Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah sukses mengantar tim meraih Scudetto ke-21 usai kemenangan atas Parma di pekan ke-35 Serie A 2025-26.
Namun di balik euforia tersebut, Chivu justru merendah dan menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja keras para pemain, bukan dirinya semata.
Sudah Jadi Bagian Sejarah Inter
Chivu menanggapi pertanyaan soal posisinya dalam sejarah klub dengan penuh percaya diri, namun tetap rendah hati.
“Saya ada dalam sejarah Inter? Saya rasa sudah sejak sebelumnya. Tapi saya sangat bahagia untuk tim ini dan para fans yang luar biasa,” ujar Chivu kepada DAZN.
Ia juga menyinggung adanya pihak-pihak yang sempat meragukan bahkan meremehkan Inter.
“Ada yang mencoba merendahkan klub ini, tapi para pemain membuktikan semuanya di lapangan, dan ini adalah salah satu momen penting dalam sejarah klub. Semua kredit untuk para pemain ini, mereka luar biasa,”
Kebangkitan dari Tekanan dan Kritik
Musim ini tidak berjalan mulus bagi Inter. Mereka sempat tersingkir dari UEFA Champions League dan kalah di laga Derby Milan.
Namun menurut Chivu, mentalitas tim menjadi kunci utama.
“Kami menerima kekalahan, tapi selalu bangkit. Kami terus mengejar tujuan sampai akhir,”
Ia bahkan mengungkap momen penting yang menjadi titik balik musim.
“Antara Januari dan Februari, kami meraih 14 kemenangan dari 15 laga. Di situlah kami mulai percaya bisa melakukannya,”
Filosofi Chivu: Empati dan Tanpa Ego
Chivu mengungkap pendekatan uniknya sebagai pelatih. Ia tidak ingin terjebak dalam ego, melainkan membangun hubungan emosional dengan pemain.
“Saya pelatih yang ‘atipikal’. Saya belajar kehilangan ego dan mencoba memahami pemain, kapan harus tegas, kapan harus mendukung,”
Pendekatan ini terbukti efektif dalam menciptakan suasana tim yang solid dan penuh kepercayaan.
Fokus ke Final Coppa Italia
Meski sudah memastikan gelar Serie A, Chivu menegaskan bahwa pekerjaan belum selesai.
“Saya senang, tapi juga sudah memikirkan final Coppa Italia.”
Ia memberi kebebasan kepada pemain untuk merayakan, namun tetap menjaga fokus pada target berikutnya.
Apresiasi untuk Pemain dan Staf
Chivu tak lupa memberikan penghargaan kepada seluruh elemen tim, termasuk staf pelatih dan para pendahulunya.
“Para pemain luar biasa. Saya juga berterima kasih kepada staf dan pelatih sebelumnya, mereka telah melakukan pekerjaan hebat,”
Menurutnya, fondasi kuat yang sudah dibangun sebelumnya membuat tugasnya menjadi lebih mudah.
Siap Diuji Kapan Saja
Sebagai pelatih, Chivu sadar bahwa posisinya tidak pernah aman.
“Mungkin sebulan lagi saya akan dipertanyakan jika hasil buruk datang. Saya menerima itu dengan senyuman.”
Sikap ini menunjukkan kedewasaan dan kesiapan mental dalam menghadapi tekanan di level tertinggi.

Leave a Reply