Bastoni: “Saya Salah Satu yang Paling Senior di Inter, Bangga dengan Perjalanan Ini”

Bek andalan Inter Milan, Alessandro Bastoni menjadi sorotan dalam matchday programme jelang laga kontra Parma di pekan ke-35 Serie A 2025-26 pada Senin (4/5/26) pukul 01.45 WIB di Stadio Giuseppe Meazza.

Dalam wawancaranya, Bastoni berbicara tentang perjalanan kariernya, peran di tim, hingga filosofi hidup yang membuatnya tetap konsisten di level tertinggi.

Kedewasaan dan Keseimbangan di Lapangan

Sebagai salah satu pemain kunci Inter, Bastoni menekankan pentingnya menjaga keseimbangan, baik saat menang maupun kalah.

“Saya pikir penting untuk menjaga keseimbangan dalam setiap situasi, tidak terlalu larut dalam euforia saat menang dan tidak terpuruk saat kalah,”  ujar Bastoni.

Menurutnya, dunia sepak bola menuntut pemain untuk terus berkembang dan beradaptasi agar tetap kompetitif. Namun di balik itu semua, ia belajar untuk tidak memberikan tekanan berlebihan pada dirinya sendiri.

“Dalam sepak bola, kita harus terus berkembang agar tetap konsisten dan membuktikan diri layak, tetapi hal indahnya adalah selalu ada kesempatan untuk bangkit,”

Ia juga menegaskan bahwa ada hal yang lebih penting dari sepak bola:

“Sepak bola penting dalam hidup saya, tetapi saya belajar menempatkannya dengan benar. Ada hal yang lebih penting, seperti keluarga,”

Inter: Lebih dari Sekadar Klub

Bagi Bastoni, Inter bukan hanya tempat bekerja, melainkan bagian dari hidupnya sejak kecil.

Ia mengenang bagaimana kecintaannya pada Nerazzurri sudah dimulai sejak usia tiga tahun, ketika ayahnya memberinya jersey Inter pertama.

Kini, memasuki musim ketujuh bersama klub, Bastoni menyadari posisinya sebagai salah satu pemain paling senior di skuad.

“Sejak dulu klub ini sangat penting dalam hidup saya: saya tumbuh dalam keluarga yang mendukung Inter, dan saat saya berusia Tiga tahun, ayah saya menghadiahkan saya jersey Inter dengan nama saya yang pertama yang pernah saya miliki,”

“Sekarang saya sudah memasuki musim ketujuh di sini, saya menjadi salah satu yang paling senior: saya bangga dengan perjalanan yang telah saya lalui, dan terus berkembang setiap tahun membuat saya merasa bangga,”

Belajar dari Rekan dan Pelatih

Bastoni juga mengungkapkan kekagumannya terhadap rekan setimnya, Nicolo Barella.

“Saya ingin memiliki energi seperti Barella: dia luar biasa, tidak pernah berhenti, mampu berlari terus-menerus tanpa mengambil jeda sejenak,”

Selain itu, ia juga memberikan pujian kepada pelatih Cristian Chivu, yang dinilainya memiliki pendekatan dekat dengan para pemain.

Menurut Bastoni, Chivu bukan hanya pelatih secara taktik, tetapi juga sosok yang memberi banyak pelajaran dari sisi kemanusiaan.

“Pelatih adalah sosok yang benar-benar menyenangkan untuk ditemukan: mungkin peran saya sedikit berbeda dari posisi yang dulu ia mainkan, tetapi saya yakin dia akan memainkannya dengan sangat baik. Karena itu, saya selalu memperhatikan setiap hal yang ia katakan, bahkan dari sisi kemanusiaan dia seperti salah satu dari kami,”

Emosi yang Tak Pernah Hilang

Meski sudah berpengalaman, Bastoni mengaku masih merasakan adrenalin setiap kali akan bermain.

“Sebelum pertandingan, saya masih merasakan adrenalin dan sedikit kecemasan positif. Selama ada passion, itu akan selalu ada,”

“Lalu ketika pertandingan dimulai, yang muncul adalah keseimbangan dan konsentrasi, sementara di akhir hanya tersisa rasa bangga melihat begitu banyak orang merayakan kemenangan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*