Inter Milan tidak hanya bersiap merayakan Scudetto dan Coppa Italia musim 2025-26 ini, tetapi juga mulai aktif menyusun skuad baru untuk musim depan.
Menurut laporan La Repubblica, manajemen Nerazzurri sudah bergerak untuk memperkuat tim asuhan Cristian Chivu dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman.
Beberapa pemain veteran seperti Francesco Acerbi, Yann Sommer, Henrikh Mkhitaryan, dan Matteo Darmian disebut berpotensi meninggalkan klub setelah kontraknya habis.
Curtis Jones Semakin Dekat ke Inter
Salah satu nama paling mengejutkan dalam laporan tersebut adalah Curtis Jones.
Gelandang milik Liverpool itu dikabarkan semakin dekat bergabung dengan Inter Milan.
Jones dinilai cocok dengan proyek baru Chivu karena memiliki:
- kreativitas
- mobilitas tinggi
- kemampuan menyerang dari lini kedua
- fleksibilitas posisi di lini tengah
Kehadirannya bisa memberi dimensi baru dalam permainan Inter yang ingin tampil lebih dinamis musim depan.
“Di lini tengah, Inter hampir mendapatkan Curtis Jones dari Liverpool,” tulis Repubblica.
Nico Paz Tetap Jadi Target Impian
Meski Curtis Jones hampir bergabung, Inter masih menyimpan ambisi besar untuk mendatangkan Nico Paz.
Namun, transfer Nico Paz itu tidak mudah diwujudkan.
Wakil presiden Inter, Javier Zanetti, disebut ikut turun tangan dalam proses pendekatan karena memiliki hubungan baik dengan ayah Nico Paz, Pablo Paz.
“Sementara mimpi utama tetap Nico Paz. Tapi ia milik Real Madrid. Namun, proses diplomasi sedang berjalan, dengan wakil presiden Zanetti, yang merupakan teman ayah Nico, Pablo ikut turun tangan mewakili pihak Nerazzurri,”
Jika Nico Paz Gagal, Inter Cari Playmaker Alternatif
Laporan tersebut juga menyebut bahwa Inter tetap akan mencari pemain kreatif di belakang striker apabila transfer Nico Paz tidak terealisasi.
“Jika Nico tidak bisa didapatkan, klub tetap akan mencari pemain yang mampu memberikan unsur ketidakpastian di area lini serang kedua (trequartista),”
Chivu Siap Terapkan Formasi Baru
Selama musim ini, Chivu beberapa kali bereksperimen dengan sistem berbeda dari pakem 3-5-2.
Salah satu formasi yang sempat diuji adalah 3-4-1-2, dengan pendekatan permainan yang lebih cair dan agresif.
Tujuannya jelas: menciptakan Inter yang lebih elastis secara taktik untuk menghadapi persaingan Serie A dan Liga Champions.
“Chivu, bahkan sejak Piala Dunia Antarklub 2025, sudah sempat mencoba formasi 3-4-1-2,”
“Saat melawan Lazio di awal pertandingan, ia mengubah skema dasar 3-5-2, dengan Barella dimainkan melebar dan Dumfries ditempatkan di lini depan sebagai bagian dari trisula serangan,”
“Idenya adalah membangun Inter yang lebih sulit ditebak, lebih fleksibel secara taktik, dan siap menghadapi tantangan besar di kompetisi Eropa.” Tambah surat kabar tersebut.

Leave a Reply