
Ange-Yoan Bonny ikut mencatatkan namanya dalam kemenangan dramatis Inter Milan atas Udinese dalam laga pekan ke-4 Serie A 2026-27.
Masuk dari bangku cadangan, penyerang asal Prancis tersebut turut membantu Nerazzurri memastikan kemenangan 5-3 dalam pertandingan penuh drama di San Siro.
Bagi Bonny, gol tersebut bukan hanya tentang kontribusi pribadi. Ia justru menyoroti kekuatan kolektif Inter yang menurutnya tidak bergantung pada 11 pemain yang tampil sejak menit pertama.
Hal itu disampaikan Bonny kepada Sky Sport seusai pertandingan.
“Seperti musim lalu, tim ini bukan hanya terdiri dari 11 pemain. Kami adalah sebuah kelompok, dan semuanya siap membantu tim. Hari ini hal itu terlihat, baik dari mereka yang bermain sejak awal maupun para pemain pengganti,”
Bonny Jadi Bukti Kedalaman Skuad Inter
Pertandingan melawan Udinese menjadi contoh nyata kedalaman skuad yang dimiliki Inter.
Cristian Chivu melakukan sejumlah rotasi setelah pertandingan Liga Champions melawan Real Madrid. Beberapa pemain penting seperti Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu mendapat kesempatan untuk beristirahat, sementara sejumlah pemain lainnya belum berada dalam kondisi terbaik.
Situasi tersebut membuat peran pemain dari bangku cadangan menjadi sangat penting.
Bonny adalah salah satu pemain yang mampu memanfaatkan kesempatan tersebut. Kehadirannya memberikan energi tambahan di lini depan hingga akhirnya ia mencetak gol keempat Inter dalam pertandingan tersebut.
Penyerang Prancis itu menunjukkan bahwa kontribusi pemain tidak selalu harus dimulai sejak peluit pertama dibunyikan.
Dalam musim dengan jadwal padat, terutama ketika Inter harus bersaing di Serie A dan Liga Champions, kedalaman skuad menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan konsistensi sebuah tim.
Inter Kembali Bangkit dari Ketertinggalan 0-2
Kemenangan atas Udinese juga memperlihatkan karakter Inter.
Nerazzurri sempat dibuat terkejut setelah James Abankwah dan Jurgen Ekkelenkamp membawa Udinese unggul 2-0 hanya dalam 16 menit.
Namun, Inter tidak panik.
Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan sebelum Niccolò Barella menyamakan kedudukan menjelang turun minum. Setelah jeda, Marcus Thuram membawa Inter berbalik unggul.
Francesco Pio Esposito kemudian mencetak gol keempat sebelum Bonny menyempurnakan comeback dengan gol kelima.
Udinese memang sempat mencetak gol ketiga pada masa injury time, tetapi Inter tetap mengamankan tiga poin.
Ini merupakan comeback 2-0 kedua secara beruntun bagi Inter di Serie A, setelah sebelumnya mereka juga bangkit untuk mengalahkan Napoli.
Fokus ke AS Roma
Setelah merayakan kemenangan atas Udinese, Bonny langsung mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.
Inter akan menghadapi AS Roma, sebuah laga yang diprediksi jauh lebih sulit.
Bonny memahami bahwa Inter harus membawa mentalitas yang sama ketika bertandang menghadapi tim ibu kota Italia tersebut.
“Roma? Ini pertandingan yang sulit. Kami datang dengan tujuan yang sama dan keinginan yang sama seperti biasanya, yaitu untuk menang.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan ambisi Inter untuk terus menjaga momentum di Serie A.
Setelah dua kemenangan comeback secara beruntun, Nerazzurri memiliki peluang untuk membangun kepercayaan diri sebelum kembali menghadapi rangkaian pertandingan berat.

Leave a Reply