
Inter Milan masih menghadapi satu pekerjaan besar di bursa transfer musim panas 2026, yakni melepas Benjamin Pavard.
Bek asal Prancis tersebut dikabarkan tidak lagi masuk dalam rencana utama pelatih Cristian Chivu, tetapi hingga kini belum menemukan klub baru yang sesuai.
Menurut laporan Tuttosport, Pavard telah menolak pendekatan dari Benfica dan Galatasaray. Kini, Inter mulai menjajaki peluang lain, termasuk dari Saudi Pro League, yang dinilai bisa menjadi solusi terbaik bagi semua pihak.
Kepergian Pavard bukan hanya soal perombakan skuad, tetapi juga berkaitan langsung dengan kemampuan Inter untuk menyelesaikan sejumlah transfer pemain baru, termasuk target utama mereka, Moussa Diaby.
Setelah masa peminjamannya bersama Marseille tidak berlanjut menjadi transfer permanen, Benjamin Pavard kembali bergabung dengan Inter untuk menjalani persiapan pramusim.
Meski menyadari posisinya tidak lagi menjadi prioritas dalam proyek Cristian Chivu, bek berusia 30 tahun itu tetap menunjukkan profesionalisme dan kemampuan terbaiknya.
Ia mengikuti seluruh sesi latihan bersama skuad utama dan disebut bekerja keras selama pemusatan latihan.
Namun, sikap profesional tersebut tidak mengubah rencana klub.
Inter tetap berharap bisa melepas Pavard sebelum jendela transfer ditutup.
Tolak Benfica dan Galatasaray
Dalam beberapa pekan terakhir, Pavard sempat dikaitkan dengan Benfica dan Galatasaray.
Kedua klub disebut telah melakukan pendekatan, tetapi sang pemain memilih untuk tidak menerima tawaran tersebut.
Keputusan itu membuat proses penjualan Pavard menjadi lebih rumit.
Arab Saudi Muncul sebagai Opsi Baru
Tuttosport melaporkan bahwa seorang perantara yang memiliki jaringan kuat di dunia sepak bola Arab Saudi terlihat mengunjungi kantor Inter.
Hal tersebut memunculkan spekulasi mengenai peluang transfer Pavard ke Al-Ittihad atau klub Arab Saudi lainnya.
Yang menarik, kemungkinan transfer tersebut juga bisa berkaitan dengan negosiasi Inter untuk mendatangkan Moussa Diaby.
Jika Pavard bersedia pindah ke Arab Saudi, kesepakatan itu berpotensi membuka jalan bagi Inter untuk menyusun formula transfer yang lebih menguntungkan dalam upaya merekrut Diaby.
Saat ini, nilai buku Pavard di laporan keuangan Inter masih berada di kisaran 12,5 juta euro.
Artinya, Nerazzurri harus mendapatkan nilai transfer yang memadai agar tidak mengalami capital loss (minusvalenza).
Tak hanya itu, gaji Pavard juga tergolong tinggi.
Berkat skema insentif pajak yang sebelumnya berlaku di Italia, biaya yang harus dikeluarkan Inter untuk menggaji sang pemain mencapai sekitar 5 juta euro bersih per musim.
Dengan melepas Pavard, Inter bisa mengurangi beban gaji sekaligus memperoleh ruang finansial untuk mendatangkan pemain baru.

Leave a Reply