
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu kembali menunjukkan sikap tegas dalam membela Josep “Pepo” Martinez setelah penjaga gawang Nerazzurri itu kembali menuai kritik.
Seusai kemenangan dramatis 5-3 atas Udinese di San Siro, Chivu meminta media dan publik tidak terus-menerus menjadikan kesalahan kiper sebagai bahan pemberitaan.
Pelatih Inter tersebut bahkan mengingatkan situasi yang dialami Yann Sommer pada musim sebelumnya. Menurut Chivu, pola yang sama kini mulai terjadi kepada Martinez.
“Jangan mulai lagi dengan Martinez seperti yang kalian lakukan kepada Sommer,” tegas Chivu dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Bagi Chivu, kesalahan seorang penjaga gawang merupakan bagian dari sepak bola. Ia tidak ingin satu atau dua momen negatif menghapus penilaian terhadap kontribusi serta kualitas seorang pemain.
Chivu Tegaskan Martinez Bukan Biang Masalah Inter
Josep Martinez memang mendapat perhatian lebih setelah beberapa penampilannya bersama Inter. Namun, Chivu menolak keras anggapan bahwa posisi penjaga gawang menjadi persoalan utama Nerazzurri.
Pelatih asal Rumania itu menyebut Martinez dan Ivan Provedel sama-sama memberikan kontribusi bagi tim. Karena itu, ia merasa tidak perlu setiap pekan muncul pemberitaan yang mempertanyakan siapa yang seharusnya menjadi penjaga gawang utama Inter.
“Martinez dan Provedel memberikan kontribusi. Selama persoalan ini terus dibicarakan, saya akan membelanya sampai mati,” ujar Chivu.
Chivu juga menegaskan bahwa Martinez merupakan pemain penting bagi Inter dan memiliki etos kerja yang sangat baik dalam latihan.
“Bagi saya, Martinez bukanlah masalah. Dia tidak pernah menjadi masalah dan dia akan menunjukkan nilainya,” katanya.
“Dia penting bagi kami dan selalu bekerja keras. Saya meminta dengan hormat agar kalian (media) tidak setiap minggu membuat berita dan judul mengenai masalah penjaga gawang kami,”
Pesan tersebut menunjukkan kepercayaan penuh Chivu terhadap kiper asal Spanyol tersebut.
Belajar dari Kasus Sommer
Chivu kemudian menyinggung bagaimana situasi Sommer pada musim lalu sempat menjadi bahan sorotan. Setiap kesalahan sang kiper menjadi perhatian besar, hingga muncul tuntutan agar Inter memainkan Martinez.
Kini, situasinya seolah berbalik.
Sommer tetap dianggap sebagai penjaga gawang berkualitas, tetapi setelah Martinez mendapat kesempatan bermain, kesalahan yang dibuat sang pemain justru mulai menjadi pusat perhatian.
“Musim lalu masalahnya adalah Sommer dan kalian langsung menunjukkannya. Sekarang kalian sudah mulai menembak Martinez. Sommer adalah penjaga gawang hebat dan dia akan menunjukkannya,” kata Chivu.
Chivu bahkan menegaskan bahwa dirinya ingin memberikan kesempatan kepada semua pemain karena mereka layak mendapatkannya.
Menurutnya, tidak ada pemain yang terbebas dari kesalahan. Bahkan seorang pelatih pun bisa melakukan kesalahan.
“Semua orang melakukan kesalahan. Saya juga melakukannya,” ujar Chivu.
Enam Gol Kebobolan Inter Jadi Perhatian
Meski membela Martinez, Chivu tetap menyadari bahwa lini pertahanan Inter harus diperbaiki.
Inter memang berhasil mengalahkan Udinese 5-3, tetapi tiga gol yang bersarang ke gawang Nerazzurri menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah di sektor pertahanan.
Chivu menyebut sebagian besar gol yang diterima Inter sejauh musim ini berasal dari kesalahan individu.
“Kalau saya menganalisis detail gol-gol yang kami kebobolan, ada enam yang berasal dari kesalahan individu. Itu bisa diperbaiki melalui konsentrasi dan tanggung jawab,” jelasnya.
Namun, Chivu tidak ingin mengubah identitas permainan Inter hanya karena timnya terkadang mengambil risiko.
Chivu memang menginginkan timnya bermain agresif dengan mengirim banyak pemain ke depan. Konsekuensinya, ruang di belakang terkadang bisa terbuka.
“Saya suka menyerang. Kami membawa banyak pemain ke depan dan memang mengambil beberapa risiko,” katanya.
Meski demikian, Chivu tetap mengakui bahwa Inter harus lebih fokus. Menurutnya, selalu ada aspek yang perlu diperbaiki, bahkan ketika sebuah pertandingan hampir berjalan sempurna.
Chivu Puas dengan Respons Inter
Di balik tiga gol yang kebobolan, Chivu tetap memberikan apresiasi terhadap reaksi para pemainnya.
Inter sempat tertinggal 0-2 dari Udinese sebelum bangkit dan membalikkan keadaan. Kemenangan 5-3 tersebut menjadi comeback kedua secara beruntun setelah sebelumnya Nerazzurri juga mengalahkan Napoli dengan skor 3-2 setelah sempat tertinggal.
Chivu mengakui bahwa Inter tidak memulai pertandingan dengan energi yang ideal. Padatnya jadwal, termasuk pertandingan Liga Champions melawan Real Madrid, disebut turut memengaruhi kondisi tim.
“Saya mengambil tanggung jawab karena tidak berhasil memberikan energi yang tepat dalam persiapan. Kami terlihat kehabisan tenaga,” tutur Chivu.
Namun, ia puas dengan perubahan yang ditunjukkan Inter setelah tertinggal dua gol.
“Yang saya ambil adalah hal-hal positif setelah itu, ketika kami mampu melakukan apa yang tidak berhasil dilakukan di awal. Pada akhirnya, yang terpenting adalah tiga poin.”

Leave a Reply