
Euforia tengah menyelimuti kubu Como setelah secara mengejutkan membantai Lens dengan skor telak 9-1 di ajang Liga Champions.
Kemenangan ini menjadi sorotan dunia dan menegaskan kapasitas Como sebagai kuda hitam yang patut diwaspadai musim ini (2026-27).
Namun, sang pelatih, Cesc Fabregas enggan larut dalam perayaan yang berlebihan. Dalam wawancaranya bersama La Gazzetta dello Sport, juru taktik asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa fokus timnya kini telah sepenuhnya beralih ke laga krusial akhir pekan ini: menantang sang juara bertahan Serie A, Inter Milan di stadion legendaris San Siro pada Senin (9/11/26) pukul 00.00 WIB.
Berikut adalah rangkuman pernyataan Cesc Fabregas yang menunjukkan mentalitas pemenang dari skuad Como saat ini.
Mengukir Sejarah, Namun Tetap Membumi
Kemenangan tandang 9-1 di kompetisi elit Eropa bukanlah sesuatu yang terjadi setiap hari. Fabregas menyadari betul bahwa timnya baru saja mencatatkan sejarah baru bagi klub.
“Memang benar, kami telah masuk dalam buku sejarah. Itu adalah malam yang tak terlupakan bagi para penggemar dan juga bagi klub. Semuanya berjalan sesuai harapan kami. Namun, sekarang kami harus terus mempertahankan standar ini karena hari Minggu nanti kami memiliki pertandingan penting lainnya,” ungkap Fabregas.
Tantangan Berat Melawan Sang Juara di San Siro
Dalam beberapa hari lagi, Como harus bertandang ke San Siro, markas Inter Milan. Menghadapi Nerazzurri yang belum pernah dikalahkan oleh skuad Como miliknya, Fabregas menuntut anak asuhnya untuk segera move on.
“Sangat wajar jika kami menikmati momen ini karena para pemain pantas mendapatkannya, tetapi sepak bola bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi,” tegas mantan gelandang Arsenal dan Barcelona tersebut.
“Saya sudah mengatakan kepada para pemain bahwa kami harus melupakan Lens dan hanya memikirkan Inter. Pertandingan yang sangat berat menanti kami di markas juara bertahan Italia. Ini akan menguras banyak energi fisik maupun mental. Waktu kami sempit, tetapi kami harus bersiap sebaik mungkin untuk menunjukkan identitas asli kami di Milan,”
Statistik Serangan Mematikan di Liga Champions
Performa lini serang Como di kompetisi Eropa musim ini benar-benar mengerikan. Mencetak empat gol ke gawang RB Leipzig, empat gol ke gawang Manchester United, dan kini sembilan gol ke gawang Lens. Saat ditanya mengenai ledakan gol timnya, Fabregas memberikan pandangan yang realistis.
“Tidak ada yang bisa memprediksi skor 9-1, hasil seperti ini nyaris tidak eksis dalam sepak bola modern, mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup,” jelasnya.
“Saya sangat bangga, angka-angka itu luar biasa, tetapi kami baru di tahap awal kampanye Liga Champions,”
Meski menang besar, mentalitas perfeksionis Fabregas tetap terlihat. Ia mengaku sempat marah karena timnya kebobolan satu gol.
“Kami menginterpretasikan fase bertahan dan menyerang dengan sangat baik. Namun, gol yang bersarang di gawang kami membuat saya marah. Setelah melakukan tiga pergantian pemain, kami sedikit mengubah susunan lini belakang, dan mantan rekan setim saya (Ruben Aguilar) mencetak gol yang sangat bagus,” tambahnya.
Kunci Kesuksesan: Identitas Permainan dan Kerja Keras Tim
Di balik skor yang mencolok, ada kepuasan mendalam yang dirasakan Fabregas terhadap karakter skuadnya di atas lapangan. Bukan sekadar soal berapa gol yang dicetak, melainkan bagaimana gol-gol tersebut tercipta.
“Hasil 9-1 memang sangat mencuri perhatian, tetapi yang paling saya sukai adalah melihat tim selalu berusaha memberikan segalanya. Kami menjalankan rencana permainan dengan terus menyerang dan setia pada ide sepak bola kami,”
“Itulah yang membuat saya bahagia. Kami menghormati lawan hingga menit terakhir dengan cara terus menekan dan memainkan sepak bola kami. Para pemain benar-benar membuat saya kagum.” Pungkas Fabregas.
Laga Inter Milan vs Como di San Siro akan menjadi pembuktian selanjutnya bagi Cesc Fabregas.
Apakah mentalitas menyerang tanpa rasa takut di Eropa ini bisa diaplikasikan untuk meruntuhkan dominasi juara bertahan di kancah domestik? Menarik untuk kita nantikan.

Leave a Reply