
Kekalahan Inter Milan 1-2 dari Real Madrid di Santiago Bernabéu menyisakan banyak cerita. Nerazzurri memang gagal membawa pulang poin, tetapi penampilan mereka tidak sepenuhnya mengecewakan. Bahkan, La Gazzetta dello Sport memberikan nilai keseluruhan 6 untuk performa tim asuhan Cristian Chivu.
Namun, penilaian terhadap para pemain Inter cukup beragam. Ada pemain yang dianggap tampil sangat meyakinkan, tetapi ada pula yang justru mendapat sorotan tajam.
Yang paling menarik, Andy Diouf muncul sebagai pemain terbaik Inter versi Gazzetta, sementara Josep Martinez menjadi pemain dengan nilai terendah.
Andy Diouf Jadi yang Terbaik
Andy Diouf menjadi kejutan terbesar dalam rapor pemain Inter.
Pemain asal Prancis itu mendapatkan nilai 6,5, sekaligus menjadi pemain Nerazzurri dengan rating tertinggi dalam penilaian Gazzetta.
Penampilannya di Bernabéu dinilai menunjukkan keberanian luar biasa. Di tengah atmosfer stadion yang biasanya mampu membuat pemain muda kehilangan kepercayaan diri, Diouf justru mampu bermain tanpa terlihat terbebani.
Gazzetta menggambarkan Diouf seolah menikmati pengalaman bermain di Bernabéu dengan santai. Ini menjadi sinyal positif bagi Chivu.
Diouf tidak hanya mampu bertahan secara mental dalam pertandingan besar, tetapi juga menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi salah satu opsi penting dalam rotasi Inter musim ini.
Diouf Membuktikan Bernabéu Tidak Membuatnya Gentar
Bermain di kandang Real Madrid tentu bukan pengalaman biasa, terutama bagi pemain yang belum terlalu lama menjadi bagian penting dari tim utama.
Bernabéu memiliki tekanan tersendiri. Namun Diouf mampu melewati ujian tersebut dengan cukup baik.
Penilaian 6,5 dari Gazzetta menunjukkan bahwa Diouf tidak sekadar hadir sebagai pelengkap. Ia mampu memberikan kontribusi yang membuat namanya menonjol dibandingkan sejumlah pemain Inter yang lebih berpengalaman.
Bagi Chivu, performa seperti ini sangat berharga.
Inter membutuhkan pemain yang berani tampil dalam pertandingan besar, terutama ketika menghadapi lawan dengan kualitas individu seperti Real Madrid.
Josep Martinez Dapat Rating Terendah
Jika Diouf menjadi kejutan positif, maka Josep Martinez menjadi cerita yang berlawanan.
Kiper asal Spanyol tersebut mendapatkan nilai 5, terendah di antara pemain Inter dalam penilaian Gazzetta.
Masalah utamanya tentu berasal dari kesalahan fatal yang dilakukan Martinez ketika mencoba mengontrol bola dengan kakinya.
Kesalahan tersebut memberikan keuntungan besar bagi Real Madrid dan berujung pada gol Valverde. Setelah sebelumnya Inter sudah tertinggal, gol tersebut membuat situasi Nerazzurri semakin sulit.
Martinez sebenarnya kemudian mampu bangkit.
Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting dan bahkan menggagalkan beberapa peluang berbahaya Real Madrid. Dua penyelamatan terhadap Jude Bellingham menjadi salah satu momen terbaiknya dalam pertandingan tersebut.
Namun, bagi seorang penjaga gawang, satu kesalahan fatal dalam pertandingan level Liga Champions bisa memberikan dampak yang sangat besar terhadap penilaian akhir.
Dari Blunder hingga Penyelamatan Gemilang
Penampilan Martinez di Bernabéu sebenarnya menggambarkan pertandingan dengan dua wajah.
Pada satu sisi, ia melakukan kesalahan yang sangat mahal.
Di sisi lain, ia menunjukkan mentalitas untuk segera bangkit dan membantu Inter tetap berada dalam pertandingan.
Inilah yang membuat penilaian terhadap Martinez menjadi rumit.
Ia bukan kiper yang tampil buruk sepanjang pertandingan. Justru setelah melakukan kesalahan, Martinez menunjukkan respons mental yang cukup kuat.
Namun, ketika bermain untuk klub sebesar Inter dan menghadapi Real Madrid, standar yang digunakan tentu sangat tinggi.
Kesalahan seperti itu tidak mudah dilupakan.
Bastoni, Stones dan Carlos Augusto Juga Mendapat 6,5
Selain Diouf, terdapat tiga pemain Inter lainnya yang mendapatkan nilai 6,5 dari Gazzetta.
Mereka adalah Alessandro Bastoni, John Stones, dan Carlos Augusto.
Ketiganya dinilai mampu memberikan kontribusi positif dalam pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi.
Bastoni kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain penting di lini belakang Inter. Sementara Stones mampu memberikan pengalaman dan ketenangan yang dibutuhkan menghadapi lini serang Real Madrid.
Carlos Augusto juga mendapatkan apresiasi atas penampilannya di sisi kiri lapangan.
Menariknya, tiga pemain dengan karakter berbeda tersebut mampu mendapatkan rating yang sama dengan Diouf. Ini menunjukkan bahwa Gazzetta melihat beberapa sisi positif dari performa Inter meskipun akhirnya kalah.
Calhanoglu, Lautaro dan Bonny Lolos dengan Nilai Positif
Beberapa pemain penting lainnya juga mendapatkan penilaian yang cukup baik.
Hakan Calhanoglu, Lautaro Martinez, dan Ange-Yoan Bonny masuk dalam kelompok pemain yang mendapatkan nilai positif, yakni 6.
Lautaro tetap menjadi salah satu pusat permainan Inter di lini depan. Sementara Calhanoglu berusaha menjaga keseimbangan permainan Nerazzurri di lini tengah.
Bonny pun menunjukkan bahwa dirinya mampu memberikan opsi berbeda di lini serang ketika menghadapi lawan dengan kualitas seperti Real Madrid.
Nilai 6 memang bukan angka luar biasa, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa ketiganya tidak dianggap sebagai penyebab utama kekalahan Inter.
Pavard, Bisseck, Barella dan Curtis Jones Dapat 5,5
Sementara itu, empat pemain Inter mendapatkan nilai 5,5.
Mereka adalah Benjamin Pavard, Yann Bisseck, Nicolo Barella, dan Curtis Jones.
Rating tersebut menunjukkan performa yang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi, meskipun tidak sampai dianggap sebagai penampilan buruk.
Barella, misalnya, biasanya menjadi salah satu pemain yang sangat menentukan intensitas permainan Inter. Namun menghadapi Real Madrid, pengaruhnya tidak sebesar biasanya.
Curtis Jones juga belum mampu memberikan dampak maksimal dalam pertandingan tersebut.
Bagi pemain baru, laga di Bernabéu tentu menjadi pengalaman besar. Karena itu, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan hanya dari satu pertandingan.
Thuram dan Sucic Jadi Dua Pemain dengan Nilai 5
Dua pemain lainnya mendapatkan penilaian lebih rendah.
Marcus Thuram dan Petar Sucic sama-sama memperoleh nilai 5.
Keduanya dinilai belum mampu memberikan pengaruh yang cukup signifikan dalam permainan Inter.
Thuram, yang biasanya menjadi salah satu ancaman utama melalui kekuatan fisik dan kecepatannya, tidak mampu memberikan dampak sebesar yang diharapkan.
Sementara Sucic juga kesulitan menunjukkan kualitas terbaiknya menghadapi tekanan dan intensitas permainan Real Madrid.
Namun seperti halnya Martinez, penilaian tersebut harus ditempatkan dalam konteks pertandingan.
Real Madrid di Bernabéu adalah salah satu ujian paling berat yang bisa dihadapi sebuah tim Eropa.
Chivu Tetap Mendapat Nilai 6
Menariknya, Cristian Chivu juga mendapatkan nilai 6 dari Gazzetta.
Artinya, meskipun Inter kalah, performa tim secara keseluruhan dinilai masih cukup layak.
Inter tidak datang ke Bernabéu hanya untuk bertahan. Mereka mampu memberikan perlawanan, menciptakan peluang, dan menunjukkan karakter setelah tertinggal.
Masalahnya adalah detail-detail kecil.
Dua gol Real Madrid lahir setelah kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Dalam pertandingan dengan margin kesalahan sangat tipis seperti ini, detail tersebut pada akhirnya menjadi pembeda.

Leave a Reply