Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, memberikan analisis tajam soal keberhasilan Inter Milan meraih Scudetto musim ini (2025-26).
Dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport, Capello menyoroti peran krusial Cristian Chivu, kepemimpinan Lautaro Martinez, hingga kebutuhan transfer Nerazzurri untuk tetap berjaya musim depan.
Chivu dan “Sentuhan Psikologis” ala Capello
Capello tak ragu membandingkan Chivu dengan dirinya saat pertama kali menangani AC Milan.
Menurutnya, kunci sukses utama bukan hanya taktik, tetapi pendekatan mental kepada pemain.
“Situasinya mirip ketika saya mengambil alih Milan. Dan saya rasa, bersama Inter ini, dia melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan, yaitu terutama pekerjaan besar secara psikologis. Ada beberapa ‘bayang-bayang’ yang harus diusir, dan dia berhasil melakukannya,” ujar Capello.
Kekalahan di final Liga Champions UEFA sebelumnya dari Paris Saint-Germain sempat menjadi beban berat. Namun Chivu berhasil membalikkan keadaan dan membawa Inter kembali ke jalur juara.
“Dia sangat bagus dalam membuat tim cepat melupakan kekalahan dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions tahun lalu. Kita bisa mengatakan apa saja, tetapi sayangnya hal itu tetap terbayang di kepala dan tidak mudah untuk dilupakan. Chivu punya jasa besar dalam mengembalikan para pemain ke jalur yang benar, membuat semua kembali percaya pada diri mereka sendiri, pada kemampuan mereka, dan juga pada dirinya serta apa yang ia sampaikan. Dari situlah mereka membangun perjalanan yang bagus,”
Inter Pantas Juara, Unggul dari Rival
Capello menilai sejak awal musim, Inter adalah satu-satunya tim yang benar-benar mampu bersaing dengan Napoli.
“Menurut saya, sejak awal musim mereka adalah satu-satunya tim yang di atas kertas mampu bersaing dengan Napoli,”
“Conte memang menghadapi cukup banyak masalah cedera, tetapi jangan lupa Chivu juga mengalaminya. Terutama cedera Calhanoglu dan cedera panjang Dumfries: absennya pemain Belanda itu sangat terasa di sisi sayap,”
“Namun meski begitu, terlihat bahwa dalam jangka panjang tim ini memiliki kualitas dan kekuatan yang lebih tinggi dibanding para pesaingnya. Memang, terkadang ada sedikit kekurangan konsistensi di beberapa pertandingan. Maksud saya, mereka bisa mendominasi selama 15 atau 20 menit setiap babak, lalu setelah itu sedikit menurun, dan itu terlihat,”
“Kemudian, sayangnya mereka tidak tampil baik di Liga Champions, tersingkir di playoff melawan Bodo, dan setelah perjalanan musim lalu, orang-orang berharap mereka bisa melangkah lebih jauh,”
“Namun sekarang, dengan peluang meraih dua trofi—yakni Scudetto dan Coppa Italia—tidak perlu lagi terlalu membahas apa yang terjadi di Eropa, melainkan fokus ke depan dan memahami apa serta di mana yang harus diperbaiki musim depan,”
“Dalam hal ini juga terlihat kemampuan Chivu, yang selalu membuat semua orang percaya bahwa mereka bisa melakukannya dan bangkit kembali setelah kekalahan,”
Lautaro Martinez, Kapten Sesungguhnya
Dalam pandangan Capello, sosok paling layak mendapat sorotan adalah sang kapten, Lautaro Martinez.
“Dia benar-benar kapten, di lapangan maupun di ruang ganti. Dia memberi contoh, memotivasi rekan-rekannya, bahkan saat cedera,”
Peran Lautaro dinilai melampaui sekadar pencetak gol—ia adalah jiwa dari tim Inter musim ini.
Kekuatan Blok Pemain Italia
Capello juga menyoroti pentingnya kontribusi pemain lokal dalam skuad Inter.
Menurutnya, kehadiran “blok Italia” memberi nilai lebih dalam hal loyalitas dan semangat juang, sesuatu yang mulai jarang terlihat di klub-klub modern.
“Saya sangat senang ada tim di Serie A yang memiliki representasi pemain Italia yang kuat. Itu adalah sesuatu yang kurang dimiliki banyak tim lain. Mungkin blok pemain Italia ini juga sangat penting bagi Chivu, karena faktor kecintaan terhadap klub. Tentu, mereka juga sempat mengalami penurunan performa atau kesulitan, ada yang lebih, ada yang kurang, tetapi mereka telah memberikan segalanya,”
Talenta Muda Inter
Nama seperti Pio Esposito mendapat pujian khusus.
“Anak kecil itu kini sudah menjadi besar,” ujar Capello, menggambarkan perkembangan pesat Pio Esposito.
Sementara itu, Petar Sucic dianggap sebagai prospek paling menjanjikan untuk masa depan Inter.
“Saya pikir pemain Kroasia itu memiliki semua potensi untuk menjadi pemain Inter sejati di tahun-tahun mendatang,”
Tiga Transfer Kunci untuk Musim Depan
Untuk mempertahankan dominasi di Serie A dan kembali kompetitif di Liga Champions, Capello memberikan rekomendasi jelas:
“Saya tentu memikirkan bursa transfer, tetapi itu sangat bergantung pada kondisi keuangan klub. Namun, saya rasa dibutuhkan seorang kiper, kemudian bek tengah, dan juga gelandang, bukan tipe ofensif, melainkan yang bisa menggantikan Calhanoglu saat ia tidak bermain. Untuk lini serang, menurut saya sudah bagus seperti sekarang dan tidak perlu diubah.”

Leave a Reply