Cassano Desak Inter Milan Ubah Formasi Jadi 4 Bek

Komentar pedas dan analitis kembali dilontarkan oleh Antonio Cassano dalam siniar populer Viva El Futbol.

Mantan penyerang timnas Italia itu menyoroti performa Inter Milan usai meraih kemenangan dramatis atas Fiorentina dalam laga pekan ke-8 Serie A 2026-27.

Meskipun memuji kualitas individu skuad Nerazzurri, Cassano menyoroti beberapa celah krusial dalam taktik asuhan Cristian Chivu, khususnya kebiasaan tim yang kerap tertinggal lebih dulu dan risiko yang mengintai di pentas Liga Champions.

Sorotan Gol Fiorentina: Kritik untuk Provedel

Dalam pembukaan analisisnya, Cassano tidak luput mengomentari proses terciptanya gol La Viola ke gawang Inter Milan.

Ia menyoroti posisi penjaga gawang yang dianggap kurang sigap dalam membaca arah tendangan Jimenez.

“Provedel setengah tertidur pada tendangan Jimenez. Pada momen itu, dia seharusnya bisa menutup ruang di tiang dekat,” ujar Cassano secara blak-blakan.

Meski Inter akhirnya berhasil membalikkan keadaan di babak kedua, insiden tersebut kembali menggarisbawahi rapuhnya konsentrasi lini belakang Inter pada fase-fase awal pertandingan.

Hobi Ketinggalan Skor: Tidak Bisa Beruntung Terus!

Poin utama yang dikritik oleh Antonio adalah kecenderungan Inter yang sering kali kebobolan lebih dulu sebelum akhirnya bangkit membalikkan skor. Tercatat, musim ini Inter sudah beberapa kali harus mengejar ketertinggalan di Serie A.

“Berapa kali kamu bisa menyelamatkan diri dalam semusim? Babak pertama kemarin saya sama sekali tidak menyukai permainan mereka, meski di babak kedua mereka berhasil mengurung Fiorentina. Mereka suka mengambil risiko, tetapi keberuntungan tidak akan berpihak pada kalian selamanya,” tegas Cassano.

Menurutnya, mentalitas pemenang dan hobi melakukan comeback memang menunjukkan karakter tim, namun hal tersebut tidak boleh dijadikan kebiasaan yang berisiko.

Pujian untuk Chivu, tapi Minta Perubahan Formasi ke Empat Bek

Di sisi lain, Cassano tetap memberikan apresiasi tinggi kepada sang pelatih, Cristian Chivu, yang dinilainya sebagai pelatih hebat dan pribadi yang santun.

Kendati demikian, ia melontarkan saran taktik yang cukup berani demi masa depan Inter di kancah internasional.

“Saya tetap memuji Chivu, tetapi saya ingin melihat pertahanan dengan 4 bek. Di Liga Champions, lawan akan membaca taktikmu. Di kompetisi domestik, mereka harus segera membenahi sesuatu, ini sudah keempat kalinya mereka tertinggal lebih dulu,”

Cassano menegaskan bahwa secara materi pemain, Inter adalah tim terkuat di Italia dengan selisih yang cukup jauh.

Namun, ada beberapa aspek taktis yang menurutnya masih “janggal” dan memerlukan penyesuaian jika Inter ingin berbicara banyak di Eropa.

“Inter adalah yang terkuat di Italia, tapi ada sesuatu yang masih membuat saya bingung. Saya berharap mereka bisa segera melakukan perubahan secara taktik.” Pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*