Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya setelah timnya kembali menunjukkan mental baja saat mengalahkan Como 3-2 di leg 2 semifinal Coppa Italia 2025-26, Rabu (22/4/26) dini hari WIB.
Kemenangan dramatis ini bukan hanya membawa Inter ke final, tetapi juga menegaskan identitas klasik mereka: “Pazza Inter,” tim yang tak pernah menyerah hingga detik terakhir.
Dua Comeback dalam 10 Hari: Bukti Mental Juara
Chivu menyoroti bagaimana timnya mampu membalikkan keadaan melawan Como Dua kali dalam waktu singkat di Dua ajang berbeda, Serie A dan Coppa Italia.
“Ini grup yang luar biasa. Mereka bekerja keras sejak awal musim dan selalu siap,” ujar Chivu usai laga, seperti dikutip oleh FCInter1908.
Nama-nama seperti Petar Sučić dan Diouf menjadi simbol kekuatan kedalaman skuad Inter mampu mengubah jalannya pertandingan di momen krusial.
“Hari ini, para pemain yang masuk dari bangku cadangan banyak membantu kami, mereka memahami situasi, menunjukkan kepribadian dan keberanian, serta menjadi penentu, baik Diouf maupun Sučić,”
“Tim ini memiliki keinginan luar biasa untuk tetap kompetitif di semua kompetisi. Kami telah mendapatkan posisi ini, di mana kami bisa bermimpi meraih Scudetto dan Coppa Italia. Kami sadar akan kualitas Como, yang memiliki pertahanan terbaik di liga,”
Pazza Inter Kembali Hidup
Chivu menegaskan bahwa comeback ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari identitas klub.
“Melakukan comeback dua kali melawan Como dalam 10 hari? Hanya Pazza Inter yang bisa melakukannya,”
Pernyataan ini merujuk pada karakter khas Inter:
- Pantang menyerah
- Penuh determinasi
- Berani mengambil risiko
Semangat inilah yang membuat Inter tetap berbahaya bahkan saat tertinggal.
Inter Kini Berani Bermimpi
Dengan keberhasilan lolos ke final Coppa Italia dan posisi kuat di Serie A, Chivu mulai membuka peluang untuk meraih dua gelar sekaligus.
“Kami pantas berada di situasi ini. Sekarang kami bisa bermimpi meraih Scudetto dan Coppa Italia.”
Ambisi ini didukung oleh:
- Konsistensi performa
- Kedalaman skuad
- Mentalitas juara
Soal Perbandingan dengan Mourinho
Ketika ditanya soal perbandingan dengan legenda pelatih José Mourinho, Chivu memberikan jawaban rendah hati.
“Saya tidak suka perbandingan. Saya hanya Cristian. Saya bekerja dengan hati dan passion untuk tim ini.”
Jawaban ini menunjukkan fokus Chivu:
- Tidak terjebak dalam bayang-bayang masa lalu
- Fokus pada proses dan perkembangan tim
- Membawa identitasnya sendiri ke dalam skuad
Kondisi Dumfries Jadi Catatan
Chivu juga memberikan update terkait kondisi Denzel Dumfries yang masih mengalami masalah tendon.
Meski belum fit sepenuhnya, sang pemain tetap menunjukkan komitmen dengan siap membantu tim di menit-menit akhir.
“Dumfries masih memiliki masalah fisik, tetapi ia tetap menunjukkan kesediaannya bermain di menit-menit akhir, meski mengalami masalah pada tendon.”

Leave a Reply