Inter 5-3 Udinese: Comeback Spektakuler dalam Laga 8 Gol di San Siro

Inter Milan kembali menunjukkan mentalitas comeback luar biasa. Untuk kedua kalinya secara beruntun di Serie A, Nerazzurri mampu bangkit setelah tertinggal dua gol dan kali ini menutup pertandingan dengan kemenangan dramatis 5-3 atas Udinese di San Siro.

Delapan gol tercipta dalam pertandingan yang berlangsung penuh drama tersebut. Udinese sempat membuat publik San Siro terdiam setelah unggul 2-0 pada babak pertama.

Namun, Inter merespons dengan Lima gol dan membalikkan keadaan sebelum tim tamu memperkecil ketertinggalan pada masa injury time.

Kemenangan ini menjadi respons penting Inter setelah sebelumnya menelan kekalahan 1-2 dari Real Madrid di Liga Champions.

Udinese Mengejutkan Inter

Cristian Chivu melakukan sejumlah rotasi dalam pertandingan ini. John Stones mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter untuk pertama kalinya, sementara Lautaro Martinez, Yann Bisseck dan Hakan Calhanoglu diistirahatkan.

Federico Dimarco juga belum dimainkan sejak awal karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih, sedangkan Djed Spence masih harus menepi karena cedera.

Namun, rotasi tersebut membuat Inter terlihat kesulitan menemukan ritme permainan pada awal pertandingan.

Udinese justru berhasil membuka keunggulan pada menit ke-9. Skema sepak pojok pendek menghasilkan umpan silang Unai Gómez dari sisi kanan yang disambut sundulan bebas James Abankwah.

Sundulan dari jarak sekitar tujuh meter tersebut melengkung menuju sudut atas gawang dan tidak mampu dihentikan kiper Inter.

Gol itu menjadi gol Serie A pertama Abankwah.

Inter sebenarnya sempat memiliki peluang menyamakan kedudukan. Marcus Thuram menyambut umpan Niccolò Barella, tetapi Maduka Okoye mampu menggagalkan sundulan sekaligus peluang kedua dari jarak dekat.

Ekkelenkamp Gandakan Keunggulan Udinese

Inter yang tampak lambat dalam merespons permainan lawan kembali dihukum pada menit ke-16.

Keinan Davis berhasil bergerak dari sisi kiri dan mengirimkan umpan mendatar ke depan gawang. Jurgen Ekkelenkamp mendapatkan ruang terlalu bebas dan tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang.

Inter tertinggal 0-2 hanya dalam 16 menit.

Situasi semakin panas ketika Thuram meminta penalti setelah terlibat duel dengan Kabasele. Wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran, sementara asisten pelatih Inter, Aleksandar Kolarov, kemudian mendapat kartu merah karena melakukan protes dari pinggir lapangan.

Tetapi Inter perlahan mulai bangkit.

Carlos Augusto dan Barella Hidupkan Comeback

Gol yang mengubah momentum pertandingan lahir pada menit ke-26.

Carlos Augusto menerima bola di luar kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kiri. Bola meluncur ke sudut bawah gawang dan membuat Okoye tak berdaya.

Bek asal Brasil itu kembali mencetak gol penting hanya beberapa hari setelah sebelumnya menjebol gawang Real Madrid di Santiago Bernabéu.

Inter kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-35.

Hassane Kamara kehilangan bola di lini tengah. Thuram memberikan sentuhan kepada Barella yang sempat kehilangan keseimbangan. Namun, gelandang Italia tersebut segera bangkit dan melepaskan tembakan menyilang yang menghujam gawang Udinese.

Skor imbang 2-2.

Barella bahkan hampir membawa Inter berbalik unggul sebelum jeda. Namun, Okoye melakukan penyelamatan spektakuler untuk menepis tembakannya ke atas mistar.

Thuram Bawa Inter Berbalik Unggul

Inter melanjutkan tekanan setelah turun minum.

Okoye kembali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan tembakan Henrikh Mkhitaryan dari jarak dekat.

Namun, kiper Udinese akhirnya tak mampu menyelamatkan timnya pada menit ke-57.

Barella mengirimkan bola ke ruang di belakang pertahanan Udinese. Andy Diouf berlari dari lini tengah, mengejar bola hingga mendekati garis akhir, kemudian mengirimkan umpan tarik.

Thuram datang tepat waktu dan menyelesaikannya dengan tembakan first-time dari jarak sekitar delapan meter.

Inter pun berbalik unggul 3-2.

Untuk pertandingan Serie A kedua secara beruntun, Inter berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-2.

Pio Esposito dan Bonny Lengkapi Pesta Gol

Drama belum berakhir.

John Stones yang tengah mengejar Davis mengalami masalah fisik dan harus ditarik keluar. Namun, Inter justru semakin mengontrol pertandingan.

Pada menit ke-67, sebuah kombinasi apik antara Curtis Jones dan Piotr Zielinski membuka ruang bagi Francesco Pio Esposito.

Striker muda Inter tersebut kemudian melepaskan tembakan rendah dari dalam kotak penalti yang bersarang di gawang Udinese. Inter 4-2 Udinese.

Keunggulan semakin besar pada menit ke-79.

Federico Dimarco yang baru kembali dari cedera lutut ikut terlibat dalam proses gol. Ia bekerja sama dengan Pio Esposito dan Diouf untuk membuka ruang bagi Ange-Yoan Bonny.

Bonny mendapatkan kesempatan menembak. Upaya pertamanya masih mampu ditepis Okoye, tetapi bola kembali kepadanya dan percobaan kedua akhirnya bersarang di gawang.

Skor 5-2 untuk Inter.

Udinese masih sempat mencetak satu gol hiburan pada menit ke-91. Sandi Lovric mengirimkan umpan silang yang dikontrol Vakoun Bayo sebelum Idrissa Gueye menyambar bola di tiang jauh.

Skor berubah menjadi 5-3, tetapi Udinese tidak memiliki cukup waktu untuk mengejar ketertinggalan.

Inter Menunjukkan Mentalitas Juara

Inter sebenarnya hampir mencetak gol keenam. Aleksandar Stankovic melepaskan tendangan bebas yang membentur pagar pemain Udinese dan kemudian mengenai sisi luar tiang gawang.

Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan 5-3 bagi Nerazzurri.

Hasil ini memiliki arti penting bagi Inter. Setelah kalah dari Real Madrid di Liga Champions akibat sejumlah kesalahan individu, tim asuhan Chivu menunjukkan respons positif di Serie A.

Lebih menarik lagi, comeback melawan Udinese memiliki pola yang hampir identik dengan pertandingan sebelumnya melawan Napoli. Dalam dua laga Serie A beruntun, Inter sama-sama tertinggal 0-2, tetapi berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan.

Bagi Chivu, kemampuan tim untuk tetap tenang setelah tertinggal menjadi modal penting. Namun, pertandingan ini juga memperlihatkan sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam organisasi pertahanan dan konsentrasi pada awal pertandingan.

Dengan delapan gol, comeback, serta kontribusi dari sejumlah pemain berbeda, San Siro menyaksikan salah satu pertandingan paling menghibur Inter pada awal musim ini.

Susunan Pemain

INTER (3-5-2): 1 Martinez; 25 Akanji, 6 Stones (28 Pavard 62′), 95 Bastoni (32 Dimarco 70′); 17 Diouf, 23 Barella, 7 Zielinski (5 Stankovic 82′), 22 Mkhitaryan (21 Jones 62′), 30 Carlos Augusto; 9 Thuram (14 Bonny 70′), 94 Esposito.

Pelatih: Cristian Chivu.

UDINESE (3-4-2-1): 40 Okoye; 14 Abankwah, 27 Kabasele, 77 Ebosse; 23 Vojvoda (13 Bertola 74′), 38 Miller (30 Chakvetadze 74′), 8 Karlstrom, 11 Kamara; 46 Gomez (7 Gueye 61′), 32 Ekkelenkamp (4 Lovric 80′); 9 Davis (15 Bayo 80′).

Pelatih: Kosta Runjaic.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*