D’Ambrosio Pasang Badan untuk Chivu: “Percayalah Padanya, Di Inter Orang Selalu Cari Kesalahan”

Jelang laga krusial Liga Champions 2026-27 melawan Shakhtar Donetsk pada matchday 3 fase liga di San Siro, mantan bek serbabisa Inter Milan, Danilo D’Ambrosio, memberikan dukungan penuh kepada Cristian Chivu dan skuad Nerazzurri.

Di tengah kritikan tajam publik usai Inter mengawali fase liga tanpa poin, D’Ambrosio menegaskan bahwa tim ini memiliki mentalitas pemenang dan pelatih yang sangat tepat untuk keluar dari tekanan.

Dalam wawancara khususnya bersama La Gazzetta dello Sport, sosok yang membela Inter selama bertahun-tahun tersebut membagikan kenangan bersejarah, membela para pilar tim dari kritik unfairly, serta memberikan pandangan taktis mengenai era kepemimpinan Chivu.

Memori Semifinal 2020 dan Ancaman Nyata Shakhtar Donetsk

Saat mendengar kata “Shakhtar”, ingatan D’Ambrosio langsung tertuju pada kemenangan fantastis 5-0 di semifinal Europa League 2020, di mana ia turut menyumbang satu gol yang disebutnya sebagai gol terpenting sepanjang kariernya.

“Di hari-hari itu kami selalu bersama, bersatu, dan meletakkan fondasi untuk masa depan. Inter yang begitu kuat di Eropa dalam beberapa tahun terakhir lahir dari sana,” ujarnya.

“Dari skuad saat itu, hanya tersisa Lautaro, Bastoni, dan Barella. Namun mentalitas kelompok ini tetap sama. Shakhtar adalah tim yang sangat terorganisir dengan banyak pemain Brasil berkualitas. Kami pernah tersingkir oleh mereka di Champions League tahun berikutnya, jadi Inter harus sangat waspada,”

Pembelaan untuk Chivu: Komunikasi Kelas Wahid dan Karakter Pemenang

Menanggapi gaya bermain agresif yang diterapkan Cristian Chivu yang dinilai beberapa pihak terlalu mengekspos lini pertahanan, D’Ambrosio meminta publik untuk tidak panik dan memberikan kepercayaan penuh.

“Chivu sangat terlatih dan memiliki kepribadian kuat. Pengalamannya melatih tim Primavera membantunya mengembangkan komunikasi yang terbuka dengan para pemain. Cara bicaranya seperti seorang pemenang, bahkan para pemain bintang pun bisa merasakannya,” ujar D’Ambrosio.

“Di Inter, orang-orang selalu saja mencari apa yang salah. Keseimbangan bertahan akan ditemukan oleh pelatih dan pemain bersama-sama. Para bek Inter sangat kuat dan mereka menikmati duel one-on-one. Percayalah pada Chivu!”

Pembelaan untuk Bastoni, Barella, dan Pujian Bagi Ange-Yoan Bonny

D’Ambrosio juga memberikan sorotan khusus kepada mantan rekan satu timnya yang kerap dijadikan kambing hitam saat tim mengalami hasil buruk:

“Alessandro Bastoni? Ale dikritik secara tidak adil. Kelebihannya adalah selalu bangkit dan percaya pada kualitas dirinya. Banyak pemain lain yang mungkin sudah jatuh. Dia adalah aset berharga untuk Inter dan Timnas Italia,”

“Nicolò Barella? Ia menerima terlalu banyak serangan pada kesalahan pertamanya. Namun dia paham bahwa dia adalah seorang pemimpin yang memberi contoh lewat tindakan nyata di lapangan,”

“Absennya Lautaro dan Peran Bonny? Lautaro memang menyeret tim dengan kepemimpinannya, tetapi penyerang lain juga sangat kuat. Lihatlah Ange-Yoan Bonny, saat melawan Bologna dia benar-benar memecah permainan. Di Inter, tidak ada yang namanya pemain cadangan!”

Di mata Danilo D’Ambrosio, ekspektasi tinggi adalah hal wajar bagi klub sekelas Inter Milan.

Meski saat ini tertahan di papan bawah fase liga Champions League, ia optimistis Inter akan membalikkan keadaan di bawah komando Chivu.

Pertandingan kontra Shakhtar Donetsk di San Siro akan menjadi pembuktian bahwa Nerazzurri bukan sekadar pelengkap di panggung Eropa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*