Rapor Pemain Inter Lawan Fiorentina: Thuram Terbaik, Calhanoglu Panen Kritik

Kemenangan dramatis Inter Milan atas Fiorentina dengan skor 2-1 pada pekan ke-8 Serie A 2026-27 meninggalkan banyak cerita di balik lapangan.

Harian olahraga kenamaan Italia, Tuttosport, merilis ulasan nilai atau rapor pemain (pagelle) skuad asuhan pelatih Chivu.

Pertandingan ini memperlihatkan kontribusi luar biasa dari beberapa bintang, sekaligus catatan minor bagi sejumlah pemain senior.

Bintang Lapangan: Marcus Thuram (Nilai: 8)

Absennya Lautaro Martinez sama sekali tidak mereduyor lini serang Inter, berkat penampilan fenomenal Marcus Thuram. Penyerang asal Prancis ini dinobatkan sebagai pemain terbaik (Man of the Match):

  • Peran Kunci: Di babak pertama, Thuram sudah dua kali menguji ketangguhan kiper Fiorentina.
  • Aksi Penentu: Pada paruh kedua, ia sukses mencetak gol penting serta menjadi motor serangan dengan menguasai dan menghasilkan dua hadiah penalti bagi tim.

Tidak heran jika Tuttosport menjulukinya sebagai “l’accendi-Inter” (pemantik api kemenangan Inter).

Performa Positif: Carlos Augusto dan Piotr Zielinski (Nilai: 7)

Selain Thuram, dua pemain lain mendapat apresiasi tinggi atas kontribusi vital mereka:

  1. Carlos Augusto: Sempat dinilai lambat di babak pertama, wing-back asal Brasil ini langsung meledak di awal paruh kedua. Ia mengirimkan umpan matang kepada Thuram dan nyaris mencetak gol setelah sepakannya dua kali membentur mistar gawang.
  2. Piotr Zielinski: Gelandang asal Polandia ini sukses mengemban tugas berat sebagai algojo penalti kemenangan. Nilai tinggi ini diberikan bukan hanya karena golnya, tetapi juga ketenangannya menanggung beban mental di momen krusial pertandingan.

Rapor Merah: Siapa Saja yang Tampil di Bawah Standar? (Nilai: 5,5)

Di balik hasil positif, Tuttosport juga mencatat beberapa pemain yang gagal menunjukkan performa terbaiknya dan diganjar nilai di bawah standar (5,5):

  • Provedel: Melakoni debut yang kurang ideal. Ia dinilai terlalu keluar dari posisinya pada proses gol yang dicetak Jimenez. Meskipun sempat melakukan penyelamatan gemilang menepis tendangan melengkung Gnonto, penampilannya secara keseluruhan masih menyisakan catatan.
  • Hakan Calhanoglu: Sang metronom lini tengah dinilai tampil di bawah standar. Lambatnya ritme permainan Inter di beberapa fase laga disebut tak lepas dari performa Calhanoglu yang kurang menggigit.
  • Henrikh Mkhitaryan: Mantan gelandang AS Roma ini tampak kewalahan meladeni fisik dan tenaga pemain lawan, Ndour, sehingga kesulitan memberikan kontribusi berarti di lini tengah. Beruntung, masuknya Petar Sucic di babak kedua (mendapat nilai 6,5) sukses mengubah jalannya laga dan menghidupkan kembali lini tengah Inter.
  • Pio Esposito: Minimnya suplai bola matang membuat ruang geraknya terbatas. Walau sempat mengancam lewat sundulan keras yang memaksa kiper lawan melakukan penyelamatan kelas dunia, ia kesulitan di paruh kedua dan akhirnya digantikan.

Kemenangan atas Fiorentina membuktikan mentalitas juara Inter Milan, di mana ketajaman Marcus Thuram dan kedalaman skuad menjadi pembeda di saat beberapa pilar kunci tampil di bawah performa terbaiknya.

Evaluasi dari rapor ini tentu menjadi bahan penting bagi Chivu untuk menghadapi jadwal padat berikutnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*