Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari publik. Kali ini, sorotan tajam mengarah kepada bek andalan Inter Milan, Alessandro Bastoni yang menjadi sasaran kritik, bahkan hingga ke ranah pribadi.
Situasi memanas tersebut memaksa Bastoni dan istrinya, Camilla, mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan kolom komentar di media sosial mereka demi menghindari gelombang hujatan.
Momen Krusial yang Berujung Petaka
Dalam laga penentuan melawan Bosnia and Herzegovina, Bastoni menjadi pusat perhatian setelah menerima kartu merah di penghujung babak pertama.
Wasit Clement Turpin mengusirnya keluar lapangan usai tekel keras terhadap Amar Memic. Keputusan tersebut menjadi titik balik pertandingan.
Bermain dengan 10 orang, Italia tampil tertekan dan akhirnya harus menerima kenyataan pahit: gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Gelombang Kritik hingga Serangan Personal
Pasca pertandingan, emosi para penggemar Italia memuncak. Bastoni dianggap sebagai penyebab utama kekalahan, memicu banjir komentar negatif di media sosial.
Namun, yang terjadi bukan sekadar kritik sportif. Banyak komentar yang bersifat kasar dan menyerang secara personal, bahkan menyasar kehidupan pribadinya bersama sang istri.
Situasi ini membuat Bastoni dan Camilla memilih untuk menutup kolom komentar di akun Instagram mereka sebagai bentuk perlindungan diri dari cyberbullying.
Reputasi Bastoni Kembali Dipertanyakan
Ini bukan pertama kalinya Bastoni berada dalam sorotan negatif. Sebelumnya, ia juga sempat menuai kontroversi dalam laga panas Derby d’Italia melawan Juventus, yang berujung kartu merah untuk Pierre Kalulu.
Rangkaian insiden ini membuat sebagian fans mulai mempertanyakan konsistensi dan kedewasaan Bastoni dalam pertandingan besar.
Masa Depan di Inter Dipertanyakan?
Dengan situasi yang semakin panas, muncul spekulasi mengenai masa depan Bastoni di San Siro.
Meski masih menjadi bagian penting dari skuad Inter, tekanan dari luar bisa saja memengaruhi keputusan klub maupun pemain itu sendiri.
Namun, penting untuk diingat bahwa dalam sepak bola, satu momen buruk tidak selalu menentukan keseluruhan karier. Bastoni masih memiliki waktu dan kesempatan untuk membalikkan keadaan.

Leave a Reply