
Inter Milan kembali menunjukkan ketajamannya di Serie A. Kemenangan spektakuler 5-3 atas Udinese dalam laga pekan ke-4 di San Siro bukan sekadar tambahan tiga poin bagi Nerazzurri, tetapi juga mempertegas sebuah statistik luar biasa mengenai produktivitas lini serang mereka sepanjang 2026.
Inter kini tercatat sudah Empat kali mencetak setidaknya Lima gol dalam satu pertandingan Serie A sepanjang tahun kalender 2026.
Catatan tersebut menjadi yang terbaik di Italia dan menempatkan pasukan Cristian Chivu di antara tim paling produktif di lima liga top Eropa.
Data yang dikutip dari Opta menunjukkan hanya satu klub yang melakukannya lebih sering sepanjang 2026, yakni Bayern Munich.
Bayern Munich berada di posisi teratas dengan Enam pertandingan ketika mereka mencetak minimal Lima gol. Sementara Inter sudah mengoleksi Empat pertandingan, sama seperti Barcelona.
Statistik tersebut menjadi gambaran betapa berbahayanya Inter ketika menemukan ritme permainan di lini depan.
Inter Jadi Mesin Gol Serie A
Lima gol ke gawang Udinese menjadi bukti terbaru efektivitas Inter dalam fase menyerang.
Menariknya, kemenangan tersebut tidak datang dengan cara mudah. Nerazzurri justru sempat tertinggal 0-2 sebelum mampu membalikkan keadaan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 5-3.
Artinya, produktivitas Inter bukan hanya terlihat ketika mereka menguasai pertandingan sejak awal. Tim Chivu juga mampu menghasilkan gol dalam situasi sulit dan ketika harus mengejar ketertinggalan.
Opta mencatat bahwa Inter telah Empat kali mencetak 5+ gol di Serie A sepanjang tahun 2026, sebuah pencapaian yang tidak mampu ditandingi klub Italia lainnya dalam periode yang sama.
Produktivitas tersebut juga menunjukkan karakter permainan yang ingin dibangun Chivu: agresif, berani mengambil risiko, serta menempatkan banyak pemain di area ofensif.
Lima Gol, tetapi Chivu Masih Belum Puas
Menariknya, kemenangan 5-3 atas Udinese tidak membuat Chivu menutup mata terhadap kelemahan timnya.
Pelatih asal Rumania itu justru mengakui bahwa Inter memulai pertandingan dengan energi yang kurang. Mereka tertinggal dua gol sebelum akhirnya bangkit.
Chivu juga menyoroti tiga gol yang bersarang ke gawang Inter. Menurutnya, beberapa gol yang diterima Nerazzurri berasal dari kesalahan individu yang seharusnya bisa diperbaiki melalui konsentrasi dan rasa tanggung jawab.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Chivu tidak ingin Inter hanya dikenal sebagai tim yang mampu mencetak banyak gol. Ia juga ingin menemukan keseimbangan antara agresivitas menyerang dan soliditas pertahanan.
“Saya suka menyerang. Kami membawa banyak pemain ke depan dan memang mengambil beberapa risiko,” ujar Chivu seusai pertandingan.
Risiko tersebut memang menjadi bagian dari identitas permainan Inter. Namun, ketika efektivitas serangan sudah berada di level tinggi seperti sekarang, peningkatan pertahanan akan membuat Nerazzurri menjadi tim yang jauh lebih komplet.
Inter Punya Modal Besar untuk Perburuan Gelar
Empat pertandingan dengan minimal lima gol dalam Serie A sepanjang 2026 menjadi sinyal positif bagi Inter.
Ketajaman tersebut memberikan modal besar dalam perburuan Scudetto karena kemampuan mencetak banyak gol sering kali menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat.
Namun, Chivu masih memiliki pekerjaan rumah besar. Inter harus mengurangi kesalahan individu dan memperbaiki organisasi pertahanan tanpa mengorbankan keberanian mereka dalam menyerang.
Jika keseimbangan itu berhasil ditemukan, Inter tidak hanya akan menjadi mesin gol, tetapi juga tim yang semakin sulit dihentikan.
Untuk sementara, statistik Opta sudah memberikan gambaran jelas: Inter adalah salah satu mesin gol paling produktif di Eropa sepanjang 2026.
Dan setelah kemenangan 5-3 atas Udinese, satu hal semakin sulit dibantah, di mana ini serang Nerazzurri sedang berada dalam bentuk yang sangat menakutkan.

Leave a Reply