
Malam persiapan jelang matchday 4 Liga Champions 2026-27 telah tiba bagi Inter Milan.
Skuad Nerazzurri bersiap untuk kembali menginjakkan kaki di Stadion De Kuip, Rotterdam, guna menantang tuan rumah Feyenoord. Pertemuan ini bukanlah hal yang asing bagi Inter, mengingat mereka memiliki memori manis di stadion yang sama belum lama ini.
Kunjungan terakhir Inter Milan ke Rotterdam terjadi pada 6 Maret 2025, dalam partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions musim 2024/25.
Laga tersebut tidak hanya berakhir dengan kemenangan 2-0, tetapi juga diwarnai oleh kondisi skuad yang pincang dan eksperimen taktis darurat yang berjalan sukses.
Kala itu, Inter Milan yang masih diarsiteki oleh Simone Inzaghi datang ke Belanda dengan formasi yang sangat dirombak.
Badai absen pemain memaksa Inzaghi untuk memutar otak dan menurunkan susunan Starting XI yang di luar kebiasaan.
Beberapa keputusan berani dan rotasi terpaksa dilakukan di berbagai sektor krusial:
- Debut Eropa Josep Martinez: Posisi penjaga gawang utama dipercayakan kepada Josep Martinez. Laga di atmosfer panas De Kuip tersebut menjadi momen bersejarah baginya karena menandai debut perdananya di kompetisi Eropa bersama Nerazzurri.
- Rotasi Lini Tengah: Kristjan Asllani dipercaya untuk mengendalikan ruang mesin sebagai regista (pengatur serangan) sejak menit pertama, sementara bintang utama lini tengah, Hakan Calhanoglu, diistirahatkan di bangku cadangan.
- Eksperimen Alessandro Bastoni: Kejutan taktis terbesar malam itu terjadi di sektor sayap kiri. Akibat absennya Federico Dimarco dan Carlos Augusto secara bersamaan, Inzaghi bereksperimen dengan menggeser bek tengah Alessandro Bastoni menjadi bek sayap kiri (quinto a sinistra).
Duo “ThuLa” Menjadi Penentu Kemenangan
Meski tampil dengan banyak wajah baru dan pemain yang bermain di luar posisi aslinya, mentalitas Inter Milan di panggung Eropa tetap tidak terbendung.
Eksperimen perubahan posisi Bastoni sebagai bek sayap berjalan solid, sementara Josep Martinez berhasil mencatatkan clean sheet di laga debutnya.
Kemenangan Inter dipastikan oleh ketajaman duet striker andalan mereka.
Marcus Thuram sukses memecah kebuntuan dan mencetak gol di babak pertama, memberikan keunggulan penting sebelum turun minum.
Di babak kedua, giliran sang kapten, Lautaro Martinez, yang mencatatkan namanya di papan skor untuk menyegel kemenangan meyakinkan 0-2 bagi tim tamu.
Kini, lebih dari setahun berselang, Inter Milan kembali ke Rotterdam dengan pelatih yang berbeda (Cristian Chivu) dan tantangan yang baru.
Memori kemenangan 0-2 di masa lalu ini diharapkan dapat menjadi suntikan motivasi tambahan bagi skuad Nerazzurri untuk kembali menaklukkan keangkeran markas Feyenoord dan mengamankan poin vital di fase liga musim 2026/27.

Leave a Reply