Menuju Rekor 100 Gol? Inter Tampil Tajam, tapi Masih Punya Satu Kelemahan

Persaingan gelar Serie A musim ini (2026-27) semakin memanas dengan persaingan ketat di papan atas klasemen.

Di tengah ketatnya perburuan Scudetto, La Gazzetta dello Sport baru-baru ini merilis analisis mendalam mengenai kekuatan, peluang, serta area yang masih harus dibenahi oleh skuad Inter Milan di bawah asuhan pelatih Cristian Chivu.

Meskipun masih diunggulkan sebagai tim dengan kedalaman skuad terbaik di Italia, Nerazzurri ternyata masih memiliki beberapa catatan taktis yang wajib diperbaiki jika ingin mempertahankan takhta juara.

Identitas Kuat dan Lini Serang yang Mematikan

Menurut analisis Gazzetta, Inter tetap diposisikan sebagai tim terkuat di Serie A. Tidak ada klub lain yang memiliki materi pemain sedalam dan sekompak La Beneamata.

Identitas taktik tim juga menjadi fondasi yang sangat kokoh. Mengandalkan formasi 3-5-2 yang telah mendarah daging sejak era Antonio Conte dan disempurnakan pada masa Simone Inzaghi, Cristian Chivu kini melanjutkan estafet kepelatihan dengan menjaga pakem yang sama.

Hasilnya terlihat jelas di lini serang. Inter saat ini memegang status sebagai pemilik lini serang paling produktif dengan torehan 23 gol dari 8 pertandingan musim ini.

Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin pasukan Chivu menembus 100 gol di akhir musim, melampaui capaian musim lalu, dengan 89 gol.

Tantangan Taktis: Lini Pertahanan yang Lebih Tinggi dan Masalah Kebobolan

Namun, di balik ketajaman lini serang, muncul catatan krusial di sektor pertahanan. Chivu tampak mencoba melakukan variasi taktik dengan menerapkan garis pertahanan yang lebih tinggi.

Perubahan strategi ini berdampak langsung pada jumlah kebobolan. Inter telah kemasukan 10 gol dalam 8 pertandingan awal, catatan yang hampir mendekati sepertiga dari total gol kebobolan mereka di sepanjang musim lalu (35 gol dari 38 laga).

Gazzetta dello Sport menyoroti bahwa Inter masih kekurangan seorang bek cepat yang mampu menutup ruang kosong sejauh 30 hingga 40 meter ketika tim naik menyerang.

Celah ini kerap dieksploitasi lawan melalui serangan balik cepat saat kehilangan penguasaan bola. Kendati demikian, di level Serie A, kelemahan ini masih bisa ditutupi oleh dominasi permainan secara keseluruhan.

Pekerjaan Rumah Chivu: Meningkatkan Kualitas Penguasaan Bola

Aspek lain yang menjadi sorotan adalah asset permainan yang masih bisa ditingkatkan, yakni penguasaan bola (ball possession).

Sering kali alur sirkulasi bola dinilai lambat atau kurang dinamis, meski di sisi lain, gaya palleggio (operan-operan pendek yang sabar) bisa menjadi senjata hipnotis untuk mengontrol tempo dan meredam perlawanan lawan.

Dengan ketatnya persaingan di papan atas, di mana empat tim teratas kini hanya terpaut jarak empat poin, kunci Scudetto berada di tangan Inter sendiri.

Jika Cristian Chivu mampu meningkatkan tempo dan kecepatan permainan timnya, Nerazzurri diprediksi bakal tetap nyaman melaju di jalur juara.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*