Liga Champions: Thuram Sepakat dengan Barella dan Bastoni, Tuntut Perubahan Mentalitas Inter

Kekalahan menyakitkan di laga Derby della Madonnina memicu gelombang otokritik di dalam ruang ganti Inter Milan.

Menjelang matchday 4 Liga Champions 2026-27 melawan Feyenoord di Rotterdam pada Rabu (4/11/26) dini hari WIB, Marcus Thuram tampil mendampingi pelatih Cristian Chivu dalam konferensi pers untuk menegaskan kembali komitmen dan arah baru skuad Nerazzurri.

Kekalahan 3-1 dari AC Milan pada akhir pekan lalu bukan hanya menjadi kekalahan perdana Inter di liga domestik musim ini, tetapi juga memperpanjang rekor buruk mereka menjadi delapan laga derby beruntun tanpa kemenangan.

Dukungan Penuh untuk Evaluasi Barella dan Bastoni

Pascalaga derby, dua pilar utama Inter Milan, Nicolò Barella dan Alessandro Bastoni, secara terbuka menyatakan bahwa mentalitas dan pendekatan tim harus segera diubah jika ingin kembali bersaing di level tertinggi.

Pernyataan tegas tersebut mendapat dukungan penuh dari lini depan.

“Saya sepenuhnya setuju dengan apa yang mereka katakan,” jelas penyerang timnas Prancis tersebut.

“Mereka adalah dua sosok pemimpin, dan kata-kata yang mereka sampaikan sangat penting.”

Semangat Juang Kontra Shakhtar Sebagai Tolok Ukur

Thuram menuntut rekan-rekannya untuk mengingat kembali dan mereplikasi determinasi yang mereka tunjukkan saat meraih kemenangan dramatis atas Shakhtar Donetsk di ajang Liga Champions.

Pada laga tersebut, Inter berhasil mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir meskipun harus bermain dengan 10 orang.

Menurut Thuram, semangat juang dalam kondisi terdesak itulah yang menjadi identitas asli Inter Milan.

“Sikap yang kami miliki di pertandingan itu, terutama ketika kami harus bermain dengan 10 orang, harus menjadi sikap yang sama yang kami tunjukkan lagi, baik di ajang Liga Champions maupun di kompetisi liga,” tegasnya.

Nyaman Menjadi Ujung Tombak Tunggal

Di tengah krisis penyerang yang melanda Inter Milan, peran Marcus Thuram menjadi semakin vital. Dengan absennya sang kapten Lautaro Martínez akibat cedera, serta Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny yang terserang demam akhir pekan lalu, Thuram harus memikul beban sebagai penyerang murni sendirian saat melawan AC Milan.

Pemain berusia 29 tahun ini telah menjadi starter tak tergantikan sejak jeda internasional Oktober lalu. Sebelum laga derby, ia sukses mencatatkan namanya di papan skor dalam tiga pertandingan liga secara beruntun.

Terkait perubahan peran darurat yang diterapkan Cristian Chivu, Thuram menanggapinya dengan sangat positif:

“Saya sangat senang dengan menit bermain yang saya dapatkan saat ini,”

“Peran saya? Saya juga bisa bermain sebagai penyerang tunggal. Saya sama sekali tidak memiliki masalah dengan hal tersebut,”

Fokus Thuram dan kolega kini sepenuhnya tertuju pada laga kontra Feyenoord. Dengan baru mengoleksi 3 poin dari tiga pertandingan awal di fase liga, Inter Milan dituntut untuk tampil maksimal di De Kuip.

Sesuai dengan hitung-hitungan pelatih Cristian Chivu, setidaknya dibutuhkan 16 poin bagi Nerazzurri untuk bisa mengamankan tiket ke posisi delapan besar dan lolos otomatis ke fase gugur.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*