
Atmosfer panas menyelimuti ruang konferensi pers di Appiano Gentile menjelang matchday ketiga fase liga Champions League 2026-27.
Juara bertahan Serie A, Inter Milan, bersiap menjamu wakil Ukraina, Shakhtar Donetsk, di San Siro dengan misi mutlak memetik tiga poin perdana usai menelan dua kekalahan beruntun dari Real Madrid dan Club Brugge.
Di hadapan para awak media, pelatih Nerazzurri, Cristian Chivu tampil bijak dan pasang badan melindungi para pemainnya dari gelombang kritik media terkait kerapuhan lini belakang serta tren negatif di kompetisi Eropa.
Memasang Badan untuk Para Pemain dan Komentar Bastoni
Merespons pernyataan bek Alessandro Bastoni yang sebelumnya menyebut lini belakang Inter kurang memiliki kepekaan terhadap bahaya, Chivu tidak mau menyalahkan anak asuhnya.
Sebaliknya, pelatih asal Rumania tersebut menegaskan bahwa dirinya adalah sosok yang paling bertanggung jawab atas segala kelemahan tim.
“Saya senang para pemain mau mengambil tanggung jawab tertentu. Namun, orang pertama yang paling bertanggung jawab adalah saya, karena belum berhasil menyampaikan hal-hal tertentu secara optimal,” tegas Chivu.
“Segala hal negatif yang terjadi di lapangan, termasuk kesalahan individu, mungkin terjadi karena kurangnya energi yang gagal saya salurkan. Jika pelatih bukan tersangka utamanya, lantas apa yang sedang kita bicarakan?” lanjutnya.
Hentikan Bicara Masa Lalu, Fokus Kemenangan Atas Shakhtar
Terkait rekor buruk Inter yang menelan tujuh kekalahan dari delapan laga terakhir di Liga Champions, Chivu meminta semua pihak untuk berhenti membandingkan masa lalu dan mulai fokus pada realita hari ini.
“Kami sangat sadar akan fakta itu, tidak perlu selalu mengingatkan kami,” puji sekaligus sentil Chivu.
“Tahun ini kami kalah dua kali di Eropa. Kami ingin menemukan kembali sensasi dan energi positif yang sejalan dengan ambisi klub. Terlalu banyak pembicaraan soal masa lalu, kami harus fokus pada laga esok dan masuk ke lapangan dengan siap dari segala lini demi membawa pulang hasil maksimal,”
Mengenai calon lawan, Chivu memberikan penilaian tinggi terhadap kekuatan Shakhtar Donetsk yang dinilainya memiliki intensitas dan teknik luar biasa:
“Kualitas Lawan? Shakhtar adalah tim yang kuat, berkembang, dan berpengalaman. Mereka punya kecepatan, kualitas, intensitas, serta pelatih yang meracik tim dengan sangat baik,” jelas Chivu.
“Prioritas Utama? Meraih kemenangan pertama di Liga Champions adalah prioritas utama kami saat ini. Kami harus menjadi diri sendiri dengan rasa percaya diri atas apa yang telah kami bangun,” tambahnya.
Jangan Jadikan Kekalahan Inter Sebagai Drama Nasional
Di akhir keterangannya, Chivu juga melayangkan kritik balik terhadap ekspektasi publik dan media yang dinilainya terlalu berlebihan dan tidak adil kepada Inter Milan dibanding klub-klub Italia lainnya.
“Kami tidak sempurna sebagai sebuah tim, maupun secara individu. Kami memiliki masalah dan kekurangannya sendiri,” aku Chivu.
“Namun saya tidak ingin melihat situasi di mana jika Inter kalah, hal itu digambarkan seperti drama nasional. Ada kesan seolah Inter memiliki kewajiban mutlak untuk selalu menang, sedangkan tim lain tidak. Itu tidak benar.” Pungkas sang allenatore dengan nada tegas.
Sikap gentleman Cristian Chivu yang siap menanggung seluruh beban kritik menjadi sinyal kuat keharmonisan di dalam skuad Inter Milan.
Dengan perlindungan penuh dari sang pelatih, para pemain diharapkan mampu tampil lepas, meminimalisir kesalahan, dan mengamankan tiga poin krusial saat menjamu Shakhtar Donetsk di San Siro.

Leave a Reply