
Inter Milan semakin serius memburu Cristian Romero sebagai target utama untuk memperkuat lini pertahanan menjelang musim 2026/27.
Manajemen Nerazzurri bahkan telah menetapkan batas waktu sekitar 7 hingga 10 hari untuk menyelesaikan negosiasi. Jika kesepakatan tak kunjung tercapai dalam periode tersebut, klub siap mengalihkan fokus ke target lain.
Menurut laporan Corriere dello Sport, Inter kini bergerak cepat karena tidak ingin saga transfer Romero berlarut-larut hingga akhir bursa transfer. Klub ingin memberikan kepastian kepada pelatih Cristian Chivu agar komposisi skuad segera terbentuk sebelum kompetisi resmi dimulai.
Romero Sudah Memberikan Sinyal Positif
Kabar baik bagi Inter datang dari pihak pemain. Cristian Romero dikabarkan telah membuka peluang untuk kembali bermain di Serie A setelah beberapa musim membela Tottenham Hotspur di Premier League.
Bek asal Argentina itu memang masih terikat kontrak hingga 2029 dan menerima gaji lebih dari €6 juta net per musim di London. Sementara itu, Inter disebut menawarkan kontrak berdurasi empat atau lima tahun dengan nilai sekitar €5 juta net per musim, ditambah bonus performa untuk menjembatani selisih nilai tersebut.
Perbedaan finansial memang masih menjadi salah satu kendala utama, namun kedua belah pihak terus berupaya mencari titik temu.
Tottenham Siap Bernegosiasi, Inter Ingin Turunkan Harga
Menariknya, pembicaraan mengenai Romero bermula saat Inter Milan melakukan pendekatan kepada Tottenham untuk membahas kemungkinan transfer Djed Spence.
Dalam proses tersebut, Spurs justru menawarkan nama Romero kepada Inter. Klub London kemudian memasang harga awal sekitar €50 juta untuk bek berusia 28 tahun tersebut.
Meski angka itu dinilai cukup tinggi, Inter tidak mundur dari meja negosiasi. Sebaliknya, Marotta dan Piero Ausilio terus berusaha menekan harga agar berada di kisaran €40 juta, dengan tambahan bonus sebagai bagian dari struktur kesepakatan.
Sikap Inter yang ingin membeli Romero secara permanen, bukan melalui skema pinjaman dengan kewajiban membeli, juga mendapat apresiasi dari Tottenham dan dinilai membuat negosiasi berjalan lebih konstruktif.
Oaktree Berikan Restu untuk Operasi Besar
Di balik keseriusan Inter mengejar Romero, terdapat dukungan penuh dari pemilik klub, Oaktree Capital.
Laporan menyebutkan bahwa Oaktree telah memberikan lampu hijau kepada manajemen untuk melakukan pengecualian terhadap kebijakan transfer yang biasanya lebih ketat. Artinya, Inter diizinkan mengeluarkan investasi lebih besar demi memenuhi kebutuhan teknis yang dianggap penting oleh Cristian Chivu.
Situasi serupa sebelumnya juga terjadi saat Inter mencoba mendatangkan Ademola Lookman, Manu Koné, dan Palestra. Meski seluruh negosiasi tersebut akhirnya gagal mencapai kesepakatan, langkah Oaktree menunjukkan bahwa mereka bersedia mendukung proyek olahraga klub jika dinilai tepat.
Romero Jadi Prioritas Utama Chivu
Cristian Chivu disebut memandang Romero sebagai sosok ideal untuk memimpin lini belakang Inter yang kini mengalami perubahan besar setelah kepergian beberapa bek veteran.
Karakter agresif, kepemimpinan, kemampuan membangun serangan dari belakang, hingga pengalaman di level tertinggi membuat bek timnas Argentina itu dinilai sangat cocok dengan filosofi permainan yang ingin diterapkan Chivu.
Namun, Inter juga tidak ingin terlalu lama menunggu. Apabila negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan dalam waktu sekitar 10 hari, manajemen siap mengaktifkan opsi alternatif agar persiapan tim tidak terganggu.
Kini semua mata tertuju pada proses negosiasi yang berlangsung antara Inter, Tottenham, dan kubu Romero. Jika semua berjalan sesuai rencana, bek juara dunia asal Argentina itu berpeluang menjadi rekrutan terbesar Nerazzurri pada bursa transfer musim panas ini.

Leave a Reply