
Hari-hari belakangan ini terasa begitu berat bagi Inter Milan. Kekalahan menyakitkan dari rival sekota, AC Milan di laga Derby della Madonnina meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Mantan pelatih Inter Milan, Rafa Benitez, turut memberikan pandangannya terkait situasi pelik yang tengah melanda skuad Nerazzurri.
Dalam wawancaranya bersama La Gazzetta dello Sport, pelatih asal Spanyol tersebut menyoroti masalah badai cedera, kerapuhan lini belakang yang diasuh oleh Cristian Chivu, dan siapa saja sosok yang bisa menyelamatkan tim dari krisis ini.
Pukulan Ganda di Laga Derby: Krisis Lini Serang
Bagi tim manapun, kalah dalam laga Derby selalu memberikan efek psikologis yang lebih buruk dibandingkan kekalahan biasa.
Namun, Benitez melihat ada faktor teknis kuat di balik hasil negatif tersebut, yakni kondisi lini serang Inter yang sedang berada di titik nadir.
“Kekalahan di laga Derby jauh lebih menyakitkan daripada kekalahan normal. Namun, saya melihat ada situasi yang sangat ekstrem di lini serang Inter,” ujar Benitez.
Absennya sang kapten sekaligus mesin gol, Lautaro Martinez, diakui Benitez sebagai faktor yang berdampak sangat signifikan.
“Absennya Lautaro Martinez adalah faktor yang berdampak signifikan,”
Situasi ini semakin diperparah dengan kondisi kebugaran Ange-Yoan Bonny dan Francesco Pio Esposito yang terserang demam, sehingga memaksa tim pelatih untuk merombak rencana dan strategi yang sudah disiapkan.
“Kemudian, jika Anda dihadapkan pada kondisi Bonny dan Pio Esposito yang sedang demam, Anda terpaksa harus meninjau ulang rencana sekaligus keyakinan Anda,”
Kerapuhan Lini Pertahanan: Alarm Merah untuk Chivu
Meski lini depan sedang tumpul, Benitez menyoroti masalah lain yang tak kalah krusial. Ia meyakini ada satu aspek yang saat ini sangat membebani pikiran sang pelatih, Cristian Chivu, yaitu kerapuhan lini pertahanan.
Menurut Benitez, masalah di lini belakang ini sebenarnya bukan hal baru.
“Ada satu aspek yang saya bayangkan sedang membuat Chivu khawatir: kelemahan dalam bertahan. Di kesempatan lain, dan ini sering terjadi, Inter sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu. Namun, comeback (kebangkitan) mereka menutupi masalah tersebut dan menonjolkan karakter kuat skuad ini,” jelasnya.
Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak di laga derby kali ini. Kekalahan dengan skor 3-1 dianggap Benitez telah mengekspos dan mengamplifikasi masalah lini belakang yang selama ini tersembunyi di balik mentalitas pantang menyerah para pemain.
Jalan Keluar: Peran Vital Pemain Pemimpin
Lantas, bagaimana Inter Milan bisa keluar dari situasi yang cukup paradoksal ini? Mengingat statistik pertahanan mereka saat ini cukup mengkhawatirkan, Benitez menunjukkan jalan keluar yang harus ditempuh oleh Chivu dan anak asuhnya.
Kuncinya ada pada para pemimpin teknis di dalam lapangan. Benitez menyebut empat nama yang harus memikul tanggung jawab lebih besar di momen-momen sulit seperti ini:
“Çalhanoglu, Barella, Dimarco, Thuram, yang disebut sebagai para pemimpin teknis tempat seorang pelatih harus bergantung ketika keadaan tidak berjalan seperti yang diharapkan. Aspek yang mengkhawatirkan adalah pertahanan, statistik menunjukkan hal itu,”
Menatap ke Depan dengan Optimisme
Meski statistik pertahanan saat ini membunyikan alarm peringatan, Benitez meminta para pendukung Inter untuk tidak panik.
“Sifat dasar dari Inter itu sendiri mendorong kita untuk tetap optimistis.” Tutupnya.
Selain itu, kembalinya amunisi di lini serang seperti Bonny dan Pio Esposito yang diprediksi segera pulih, akan memberikan opsi tambahan yang sangat dibutuhkan oleh Chivu untuk mengembalikan Inter Milan ke jalur kemenangan.
Taktik boleh dievaluasi, namun mentalitas juara adalah kunci utama kebangkitan Nerazzurri.

Leave a Reply