan itu datang.

“Ini adalah sesuatu yang memang selalu ingin saya lakukan. Ketika kesempatan datang, saya berbicara dengan keluarga dan kami tidak memiliki keraguan sedikit pun. Kami ingin datang ke sini,”

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa kepindahan ke Serie A merupakan langkah yang telah lama menjadi bagian dari ambisinya sebagai pesepak bola profesional.

Siap Menikmati Kehidupan Baru di Milan

Selain tantangan di atas lapangan, Stones juga mengaku antusias mengenal kehidupan di Kota Milan.

Meski sebelumnya hanya mendengar cerita tentang kota mode tersebut, ia belum pernah benar-benar merasakan kehidupan di sana.

Justru itulah yang membuatnya semakin bersemangat.

Ia ingin mengenal budaya Italia, masyarakatnya, serta menikmati pengalaman hidup yang benar-benar baru bersama keluarganya.

“Saya sudah sering mendengar tentang Milan, tetapi belum pernah benar-benar mengalaminya secara langsung. Justru itulah yang membuat kami begitu antusias: bisa mengenal kota ini, budayanya, dan masyarakatnya. Selain itu, menyenangkan mengetahui bahwa saya sudah memiliki beberapa teman di sini yang bisa berbagi pengalaman bersama,”

Senang Bisa Bereuni dengan Manuel Akanji

Salah satu faktor yang membuat proses adaptasi Stones diyakini akan berjalan lebih mudah adalah kehadiran Manuel Akanji, mantan rekan setimnya di Manchester City yang kini juga memperkuat Inter.

Stones mengaku sempat berkomunikasi dengan Akanji, meski ia sengaja merahasiakan proses negosiasi hingga semuanya benar-benar selesai.

Menurutnya, Akanji merupakan salah satu bek terbaik yang pernah menjadi partnernya.

“Saya sangat senang bisa bermain bersama Manuel lagi. Dia adalah salah satu bek terbaik yang pernah bermain bersama saya,”

Selain Akanji, Stones juga mengaku sudah mengenal beberapa pemain Inter lainnya melalui pertandingan di level klub maupun tim nasional.

Siap Membawa Mental Juara ke Inter

Sebagai pemain yang telah memenangkan berbagai gelar bergengsi, Stones ingin membawa pengalaman tersebut ke ruang ganti Inter.

Ia menegaskan bahwa motivasi utamanya adalah membantu Nerazzurri mempertahankan status sebagai salah satu tim terbaik di Italia sekaligus terus bersaing di Eropa.

“Saya masih memiliki keinginan besar untuk menang. Saya ingin membawa pengalaman yang saya miliki untuk membantu tim dan klub,”

Namun, ia juga menegaskan bahwa dirinya datang bukan sebagai pemain yang merasa sudah sempurna.

Stones tetap ingin berkembang bersama pelatih Cristian Chivu dan staf kepelatihan Inter, termasuk Aleksandar Kolarov, yang pernah menjadi rekan setimnya saat masih berseragam Manchester City.

“Saya masih memiliki keinginan yang sangat besar untuk terus meraih kemenangan. Saya beruntung bisa memenangkan banyak trofi sepanjang karier saya, dan saya ingin membawa pengalaman itu ke sini untuk membantu tim dan klub. Pada saat yang sama, saya juga ingin terus belajar dan berkembang sebagai pemain, bekerja bersama pelatih serta Kolarov, yang pernah menjadi rekan setim saya di Manchester City. Saya benar-benar antusias. Saya berharap bisa memberikan kualitas terbaik yang saya miliki, sekaligus mempelajari hal-hal baru, mengenal gaya bermain yang berbeda, dan merasakan kompetisi di liga yang baru,”

Filosofi Sukses: Tim Selalu Lebih Penting

Ketika ditanya mengenai pelajaran terbesar sepanjang kariernya, Stones memberikan jawaban yang mencerminkan jiwa kepemimpinannya.

Menurutnya, kesuksesan sebuah tim tidak pernah ditentukan oleh satu pemain.

Yang terpenting adalah menjadi rekan setim yang baik.

“Tidak ada yang bisa menang sendirian. Hal terpenting adalah membantu orang-orang di sekitar Anda menjadi sukses,”

Ia juga menilai hubungan yang terjalin di luar lapangan sama pentingnya dengan kerja sama saat pertandingan berlangsung.

Karena itu, ia berharap segera membangun hubungan erat dengan seluruh pemain Inter.

Bangga Membela Timnas Inggris

Musim panas ini menjadi periode yang sibuk bagi Stones karena ia baru saja membela tim nasional Inggris di ajang Piala Dunia.

Meski Inggris hanya meraih medali perunggu, Stones tetap menganggap pencapaian tersebut sebagai kebanggaan besar.

Menurutnya, mengenakan seragam tim nasional selalu menjadi kehormatan tertinggi dalam karier seorang pesepak bola.

Kini, setelah menyelesaikan tugas bersama negaranya, fokusnya sepenuhnya tertuju pada Inter Milan.

“Musim panas ini sangat padat, tetapi juga sangat menyenangkan. Selalu menjadi kebanggaan bagi saya untuk mewakili negara saya. Saya telah melakukannya berkali-kali dan turut berkontribusi dalam meraih pencapaian-pencapaian penting dalam sejarah tim nasional kami. Saya sangat bangga dengan medali perunggu yang kami raih. Memang itu bukan hasil yang kami targetkan sejak awal, tetapi kami tetap berhasil menorehkan satu lagi halaman penting dalam sejarah, dan hal itu membuat saya benar-benar bangga. Tentu saja, saya juga sangat bangga bisa berada di sini. Saya rasa senyum saya sudah menggambarkan semuanya,”

Masuk Sejarah sebagai Pemain Inggris di Inter

Kepindahan Stones juga memiliki makna historis.

Ia menjadi pemain asal Inggris keempat yang pernah membela Inter Milan.

Fakta tersebut membuatnya merasa bangga karena tidak banyak pesepak bola Inggris yang memilih berkarier di Serie A bersama Nerazzurri.

Ia berharap dapat meninggalkan jejak positif dan melanjutkan tradisi pemain Inggris yang pernah memperkuat klub.

“Saya benar-benar merasa beruntung. Hal itu sudah saya ketahui sebelum datang ke sini, dan mengingat tidak banyak pemain asal Inggris yang pernah merasakan pengalaman seperti ini, saya sangat senang bisa menjadi bagian dari daftar tersebut,”

Target Stones: Menangkan Semua Trofi

Stones tidak menyembunyikan ambisinya.

Ia datang ke Inter dengan satu tujuan utama, yaitu memenangkan trofi.

Menurutnya, standar tinggi yang telah dibangun Inter musim lalu harus terus dipertahankan.

“Saya datang ke sini untuk menang dan berjuang memperebutkan setiap trofi. Itu selalu menjadi mentalitas saya di mana pun saya bermain, dan saya yakin kita bisa mencapainya. Kita harus terus berupaya untuk yang terbaik,”

Mentalitas tersebut menjadi ciri khas Stones sepanjang kariernya dan kini ingin ia tularkan kepada seluruh skuad Nerazzurri.

Pesan Menyentuh untuk Tifosi Inter

Di akhir wawancaranya, Stones menyampaikan pesan khusus kepada para pendukung Inter.

Ia mengaku sudah tidak sabar bermain di hadapan tifosi dan menciptakan kenangan indah bersama mereka.

Lebih dari itu, ia juga memberikan sebuah janji.

“Saya akan mengenakan seragam ini dengan penuh kebanggaan dan memberikan segalanya untuk klub serta rekan-rekan setim saya.”

Janji tersebut langsung mendapat sambutan positif dari para pendukung Inter yang berharap pengalaman dan mental juara Stones dapat menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan Nerazzurri musim ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*