Kolarov: “Inter Milan Ingin Bertahan di Puncak Hingga Akhir”

Inter Milan kembali menunjukkan karakter juara saat menaklukkan Bologna dengan skor 3-1 pada pekan ke-18 Serie A 2025-26 di San Siro, Senin (5/1/2026) dini hari WIB.

Kemenangan ini membuat Inter berhasil merebut kembali posisi puncak klasemen, dengan raihan 39 poin, unggul Satu poin atas AC Milan di posisi Dua.

Asisten pelatih Inter, Aleksandar Kolarov menegaskan misi berat Inter, yakni bertahan di posisi puncak klasemen hingga akhir dan mengungkap sisi lain dari pelatih kepala Cristian Chivu.

Chivu kehilangan suara akibat terlalu intens berteriak memberi instruksi, sehingga Kolarov yang akhirnya mewakili Inter Milan berbicara kepada media usai laga.

Inter Tuntaskan Misi Balas Dendam atas Bologna

Laga ini punya makna khusus bagi Nerazzurri. Sebelumnya, Inter Milan disingkirkan Bologna lewat adu penalti di semifinal Supercoppa Italiana. Tak heran jika pasukan Chivu tampil agresif sejak awal.

Gol pembuka dicetak Piotr Zielinski, namun Inter Milan sempat frustrasi karena performa gemilang kiper Bologna, Federico Ravaglia, yang melakukan serangkaian penyelamatan krusial.

Barulah di babak kedua, Lautaro Martinez dan gol unik Marcus Thuram memastikan kemenangan.

Satu-satunya noda datang dari gol telat Santiago Castro, yang membuat Inter gagal mencatat clean sheet.

Kolarov Wakili Chivu: “Kami Main Bagus dari Awal hingga Akhir”

Berbicara kepada DAZN Italia, Kolarov menilai Inter pantas menang.

“Kami menciptakan banyak peluang, terutama di babak kedua. Memang tidak semuanya bisa dimaksimalkan, tapi tim bermain sangat baik dari awal sampai akhir,” ujar Kolarov.

Ia menegaskan bahwa Inter menunjukkan kematangan permainan dan kontrol pertandingan yang solid.

Evolusi Duet Thu-La di Era Chivu

Di bawah Cristian Chivu, duet Lautaro Martinez-Marcus Thuram mengalami perubahan peran. Jika sebelumnya Simone Inzaghi ingin keduanya tetap berdekatan, kini Lautaro diberi kebebasan lebih untuk turun menjemput bola.

“Lautaro adalah kapten dan pemimpin kami. Dia selalu memberi 100 persen, bahkan di sesi latihan,” kata Kolarov.

Strategi Inter kali ini adalah menciptakan formasi menyerupai berlian di lini tengah, mendorong satu gelandang naik lalu turun kembali, sehingga Thuram bisa diisolasi satu lawan satu dengan bek lawan.

Kecerdasan pergerakan Lautaro menjadi kunci gol pertama Inter.

“Kami menyiapkannya seperti ini hari ini, dengan mencoba mendorong satu gelandang naik lalu menariknya sedikit lebih dalam untuk membentuk pola berlian, sehingga Marcus bisa diisolasi satu lawan satu dengan bek mereka. Lautaro sangat piawai dalam memahami kapan dan ke mana harus bergerak, sehingga ia selalu menemukan posisi yang tepat, dan dari situlah gol pertama tercipta,”

Inter Tak Berubah Total, Tapi Ditambah Dimensi Baru

Kolarov menegaskan bahwa Chivu tidak merombak Inter secara drastis, melainkan menambahkan detail-detail penting.

“Kami tidak ingin mengubah Inter secara drastis, tetapi lebih ingin menambahkan hal-hal baru,”

“Musim lalu tim ini nyaris memenangkan banyak trofi. Kami hanya melakukan beberapa perubahanl, bekerja keras di latihan, dan sekarang tim bergerak ke arah yang benar,”

Inter Ingin Terus di Puncak

Ia juga menekankan bahwa paruh kedua musim selalu lebih sulit. Namun Inter kini berada di puncak klasemen dan bertekad untuk bertahan di sana.

“Begitu paruh kedua musim dimulai, situasinya akan sangat berbeda, jadi kami berada di puncak klasemen dan ingin tetap di sana. Ini akan membutuhkan kerja keras,”

Chivu vs Inzaghi: Sama-Sama Kehilangan Suara?

Simone Inzaghi dikenal sering kehilangan suara karena terlalu vokal di pinggir lapangan. Apakah Chivu mengikuti jejak tersebut?

Jawaban Kolarov cukup menggelitik:

“Chivu terlihat sangat tenang, tapi sebenarnya tidak! Bahkan saya rasa dia berteriak lebih keras,”

Namun ia menutup dengan candaan, menyebut mungkin perasaannya berbeda karena kini ia duduk lebih dekat dengan Chivu di bangku cadangan.

“Meski begitu, saya tidak duduk sedekat itu di bangku cadangan bersama Inzaghi seperti halnya dengan Chivu, jadi mungkin ini hanya soal jarak saja…”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*