
Gelandang muda berbakat asal Kroasia, Petar Sucic menjadi sosok utama dalam edisi terbaru Matchday Programme Inter Milan jelang bentrokan melawan Shakhtar Donetsk di Liga Champios.
Pemain yang kini menjadi pilar penting di lini tengah Nerazzurri tersebut membagikan kisah emosional mengenai perjalanan hidupnya, kenangan debut di San Siro, hingga sosok pahlawan sepak bola yang menginspirasinya sejak kecil.
Bagi Sucic, mampu menembus skuat utama salah satu klub terbesar di dunia seperti Inter Milan adalah sebuah impian yang menjadi kenyataan melalui kerja keras tiada henti.
Dari Taman Rumah Hingga Menembus Level Tertinggi
Karier sepak bola Petar Sucic tidak dimulai dari akademi mewah, melainkan dari kesederhanaan di halaman belakang rumahnya di Kroasia.
Kenangan Gol Pertama
“Saya mulai bermain di taman rumah, tetapi saya ingat betul gol pertama saya. Gol itu saya cetak di turnamen pertama saat resmi berlatih dengan sebuah tim. Saya sangat bahagia dan berlari mengelilingi lapangan dengan tangan terbentang di antara anak-anak lainnya,” kenang Sucic.
Kerja Keras yang Membuah Hasil
“Saat kecil, saya dan teman-teman bermimpi jadi pesepak bola. Tapi saya sadar bahwa saya memang berbakat. Dari teman-teman kecil saya, hanya saya yang berhasil mencapai level ini. Tembus ke level ini sangat sulit karena Anda harus bekerja keras setiap hari untuk membuktikannya, terlebih jika bermain untuk Inter,”
Sucic juga tak lupa menyebut nama eks pelatih Dinamo Zagreb, Nenad Bjelica, serta rekan setimnya Arian Ademi sebagai dua sosok kunci yang paling banyak membantunya dalam proses tumbuh berkembang sebagai gelandang tangguh.
Idolakan Ronaldo ‘El Fenomeno’ dan Koleksi Jersey Mewah
Meski mengagumi Lionel Messi saat tumbuh dewasa, untuk urusan sejarah Inter Milan, mata Sucic hanya tertuju pada satu nama legendaris: Ronaldo Nazario (R9).
“Di antara banyak legenda dalam sejarah Inter, favorit saya jelas Ronaldo, El Fenomeno,” tegas Sucic.
Sebagai seorang profesional, Sucic juga memiliki hobi mengoleksi jersey pemain bintang. Di antara sekian banyak koleksinya, ada dua jersey hasil tukaran baju yang paling ia jaga dan bernilai sangat tinggi baginya:
- Jersey Luka Modric (Seniornya di Timnas Kroasia)
- Jersey Martin Ødegaard (Bintang dan Kapten Arsenal)
Debut Indah 5-0 di San Siro: Malam Terbaik dalam Hidup
Sucic merasa sangat beruntung karena di usianya yang masih muda, ia telah merengkuh gelar juara liga di tiga negara berbeda. Gelar Scudetto dan Coppa Italia menjadi pencapaian luar biasa dalam kariernya. Namun, ada satu momen yang tak akan pernah ia lupakan bersama publik Giuseppe Meazza.
“Debut saya di San Siro benar-benar tak terlupakan. Kami menang 5-0 atas Torino, bermain sangat apik, dan membuat para suporter sangat bahagia. Saya rasa itu adalah salah satu malam terindah dalam hidup saya.” Ttup Sucic.
Perjalanan Petar Sucic dari lapangan kecil di Kroasia hingga mengenakan seragam kebanggaan Inter Milan menjadi bukti nyata dari dedikasi dan bakat besarnya.
Kehadirannya di lini tengah Inter tidak hanya memberikan kekuatan taktis, tetapi juga semangat muda yang siap membawa Nerazzurri meraih kejayaan di panggung domestik maupun Eropa.

Leave a Reply