
Inter Milan kembali membuat para fans-nya harus menahan napas hingga menit-menit terakhir. Setelah sebelumnya meraih kemenangan tipis atas Cagliari, kali ini Nerazzurri melakukan comeback luar biasa dengan mengalahkan Napoli 3-2 di San Siro.
Pertandingan pekan ke-3 Serie A 2026-27 tersebut kembali menunjukkan karakter Inter asuhan Cristian Chivu. Sempat tertinggal Dua gol hanya dalam waktu tiga menit, Inter tidak menyerah.
Lautaro Martinez dan Marcus Thuram membawa tuan rumah menyamakan kedudukan sebelum sang kapten memastikan kemenangan pada masa tambahan waktu.
Bagi para Interisti, kemenangan tersebut mungkin terasa seperti naik-turun roller coaster. Tidak mengherankan jika Yann Bisseck kembali menghidupkan candaan soal “defibrillator” (alat kejut jantung).
Inter Kembali Menang dalam Situasi Menegangkan
Inter sebenarnya menciptakan sejumlah peluang sebelum Napoli mampu mencetak gol. Federico Dimarco bahkan sempat membentur mistar gawang melalui tendangan bebas.
Namun, pertandingan berubah drastis setelah Napoli mencetak dua gol beruntun.
Dalam rentang hanya tiga menit, Inter tertinggal 0-2. Situasi tersebut membuat Nerazzurri berada dalam tekanan besar. Secara umum, kondisi seperti itu bisa membuat sebuah tim kehilangan arah.
Namun, Inter menunjukkan reaksi berbeda.
Lautaro Martinez memperkecil ketertinggalan setelah menerima umpan silang Dimarco. Sang kapten dengan tenang menaklukkan Alex Meret dan membuat skor berubah menjadi 1-2.
Gol tersebut menjadi titik balik penting.
Inter kembali percaya diri, sementara Napoli mulai mendapatkan tekanan yang semakin besar.
Lautaro dan Thuram Menghidupkan Comeback Inter
Setelah gol Lautaro, Inter terus meningkatkan intensitas serangan.
Marcus Thuram yang masuk menggantikan Francesco Pio Esposito kemudian memberikan dampak besar. Striker asal Prancis itu sempat membentur tiang sebelum akhirnya mencetak gol penyama kedudukan.
Inter pun kembali ke posisi 2-2.
Pada titik tersebut, Inter sebenarnya bisa saja memilih bermain lebih aman. Satu poin melawan Napoli, terutama setelah tertinggal 0-2, sudah cukup berharga.
Tetapi Chivu dan para pemainnya memilih pendekatan berbeda.
Inter tetap menyerang.
Risikonya pun besar. Napoli masih memiliki kesempatan untuk kembali mencetak gol, termasuk peluang berbahaya dari André-Frank Zambo Anguissa yang nyaris membuat San Siro kembali terdiam.
Namun, bola justru melebar.
Dan beberapa saat kemudian, giliran Inter yang mendapatkan momen penentu.
Bonny Beraksi, Lautaro Jadi Pahlawan
Memasuki masa tambahan waktu, Inter akhirnya mendapatkan gol ketiga yang sangat dramatis.
Ange-Yoan Bonny melakukan aksinya dari sisi lapangan sebelum mengirimkan bola ke dalam kotak penalti. Lautaro Martinez berada di posisi yang tepat untuk menyambutnya.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, sang kapten mencetak gol keduanya malam itu. Inter pun menang 3-2 atas Napoli.
Lautaro langsung meluapkan emosinya dengan berlari dan memanjat pagar di depan Curva. Selebrasi tersebut menggambarkan betapa besar tekanan yang baru saja dilewati Inter.
Setelah tertinggal dua gol, Nerazzurri akhirnya membalikkan keadaan.
Lautaro menjadi tokoh utama comeback tersebut.
Bisseck Kembali Mengeluarkan “Defibrillator”
Kemenangan atas Napoli juga membuat Yann Bisseck kembali mengingatkan para penggemar Inter pada satu hal: pertandingan Nerazzurri belakangan ini benar-benar menguji jantung.
Sebelumnya, Bisseck menjadi penyelamat Inter ketika menghadapi Cagliari. Sang bek melakukan penyelamatan penting di garis gawang yang membantu Nerazzurri mempertahankan keunggulan tipis.
Setelah pertandingan melawan Napoli, Bisseck kembali melontarkan candaan melalui media sosial.
“Tenete il defibrillatore ancora per un po’.”
Artinya kurang lebih berarti: “Simpan defibrillator itu untuk sementara waktu.”
Bisseck kemudian menambahkan tagar “Credi nel percorso”, yang berarti “Percaya pada proses.”
Pesan tersebut terasa sangat cocok dengan perjalanan Inter dalam beberapa pertandingan awal musim ini.
Mereka memang menang, tetapi kemenangan itu datang dengan cara yang penuh drama.
Menariknya, unggahan Bisseck juga mendapat tanda suka dari kapten Inter, Lautaro Martinez.
Josep Martinez Justru Masih “Khawatir”
Candaan Bisseck mendapat respons dari rekan setimnya, Josep Martinez.
Kiper Inter tersebut membalas dengan komentar bernada santai dan penuh ekspresi:
“E sti cazz*.”**
Namun, di balik candaan tersebut, Josep Martinez justru menjadi salah satu pemain yang tampak paling tidak puas dengan cara Inter kebobolan dua gol.
Dua gol Napoli menjadi perhatian tersendiri bagi sang penjaga gawang, terutama karena proses terjadinya gol membuat lini pertahanan Inter harus melakukan evaluasi.
Hal tersebut juga memiliki kaitan dengan pertandingan sebelumnya melawan Cagliari.
Saat Bisseck menyelamatkan bola di garis gawang, Josep Martinez sempat memberikan pesan kepada rekannya tersebut:
“Ero pronto io subito dietro.”
Artinya, “Saya sudah siap tepat di belakangmu.”
Hubungan tersebut menunjukkan adanya komunikasi dan rasa saling percaya di antara para pemain Inter Milan.

Leave a Reply