
Inter Milan akan bertandang ke markas Feyenoord dengan satu tujuan mutlak: membalikkan halaman dan segera bangkit dari keterpurukan usai kekalahan di Derby della Madonnina.
Dul matchday 4 fase liga Liga Champions 2026-27 ini dijadwalkan kickoff pada Rabu (4/11/26) pukul 03.00 WIB.
Skuad Nerazzurri sangat membutuhkan tambahan poin krusial untuk terus memperbaiki posisi mereka di klasemen Liga Champions, menyusul kemenangan penting atas Shakhtar Donetsk pada matchday sebelumnya.
Menghadapi laga di De Kuip ini, pelatih Cristian Chivu bersiap melakukan sejumlah perombakan signifikan dibandingkan susunan pemain awal saat takluk dari AC Milan.
Evaluasi taktik dan rotasi pemain menjadi fokus utama untuk mengembalikan keseimbangan tim.
Chivu Kembali ke Formasi 3-5-2
Eksperimen formasi dengan penyerang tunggal di laga Derby terbukti tidak berjalan optimal. Menurut laporan L’interista, Chivu dipastikan akan kembali ke pakem andalan Inter Milan, yakni skema 3-5-2.
Perubahan ini membawa dampak langsung pada susunan Starting XI Inter Milan:
- Lini Depan: Marcus Thuram tidak akan lagi berjuang sendirian. Pio Esposito lebih difavoritkan ketimbang Ange-Yoan Bonny untuk menemani striker asal Prancis tersebut sebagai ujung tombak kembar.
- Lini Belakang: Sektor pertahanan menghadapi situasi darurat akibat skorsing yang menimpa Alessandro Bastoni. Chivu dipaksa menurunkan komposisi trio bek Yann Bisseck, Manuel Akanji, dan Carlos Augusto untuk melindungi kiper Josep Martinez yang kembali dipercaya tampil di bawah mistar.
Djed Spence: Sinar Terang di Tengah Redupnya Bursa Transfer
Meski bursa transfer musim panas (mercato) Inter Milan secara umum dinilai berada di bawah ekspektasi, satu rekrutan mulai menunjukkan potensi besarnya untuk segera lepas landas: Djed Spence.
Pemain bek sayap asal Inggris kelahiran tahun 2000 ini diprediksi kuat akan kembali mengamankan tempat utamanya di sektor sayap. Kepercayaan Chivu ini sangat beralasan jika melihat rapor penampilannya belakangan ini:
- Mentalitas Tepat di Laga Krusial: Pada debut starternya di Serie A saat laga derby (setelah sebelumnya menjadi starter di Liga Champions melawan Shakhtar), Spence adalah satu dari sedikit pemain Inter yang mampu tampil lepas dan menunjukkan sikap serta daya juang yang benar.
- Ancaman Ofensif: Mantan pemain Tottenham ini tampil sangat berbahaya dan nyaris mencetak gol perdananya dalam balutan seragam Nerazzurri, andai saja tembakannya tidak digagalkan oleh penyelamatan gemilang Mike Maignan.
- Kenyamanan Taktis: Spence terlihat semakin padu dengan ritme permainan Inter. Pergerakannya tanpa bola maupun teknik penguasaan bolanya menunjukkan kematangan yang signifikan.
Kemunculan Djed Spence menjadi angin segar bagi manajemen dan staf pelatih.
Di saat Inter Milan tengah kesulitan menemukan dampak positif dari kampanye transfer musim panas mereka, serta diuntungkan oleh performa under-perform dari pesaing posisinya seperti Diouf, Spence kini siap mengunci posisi sayap kanan dan membuktikan dirinya sebagai pembelian yang berharga bagi proyek jangka panjang Inter Milan.

Leave a Reply