Diouf Siap Jadi Bek Sayap Kanan Demi Inter Milan

Andy Diouf menunjukkan komitmen penuh terhadap Inter Milan jelang bergulirnya musim baru (2026-27).

Gelandang asal Prancis itu mengaku siap dimainkan di posisi mana pun, termasuk sebagai bek sayap kanan, sesuai eksperimen yang tengah dicoba oleh pelatih Cristian Chivu selama pemusatan latihan di Donaueschingen, Jerman.

Dalam sesi wawancara bersama awak media, termasuk FCInter1908, Diouf menegaskan bahwa kepentingan tim berada di atas segalanya.

Meski posisi favoritnya tetap sebagai gelandang, ia tidak keberatan jika harus mengemban peran baru demi membantu Nerazzurri.

Siap Bermain di Mana Saja

Diouf mengaku kini merasa jauh lebih nyaman dibandingkan musim pertamanya bersama Inter. Adaptasinya berjalan dengan baik dan ia semakin percaya diri menghadapi tantangan musim baru.

“Sekarang saya merasa sangat nyaman bersama tim, staf pelatih, dan rekan-rekan setim. Saya sangat senang menyambut musim baru ini,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai eksperimen Chivu yang ingin menempatkannya sebagai bek sayap, Diouf memberikan jawaban yang menunjukkan profesionalismenya.

“Ide gila Chivu memainkan saya sebagai bek sayap? Saya hanya ingin berada di lapangan untuk membantu tim. Bermain di kanan atau kiri, saya akan selalu berusaha memberikan yang terbaik,”

Tetap Lebih Nyaman Sebagai Gelandang

Meski siap dimainkan di berbagai posisi, Diouf mengakui bahwa peran naturalnya tetap berada di lini tengah.

Namun, ia juga merasa memiliki karakteristik yang memungkinkan dirinya tampil efektif di sisi lapangan.

“Posisi alami saya adalah gelandang dan saya lebih suka bermain di sana. Tetapi saya memiliki kualitas untuk bermain di sisi kanan. Saya akan bermain di mana pun pelatih menginginkannya,”

Pernyataan tersebut sejalan dengan pendekatan Cristian Chivu yang dikenal fleksibel dalam memaksimalkan potensi para pemainnya.

Diouf Akui Serie A Lebih Taktis

Diouf juga membandingkan sepak bola Italia dengan kompetisi lain yang pernah ia jalani.

Menurutnya, Serie A menuntut kecerdasan taktik yang lebih tinggi, terutama ketika menghadapi lawan yang bertahan sangat rapat.

“Serie A berbeda, lebih mengutamakan aspek taktik. Terkadang kami menghadapi tim yang bermain dengan blok pertahanan rendah,”

Ia merasa mampu menutup musim lalu dengan performa positif dan ingin mempertahankan tren tersebut sepanjang musim baru.

“Saya mengakhiri musim lalu dengan baik dan ingin terus melanjutkannya,”

Punya Target Tembus Timnas Senior Prancis

Selain target bersama Inter, Diouf juga memiliki ambisi pribadi.

Pemain muda tersebut berharap suatu saat bisa memperkuat tim nasional senior Prancis setelah sebelumnya tampil di berbagai kelompok usia.

“Saya sudah bermain untuk tim nasional kelompok usia. Target saya tentu adalah menembus tim nasional senior,”

Diouf juga mengenang salah satu penampilan terbaiknya musim lalu saat menghadapi Bologna.

“Musim lalu pertandingan melawan Bologna berjalan sangat baik. Saya bermain cukup lama dan berhasil mencetak gol. Saya ingin terus berkembang seperti itu,”

Diouf Puji Massolin

Dalam kesempatan yang sama, Diouf turut berbicara mengenai kompatriotnya, Yanis Massolin, yang sedang berusaha menembus skuad utama Inter Milan.

Menurut Diouf, Massolin memiliki kualitas besar dan masa depan yang menjanjikan.

“Massolin adalah teman saya. Dia orang Prancis dan seusia dengan saya. Dia pemain yang sangat bagus, memiliki kualitas luar biasa, dan saya berharap ini hanyalah awal dari perjalanan kariernya.”

Pujian tersebut menunjukkan eratnya hubungan para pemain muda Inter yang kini mendapat kesempatan membuktikan diri di bawah asuhan Cristian Chivu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*