Dimarco: “Musim Lalu Rumit, Saya Sempat Down Total, Chivu Bawa Ketenangan”

Federico Dimarco berbicara secara terbuka mengenai periode sulit yang ia alami bersama Inter Milan.

Bek sayap kiri andalan Nerazzurri itu mengakui bahwa musim lalu merupakan fase yang sangat rumit, baik secara kolektif maupun personal. Namun, kehadiran pelatih baru Cristian Chivu disebut menjadi faktor penting dalam kebangkitan mental dan performanya musim ini.

Inter vs Napoli, Duel Berkualitas Dua Tim Kuat Serie A

Dalam wawancaranya bersama Nuova DS, Dimarco sepakat dengan pandangan jurnalis Rai, Thomas Villa, yang menilai laga Inter Milan kontra Napoli sebagai pertandingan berkualitas tinggi.

“Ya, saya setuju. Itu pertandingan yang indah dan sangat kompetitif, penuh duel. Ada momen naik turun untuk kedua tim,” ujar Dimarco.

Inter memang gagal mengamankan kemenangan meski sempat unggul lebih dulu. Namun bagi Dimarco, hasil imbang tetap patut disyukuri mengingat kualitas lawan.

“Rasa menyesal pasti ada karena Inter selalu ingin menang. Tapi kami juga harus sadar bahwa di hadapan kami ada tim kuat, juara liga. Jadi kami harus terus melangkah seperti sekarang,” tambahnya.

Napoli Lebih Berbahaya di Awal Babak Kedua

Dimarco juga mengakui bahwa Napoli tampil lebih mengancam setelah turun minum, terutama sebelum Inter mencetak gol pembuka.

“Napoli sangat berbahaya di awal babak kedua, bahkan lebih berbahaya sebelum kami unggul,” ungkap pemain Timnas Italia tersebut.

Pengakuan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa Inter masih memiliki ruang untuk berkembang, khususnya dalam menjaga konsistensi sepanjang pertandingan.

“Kami jelas masih perlu banyak meningkatkan diri, tetapi kami berada di jalur yang benar,”

Masalah Bola Mati Jadi Evaluasi Inter

Legenda Torino, Ciccio Graziani, yang hadir di studio DS, menyoroti kelemahan Inter dalam bertahan menghadapi bola mati dan duel udara. Dimarco menanggapi kritik tersebut dengan sikap terbuka.

“Saya belum meninjau ulang gol-gol yang terjadi. Bersama pelatih dan staf, kami akan memahami apa yang bisa kami lakukan dengan lebih baik. Jelas kami masih harus banyak meningkatkan diri, tapi kami berada di jalur yang tepat,” tegasnya.

Pengakuan Jujur: Dimarco Sempat “Down Total”

Bagian paling emosional dari pernyataan Dimarco adalah ketika ia mengungkap kondisi mentalnya di penghujung musim lalu.

“Kami datang dari musim yang rumit, tidak mudah untuk memulai kembali. Dalam dua atau tiga bulan terakhir musim lalu, saya benar-benar down total. Tidak mudah untuk memulai kembali,” aku Dimarco dengan jujur.

“Berkat bantuan pelatih dan stafnya, kami sedang berusaha untuk terus memperbaiki diri,”

Pengakuan ini menunjukkan sisi manusiawi seorang pemain top yang kerap luput dari sorotan publik.

Perbedaan Chivu dan Inzaghi: Ketenangan Jadi Kunci

Dimarco kemudian membandingkan pendekatan Cristian Chivu dengan Simone Inzaghi. Menurutnya, Chivu membawa ketenangan yang sangat dibutuhkan skuad Inter pasca-musim sulit.

“Menurut saya, Chivu menularkan banyak ketenangan kepada kami. Musim ini, pekerjaan yang kami lakukan bersama pelatih dan ketenangan yang ia bawa sangat membantu saya.”

Ia menegaskan bahwa ketenangan dan pendekatan psikologis Chivu menjadi faktor krusial dalam proses pemulihan performanya musim ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*