Kalah 3-5, Pelatih Udinese Akui Inter di Level Berbeda

Pelatih Udinese, Kosta Runjaic, mengakui bahwa Inter Milan berada di level yang berbeda setelah timnya kalah 3-5 dalam pertandingan Serie A di San Siro dalam laga pekan ke-4 Serie A 2026-27.

Menurut Runjaic, Udinese sebenarnya mampu mengelola permainan dengan cukup baik pada babak pertama, tetapi terlalu mudah memberikan gol kepada tuan rumah.

Inter sempat dikejutkan Udinese yang mampu mencetak dua gol lebih dahulu. Namun, skuad asuhan Cristian Chivu menunjukkan mentalitas kuat dengan membalikkan keadaan hingga akhirnya mengamankan kemenangan 5-3.

Berbicara kepada DAZN setelah pertandingan, Runjaic mengakui bahwa dirinya memang sudah memperkirakan Inter akan tampil sangat kuat.

Saya sudah memperkirakan Inter akan sekuat ini, tetapi kami terlalu mudah kebobolan,” ujar sang pelatih.

Runjaic menilai Udinese masih mampu mengontrol bola dengan lebih baik pada babak pertama. Namun, situasi berubah setelah turun minum ketika tekanan Inter semakin sulit mereka redam.

“Pada babak pertama kami mengontrol bola dengan lebih baik dibandingkan babak kedua. Di babak kedua kami tidak mampu mengatasi tekanan,”

Udinese Kehilangan Kendali Setelah Unggul 2-0

Dua gol cepat Udinese melalui Abankwah dan Ekkelenkamp sempat membuat Inter berada dalam posisi sulit. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan.

Inter kemudian merespons dengan mencetak tiga gol sebelum jeda melalui Carlos Augusto dan Nicolo Barella, serta membalikkan momentum pertandingan.

Runjaic sebenarnya sudah memperkirakan Inter akan memberikan reaksi besar setelah tertinggal.

“Saya mengharapkan Inter melakukan kebangkitan besar pada babak kedua, tetapi kami terlalu mudah memberikan gol,”

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana masalah utama Udinese bukan sekadar menghadapi kualitas individu pemain Inter, tetapi juga ketidakmampuan mereka mempertahankan struktur ketika mendapatkan tekanan.

Inter semakin agresif setelah jeda dan akhirnya menambah dua gol melalui Marcus Thuram dan Francesco Pio Esposito. Udinese sempat memperkecil ketertinggalan lewat Keinan Davis, tetapi Ange-Yoan Bonny dan kolega mampu menjaga kemenangan hingga akhir.

Runjaic: Inter Jauh Lebih Kuat Dibanding Musim Lalu

Runjaic juga membandingkan pertandingan kali ini dengan pertemuan Udinese dan Inter pada musim sebelumnya. Ketika itu, Udinese mampu mengalahkan Nerazzurri di San Siro.

Namun, sang pelatih mengakui bahwa kemenangan tersebut juga dipengaruhi sedikit keberuntungan.

“Kami selalu harus berkembang. Kami memiliki banyak pemain muda dan beberapa pemain kunci sedang cedera,”

Runjaic berharap sejumlah pemain penting segera kembali memperkuat tim, termasuk Nicolò Zaniolo, Oumar Solet, dan Jakub Piotrowski.

“Saya tidak sabar menunggu Zaniolo, Solet, dan Piotrowski kembali,”

Pelatih asal Jerman itu kemudian memberikan pengakuan menarik mengenai perbedaan kualitas Inter saat ini dibandingkan musim lalu.

“Musim lalu kami sedang dalam penurunan dan kemudian kami menang di sini melawan Inter, meski dengan sedikit keberuntungan. Tetapi Inter berada di level yang berbeda.”

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan betapa besar kesan Runjaic terhadap perkembangan Inter di bawah Cristian Chivu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*