
Kekalahan 1-2 Inter Milan dari Real Madrid di Santiago Bernabéu meninggalkan sebuah pertanyaan: apakah posisi penjaga gawang akan menjadi masalah Nerazzurri musim ini?
Josep Martinez menjalani pertandingan dengan dua wajah yang sangat berbeda. Kiper asal Spanyol itu melakukan kesalahan fatal yang membuat Real Madrid mencetak gol kedua melalui Valverde.
Namun, setelah blunder tersebut, Martinez justru bangkit dan melakukan sejumlah penyelamatan penting yang membuat Inter terus memberikan perlawanan hingga menit-menit terakhir.
Performa kontras tersebut membuat situasi penjaga gawang Inter kembali menjadi sorotan.
Josep Martinez, dari Blunder Fatal hingga Penyelamatan Gemilang
Malam di Bernabéu sebenarnya menjadi ujian besar bagi Josep Martinez.
Pada menit ke-32, Martinez mencoba memainkan bola menggunakan kakinya di area pertahanan sendiri. Namun, situasi tersebut berubah menjadi bencana.
Bola gagal dikendalikan dengan baik, dan Valverde mampu memanfaatkannya untuk mencetak gol kedua Real Madrid.
Kesalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Inter sebelumnya sudah kebobolan melalui gol Kylian Mbappé. Dengan skor berubah menjadi 2-0, Nerazzurri berada dalam situasi yang sangat sulit.
La Gazzetta dello Sport bahkan menggambarkan kesalahan tersebut sebagai blunder yang sangat besar dan menghidupkan kembali keraguan yang sebelumnya sempat muncul mengenai kelayakan Josep Martinez sebagai kiper utama Inter.
Namun, cerita pertandingan tidak berhenti di sana.
Martinez Justru Bangkit Setelah Melakukan Kesalahan
Hal yang menarik adalah respons Martinez setelah melakukan kesalahan.
Alih-alih kehilangan konsentrasi sepanjang pertandingan, kiper Spanyol tersebut justru mampu bangkit.
Martinez melakukan beberapa penyelamatan penting yang menjaga peluang Inter untuk mengejar ketertinggalan. Dua di antaranya bahkan disebut sangat luar biasa ketika menghadapi peluang Jude Bellingham.
Dengan demikian, Martinez menjadi pemain dengan dua wajah pada pertandingan tersebut.
Ia menjadi salah satu penyebab Inter berada dalam situasi sulit, tetapi pada saat yang sama juga menjadi alasan mengapa Nerazzurri masih memiliki kesempatan untuk mengejar hasil.
Ironisnya, justru performa seperti inilah yang membuat perdebatan mengenai masa depan posisi penjaga gawang Inter semakin menarik.
Keraguan Lama Kembali Muncul
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, kekhawatiran terhadap Martinez sebenarnya sudah ada sejak musim panas.
Inter telah mengambil keputusan penting dengan menjadikan Martinez sebagai penjaga gawang utama setelah beberapa musim sebelumnya ia berstatus sebagai pelapis Yann Sommer.
Keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan.
Martinez dianggap menunjukkan perkembangan selama latihan dan dinilai siap mendapatkan tanggung jawab lebih besar. Manajemen kemudian memilih untuk tidak menginvestasikan dana besar untuk mendatangkan kiper nomor satu baru.
Dana transfer yang sebelumnya bisa digunakan untuk posisi penjaga gawang akhirnya dialihkan untuk kebutuhan skuad lainnya.
Namun, pertandingan di Bernabéu memperlihatkan kembali risiko dari keputusan tersebut.
Mengapa Courtois Membuat Perbandingan Semakin Menyakitkan?
Situasi menjadi semakin kontras karena di seberang lapangan berdiri Thibaut Courtois.
Kiper Real Madrid tersebut kembali menunjukkan mengapa klub-klub elite Eropa hampir tidak pernah bisa mengabaikan pentingnya penjaga gawang kelas dunia.
Courtois memiliki kemampuan untuk membuat penyelamatan luar biasa terlihat seperti sesuatu yang biasa.
Ketika sebuah pertandingan berada dalam situasi sulit, kiper kelas dunia bisa menjadi pembeda. Satu penyelamatan dapat mempertahankan keunggulan, sementara satu kesalahan bisa mengubah seluruh jalannya pertandingan.
Inter tentu berharap Martinez dapat berkembang menuju level tersebut.
Namun, setelah apa yang terjadi di Bernabéu, pertanyaan mengenai kesiapan sang kiper sebagai pilihan utama kembali mencuat.
Ivan Provedel Bisa Mendapat Lebih Banyak Kesempatan
Inter sebenarnya sudah mengantisipasi kebutuhan tersebut dengan mendatangkan Ivan Provedel.
Kiper asal Italia itu didatangkan dengan rencana untuk mendapatkan jumlah pertandingan yang cukup signifikan sebagai pesaing Martinez.
Artinya, sejak awal Inter tidak ingin Provedel hanya menjadi penjaga gawang cadangan yang hampir tidak pernah dimainkan.
Namun, setelah pertandingan di Madrid, distribusi menit bermain tersebut berpotensi berubah.
La Gazzetta dello Sport menilai debut Provedel bahkan bisa dipercepat setelah apa yang terjadi di Bernabéu.
Jika Martinez kembali melakukan kesalahan serupa dalam pertandingan berikutnya, Chivu akan menghadapi keputusan yang tidak mudah: tetap memberikan kepercayaan kepada kiper yang sudah diproyeksikan sebagai nomor satu atau memberikan kesempatan kepada Provedel.
Inter Tidak Bisa Hanya Menilai Martinez dari Satu Blunder
Meski demikian, penting untuk tidak mengambil kesimpulan berlebihan hanya berdasarkan satu pertandingan.
Martinez memang melakukan kesalahan besar. Tetapi ia juga menunjukkan kemampuan melakukan penyelamatan penting setelahnya.
Faktor tersebut harus menjadi bagian dari evaluasi Inter.
Seorang penjaga gawang yang bermain dengan gaya modern memang dituntut aktif keluar dari garis pertahanan dan nyaman menggunakan kaki. Namun, semakin tinggi posisi seorang kiper dalam sistem permainan, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung.
Inter membutuhkan keseimbangan antara kemampuan Martinez dalam membangun permainan dari belakang dan keamanan yang diberikan seorang penjaga gawang.

Leave a Reply