
Kisah pertandingan Inter Milan musim ini (2026-27) ibarat sebuah kaset yang diputar berulang-ulang: babak pertama berjalan tanpa gol, lalu berubah menjadi pertunjukan penuh drama di paruh kedua.
Namun, ada satu pembeda besar dalam laga melawan Fiorentina kali ini, yakni pendekatan taktik yang luar biasa sejak menit pertama.
Pasukan asuhan pelatih Chivu langsung menekan dan mengurung lini pertahanan anak asuh Vanoli, meskipun dewi fortuna sempat tampak menjauh saat mereka secara tidak adil tertinggal lebih dulu di pertengahan babak kedua.
DNA “Pazza Inter”: Magis di Waktu Injury Time
Julukan Pazza Inter (Inter yang gila) yang melekat pada lirik anthem klub kembali terbukti sahih.
Laga yang tadinya dikuasai penuh namun terancam berujung kekalahan pahit, justru berbalik dalam sekejap mata berkat dua gol beruntun yang dilesakkan mulai menit ke-91.
Statistik mencatat ketajaman Nerazzurri di paruh kedua musim ini sangat fantastis:
- Total 18 gol telah dilesakkan Inter pada babak kedua.
- Sebanyak 6 gol di antaranya tercipta di 15 menit akhir pertandingan (injury time).
- Catatan impresif ini bahkan menyamai torehan klub raksasa Spanyol, Real Madrid, yang baru saja mencetak gol keenam di pengujung laga lewat Kylian Mbappé dalam kemenangan 2-1 atas Barcelona.
Berkat keajaiban injury time ini, Inter sukses menjaga jarak dan terus menempel ketat Lazio yang memuncaki klasemen sementara Serie A dengan perolehan poin yang sama.
Bayang-Bayang Kontroversi VAR: Kilas Balik Insiden Thuram
Di balik euforia kemenangan dramatis tersebut, tersisa satu catatan minor yang memantik perdebatan hangat, yakni keputusan pengadilan lapangan dan teknologi VAR terkait insiden di kotak penalti.
Bagi pendukung Inter, kejadian ini terasa seperti déjà vu dari insiden sebelumnya saat melawan Bologna, di mana Marcus Thuram justru diganjar kartu kuning karena dianggap melakukan diving, yang berujung pada sanksi denda bagi sang penyerang.
- Perubahan Standar Wasit: Musim ini, protokol VAR mengalami penyesuaian drastis di mana intervensi diminimalkan dan cenderung mengesahkan keputusan awal wasit di lapangan, kecuali terjadi “kesalahan kasat mata.”
- Insiden Kontra Fiorentina: Kontak fisik yang dialami Thuram di area terlarang nyaris serupa dengan insiden sebelumnya. Bedanya, kali ini wasit tidak mengeluarkan kartu kuning, namun penalti tetap tidak diberikan, baik oleh pengadil utama maupun tinjauan VAR.
Mentalitas Juara di Atas Segala Rintangan
Meski harus menghadapi berbagai keputusan kontroversial dan situasi pertandingan yang pelik, Inter Milan membuktikan bahwa kekuatan mental dan kebersamaan tim jauh lebih besar.
Kolaborasi apik antara pemain, staf pelatih, dan dukungan membahana dari publik Giuseppe Meazza kembali menghadirkan malam magis.
Di “Scala del Calcio”, keyakinan bahwa keajaiban bisa terjadi hingga detik akhir pertandingan bukanlah sekadar mitos, melainkan identitas sejati Nerazzurri.

Leave a Reply