
Federico Dimarco kembali menegaskan ambisinya bersama Inter Milan. Bek sayap Nerazzurri tersebut mengungkapkan satu impian besar, yakni kembali membawa Inter ke final Liga Champions, tetapi kali ini dengan hasil yang berbeda.
Dimarco menerima penghargaan tersebut dalam ajang Gran Galà AIC setelah mendapatkan suara dari para pemain Serie A. Bagi pemain kelahiran Milan dan pendukung Inter sejak kecil itu, penghargaan tersebut terasa sangat istimewa.
Apalagi, Dimarco berhasil menjadi pemain terbaik secara keseluruhan sekaligus mempertahankan penghargaan individu tersebut untuk tiga musim beruntun.
Dimarco: Penghargaan dari Sesama Pemain Terasa Spesial
Dimarco mengaku sangat bangga bisa memenangkan penghargaan tersebut selama tiga musim berturut-turut.
Menurutnya, pencapaian itu terasa semakin spesial karena penghargaan diberikan berdasarkan suara dari para pemain yang menjadi koleganya di Serie A.
“Ini adalah sesuatu yang spesial dan unik. Menjadi pemenang penghargaan ini selama tiga musim berturut-turut membuat saya sangat bangga. Saya tentu ingin mengulanginya di masa depan, tetapi itu akan menjadi pencapaian yang sangat sulit,” ujar Dimarco.
Status sebagai pemain terbaik secara keseluruhan membuat kebahagiaannya semakin besar.
Dimarco juga tidak bisa menyembunyikan emosinya karena penghargaan tersebut diterimanya di kota kelahirannya sendiri, Milan, dengan mengenakan seragam Inter yang selama ini menjadi klub impiannya.
Bagi pemain berusia 28 tahun itu, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketekunan mampu membawanya ke panggung tertinggi.
Inter Harus Siap Memulai dari Nol
Memasuki musim baru, Dimarco menyadari bahwa status sebagai juara justru membuat Inter mendapatkan tekanan lebih besar.
Ia mengibaratkan perjalanan Serie A seperti sebuah balapan Formula 1 yang panjang. Inter memang mengawali musim dengan posisi sebagai favorit, tetapi kompetisi masih sangat panjang dan penuh tantangan.
“Ini akan menjadi musim yang panjang, seperti sebuah Grand Prix. Ini adalah kompetisi bertahap yang sangat sulit dengan banyak rintangan, dan kami harus selalu siap,” katanya.
Dimarco sadar seluruh tim lawan akan memiliki motivasi ekstra ketika menghadapi Inter sebagai juara bertahan.
Karena itu, pemain, pelatih, dan seluruh staf Nerazzurri harus memiliki mentalitas untuk kembali bekerja dari awal.
Menurutnya, kesuksesan musim sebelumnya tidak boleh membuat Inter merasa sudah berada di posisi aman.
Setiap musim harus dimulai kembali dari nol.
Berharap Italia Kembali ke Panggung Dunia
Sebagai salah satu pemain penting Timnas Italia, Dimarco juga berbicara mengenai kondisi Gli Azzurri.
Ia mengingatkan bahwa tidak ada pemain yang boleh merasa memiliki tempat permanen di tim nasional. Setiap panggilan harus selalu diperoleh melalui performa bersama klub dan kerja keras setiap hari.
Dimarco juga menyambut kedatangan pelatih baru Roberto Mancini yang menurutnya sudah memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai sepak bola Italia.
“Kami semua, baik pemain yang dipanggil maupun tidak, akan melakukan segala yang kami bisa untuk membawa tim nasional kembali ke posisi teratas,” katanya.
Harapannya sederhana: Italia bisa kembali memberikan kebahagiaan kepada para penggemar, khususnya generasi muda yang belum merasakan atmosfer Piala Dunia bersama Gli Azzurri.
Dimarco Ingin Kembali ke Final Liga Champions
Namun, bagian paling menarik dari wawancara tersebut muncul ketika Dimarco berbicara mengenai keluarga dan harapannya untuk anak ketiganya yang segera lahir.
Dimarco mengatakan bahwa kelahiran sang buah hati akan dirayakan bersama istrinya, Giulia, serta kedua anaknya, Chloe dan Nicholas.
Ketika ditanya mengenai hadiah khusus yang ingin diberikan kepada anaknya, Dimarco kemudian menyinggung Liga Champions.
Pemain Inter tersebut sudah merasakan atmosfer dua final Liga Champions sepanjang kariernya. Namun, ia masih memiliki ambisi untuk kembali ke pertandingan terbesar tersebut.
“Saya sudah beruntung bisa bermain di Dua final kompetisi penting ini. Saya ingin mencobanya lagi, tetapi dengan mengubah hasilnya,” ungkap Dimarco.
Pernyataan tersebut jelas mengarah pada keinginannya untuk kembali membawa Inter ke final Liga Champions dan kali ini mengakhiri perjalanan dengan trofi.

Leave a Reply